Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku

Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku
Bab. 44


__ADS_3

"Benar sekali apa yang dikatakan oleh Fatir, jika menikah dengan pria yang mencintai kita lebih terjamin kebahagiaannya, dari pada menikah dengan pria yang kita cintai sudah terbukti aunty Alifah dengan Fatir, uncle Fahmi Idris dengan Ariestya alhamdulilah mereka bahagia hingga detik ini, apa aku ikuti jejak mereka saja yah," batinnya Arifah.


"Arifah jawab dong kasihan sama Abang Fajar sudah hampir setengah jam berlutut menunggu jawaban kau," ucapnya Alifah.


"Kalau aku diposisinya Arifah yes saja dari pada setiap malam tidur kesepian dan kedinginan, apalagi Abang Fajar cakepnya ngalahin oppa Lee Minho loh karena mirip Jhi Chan Wook yang jago silat," candanya Fatir sambil memperagakan gerakan tangan seperti sedang silat.


"Aku saja andai belum punya suami seganteng Amir Khan mungkin aku minat sama Abang Fajar," guraunya Alifa yang sengaja memancing reaksinya Arifah.


Arifah segera menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan permintaan dari pria yang bernama lengkap Fajar Arthur Prayoga. Fajar spontan berdiri lalu memeluk erat tubuhnya Arifah saking bahagia dan gembiranya mendapatkan jawaban yang sejak dulu dia inginkan.


"Syukur Alhamdulillah… makasih banyak ya Allah," cicitnya Fajar.

__ADS_1


Sedangkan Arifah tangannya menggantung di udara dengan tidak membalas pelukannya Fajar. Hatinya masih tertutup dan belum membuka pintu hatinya untuk pria manapun. Baginya cukup Fauzi As'ad yang sudah menorehkan luka yang mendalam di kehidupannya itu.


Fajar menyadari apa yang dilakukan oleh Arifah, tapi dia cuekin hal itu asalkan Arifah sudah setuju untuk menikah dengannya itu sudah cukup. Baginya cinta itu bisa dipupuk belakangan dan seiring berjalannya waktu pasti akan datang juga.


"Mungkin kamu belum cinta padaku, tapi jangan sebut namaku Fajar jika aku tidak bisa membuatmu jatuh cinta padaku," batinnya Fajar.


"Pasang cincinnya dong," pintanya Fatir yang lebih cerewet melihat ketulusan hatinya Fajar sehingga selalu bersikap untuk menggoda Fajar pengusaha muda yang sukses di tahun ini.


"Terima kasih sudah menerima lamaranku, insya Allah… hari pertama buka kita akan menikah d sini dan peresmian pestanya setelah lebaran idul Fitri di Jakarta," ucapnya Fajar setelah berhasil menyematkan cincin di jari manisnya Arifah.


"Apa itu tidak terlalu cepat Mas? Sedangkan mas juga punya kerjaan di Jakarta dan aku juga masih kuliah di London," kilahnya Arifah yang menurutnya pernikahannya terlalu cepat.

__ADS_1


"Lebih cepat lebih baik saya tidak ingin wanita yang aku sayang direbut oleh laki-laki lain dari hidupku, aku bisa mengatur semuanya dengan baik kamu hanya cukup diam dan menurut dengan yang aku katakan," ujarnya Fajar dengan serius.


"Kalau gitu aku serahkan semuanya kepada Mas saja karena, aku masih sibuk kuliah, mana ada waktu luang untuk mengurusi hal seperti itu," pungkasnya Arifah.


"Tidak masalah, bagiku ini adalah hal biasa saja kok, insya Allah semuanya sudah diatur dengan baik, kamu hanya cukup manut dan menunggu kata sah saja," tuturnya Fajar.


"Ya Allah… tersisa dua hari dari sekarang aku sudah menjadi istri Mas Fajar," gumamnya Arifah Azizah Oktarani Zainul.


Fajar menatap ke arah Fatir dan Alifah," Saya harap kalian bisa membantuku untuk menyelenggarakan akad nikah kami, karena jujur saja aku cukup sibuk seorang diri untuk menyelesaikan semuanya di Negara orang lagi," harapnya Fajar.


"Percayakan kepada kami masalah itu, insya Allah... kami berdua akan melaksanakan semua sesuai dengan petunjuk dari Pak Fajar," imbuhnya Fatir.

__ADS_1


__ADS_2