
Hilir mudik semua pengunjung rumah sakit bersalin dengan ibu dan anak itu tidak menyurutkan rasa penasaran dari kedua perempuan itu yang masih berstatus mahasiswi di sebuah kampus ternama di ibu kota Jakarta.
Arifah melipat kedua tangannya di depan dadanya itu," saya yang seharusnya bertanya seperti itu kepada Uncle,apa yang adik ipar lakukan di rumah sakit dengan wanita yang sudah memiliki calon suami yang tidak lain adalah suamiku Fauzi As'ad Anwar," dengusnya Arifah yang tatapannya terus tertuju pada perempuan yang sudah nampak panik,grogi dan salah tingkah itu.
Faiz Aksan menghembuskan nafasnya dengan cukup kuat," mungkin saatnya kalian tahu semuanya yang terjadi terutama kamu istrinya Abang Fauzi, tapi bukan sekarang, aku tunggu kalian di kafe tepat di depan rumah sakit, karena saya yakin kau punya urusan yang lebih penting yang harus kamu lakukan," tuturnya Faiz yang berjalan meninggalkan kedua perempuan berusia 20 tahun itu yang masih terbengong-bengong dengan semua yang sudah terjadi hari ini.
"Saya kira Uncle lagi ada tugas ke luar daerah, ternyata ini toh tugas yang uncle maksud, menemani perempuan ini untuk memeriksakan kondisi kehamilannya, apa jangan-jangan dia hamil anaknya Uncle lagi? Apa ini yang Uncle Fahmi katakan padaku tadi pagi katanya kalau pengen membatalkan pernikahan ayah dengan dia harus meminta tolong pada uncle, ternyata ini adalah jawabannya dari maksud dari arti ucapannya Uncle Fahmi Idris," cercanya Arifah seraya melipat kedua tangannya ke atas dadanya itu.
"Arifah kami ini punya alasan sendiri sehingga kami berdiri di sini tepatnya di depanmu,maaf aku yang bertanggungjawab jawab atas semua hal yang berkaitan dengan Mas Faiz," ujar Aqila Sera.
Arifah memajukan langkahnya beberapa kali agar dia bertatapan langsung dengan Aqilah, "Tunggu aku menyelesaikan pemeriksaan, barulah kita akan menyelesaikan dengan membicarakan apa yang telah terjadi di sini," imbuhnya Arifah yang sedari tadi selalu menatap ke Aqila Sera Wijaya.
Arifah berjalan menarik tangannya Ariestya berjalan ke arah dalam ruangan praktek dokter.
"Selamat siang Mbak Arifah," sapanya Dokter Azalina Renata sembari tersenyum ramah.
Arifah membalas senyuman dan sapaan dari dokter sekaligus kakaknya Fatir Muhammad Iqbal itu.
"Makasih banyak Bu dokter cantik, saya datang kemari untuk berkonsultasi masalah kesehatan reproduksiku dokter," ujarnya Arifah Azizah Oktarani Zainul.
"Kalau begitu silahkan berbaring di atas ranjang ini," pintanya dokter Azlina Renata.
__ADS_1
Arifah segera menjalankan perintahnya dokter, Arifah segera diperiksa sesuai dengan prosedur kesehatan sesuai dengan penjelasan dokter. Raut wajahnya dokter Azalina tersenyum tipis ketika memeriksa kondisinya Arifah.
Arifah semakin ketakutan melihat raut wajahnya Dokter Azalina berubah-ubah membuatnya semakin menjadi kebingungan, panik dan juga cemas.
"Dokter apa yang terjadi padaku? Apa ada masalah atau aku mengidap penyakit yang sangat berbahaya dan kronis?" Tanyanya Arifah penuh selidik.
"Ya elah… Arifah tampang kamu yang seperti ini jarang banget aku lihat loh, aku cukup terhibur dengan banyaknya pasien yang hari ini cukup membludaknya memadati rumah sakit sampai-sampai waktu istirahat kami tidak teratur karena kasihan melihat pasien yang sangat bahagia menanti kelahiran bayi mereka,"
"Mbak tolong cepat katakan padaku apa yang terjadi padaku?"
"Coba kamu perhatikan layar komputer, ini adalah calon bayimu yang baru berusia sekitar dua minggu, selamat yah cantik kamu positif hamil," jelasnya Dokter perempuan itu yang sudah akrab dengan keduanya.
"Insha Allah… kurang lebih delapan bulan lebih kamu akan menjadi seorang Ibu muda loh,selamat yah," ujarnya Azalina Renata.
Arifah bangkit dari rebahannya lalu memeluk tubuhnya Ariestya, "Ya Allah… Ariestya aku benar-benar hamil, aku sangat tidak menyangka jika akan hamil beneran, padahal aku sudah lebih sepuluh kali mengeceknya pakai testpack," Ungkap Arifah istri dari Fauzi As'ad Anwar pria yang sebelumnya berstatus ayah angkatnya dan sekarang menjadi suaminya itu.
Azalina tersenyum penuh kebahagiaan ikut berbahagia melihat kebahagiaan yang terpancar dari mimik wajahnya Arifah sahabat dari adiknya itu. Mereka sudah kembali duduk saling berhadapan satu sama lainnya.
"Saya akan tuliskan resep obat dan vitamin yang terbaik untuk calon ponakanku," tuturnya Azalia Renata.
"Selamat yah bebs kamu akhirnya hamil juga, mulai detik ini aktifitas yang bisa menganggu kehamilanmu kamu harus kurangi seperti main kuda-kudaan kan juga dokter, mengingat Arif masih hamil muda yang rentang dengan hal yang tidak baik," tukasnya Arifah.
__ADS_1
"Benar sekali apa yang dikatakan Ariestya Fathia Lubis untuk masalah itu, jangan terlalu sering dan harus pelan dan sangat hati-hati melakukannya agar tidak menganggu janin kalian yang masih sangat kecil itu," jelas Azalia dokter spesialis kandungan itu.
"Makasih banyak atas masukannya dan bantuannya Dokter kami permisi kalau begitu, assalamualaikum,".
"Sama-sama, waalaikum salam," sahutnya Bu dokter.
Arifah dan Aristya segera meninggalkan ruangan praktek tersebut menuju apotek untuk menebus beberapa jenis obat dan vitamin yang harus ia konsumsi setiap hari.
Azalia hanya menggeleng kepalanya," Sehari ada tiga orang dari keluarga Anwar yang memeriksakan kondisi kehamilannya, yang pertama kekasihnya adikku sendiri Alifah Arsana Anwar, yang kedua perempuan yang baru sehari dinikahi oleh Faiz Akhsan Anwar dan yang terakhir adalah Arifah Azizah Oktarani Zainul istri sirinya Fauzi," gumamnya Azalia dokter cantik masih muda itu yang masih single.
Arifah dan Ariestya mengemudikan mobilnya menuju ke salah satu kafe yang cukup ramai dikunjungi oleh pengunjung siang menuju sore itu.
"Sekali lagi aku ucapkan selamat bestie, akhirnya kamu tidak perlu repot-repot untuk berbohong lagi jika, kamu itu hamil bohongan, aku juga ikut berbahagia dengan kebahagiaan kalian berdua semoga kalian selamat, sehat selalu hingga lahiran," ucap Ariestya yang memeluk tubuh Arifah dengan eratnya sebelum mereka masuk kedalam mobil.
"Ini sungguh anugrah terindah dalam kehidupanku, aku sudah sempat berputus asa tapi Allah SWT berkehendak jika aku hamil calon anaknya ayah Fauzi,"
Arifah meninggalkan parkiran area rumah sakit bersalin itu dengan perasaan yang penuh kegembiraan. Raut wajahnya selalu menyiratkan bahagia atas rezeki seorang calon bayi d dalam rahimnya.
"Mas apa kita akan jujur saja pada Arifah karena menurutku, tidak ada gunanya dan untungnya jika kita berbohong terus-terusan lagian aku berencana untuk mengatakan kepada Mama dan papa jika kita sudah menikah dan akan memiliki seorang anak," terang Aqila Sera sembari menyeruput minuman dinginnya itu.
"Aku memang berencana untuk mengatakan kepada mereka yang sebenarnya, aku juga sudah capek dan lelah harus berpura-pura dan menyembunyikan kebenaran ini dari mereka sayang, lagian Abang juga sudah menikah dengan anak angkatnya putri tunggalnya pak Zainul pria yang sudah berjasa besar dalam membantu kehidupan ekonomi kami hingga detik ini," Faiz menatap ke arah pintu dimana keponakan angkatnya beserta temannya sudah datang.
__ADS_1