Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku

Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku
Bab. 56 Honey Moon Tamat


__ADS_3

Arifah Azizah Oktarani Zainul hari itu sudah duduk di depan meja riasnya untuk di-make up oleh tim make up yang dikirim oleh calon suaminya itu.


Alifah Andita, Aqila Sera, Aristya duduk tidak jauh dari tempatnya Arifah akan didandani secantik mungkin.


"Besti kamu sangat cantik loh, lihat tim make-upnya pada terampil dan lihai mempercantik wajahmu yang memang sudah cantik dari sananya," pujinya Ariestya sahabat terbaiknya Arifah.


Arifah hanya tersenyum menanggapi perkataan dan pujiannya Aristya Fathia Lubis.


"Kamu memang cantik sayang, tanpa make up apa pun kecantikan kamu sudah terpancar dari dalam hatimu yang baik itu, dan hari ini adalah hari dimana kamu akan menikah dengan pria yang begitu setia, tulus dan ikhlas menunggu dan menemani kamu dalam suka duka, bagiku mas Fajar pria yang perfeksionis dan baik hati penyayang dan setia tentunya," imbuhnya Aqila Sera.


"Ingat lupakan saja yang telah berlalu, mulailah membuka lembaran baru dalam kehidupanku, jangan selalu bercermin kepada kesalahan masa lalu, karena tidak akan pernah ada masa depan tanpa adanya masa lalu, begitu juga sebaliknya, kami semua sangat bahagia bisa melihat kamu menemukan pria yang begitu tulus dan rasa cintanya yang begitu besar padamu," ujarnya Alifah.


Fatir Muhammad Iqbal, Faiz Syed Arafat serta beberapa pria lainnya menemani calon manten prianya yang terlihat tenang padahal dalam hatinya grogi takut, khawatir, cemas dan panik jika dia melafalkan janji suci ijab kabul sampai salah penyebutannya.


Fatir tersenyum penuh arti melihat ketidakberdayaan Fadjar yang selalu mendapatkan gangguan dari semua orang yang hadir di dalam ruangan khusus tersebut.


"Ya Allah…seorang pengusaha sukses dan muda mengalami demam panggung sebelum ijab kabul," kelakarnya Fatir.


"Iya nih heran saya melihatnya, katanya pria yang garang dan sangar dalam mengahadapi relasi dan saingan bisnisnya,tapi hanya ijab kabul nya sudah buat dia gemetaran ketakutan," candanya Faiz.

__ADS_1


Fajar melototkan matanya melihat ke arah calon iparnya yang sudah mengerjainya itu.


"Hush bercandanya sudah, pak penghulu sudah datang loh dan menunggu kedatangan calon pengantin prianya dan wanitanya juga," tuturnya Audina Laila Bashirah adik bungsunya Fajar.


Audi yang datang bersama kedua kakaknya yaitu Fadil Basalamah dan Fikri Haikal Sulaiman berjalan berbarengan masuk ke dalam ruangan khusus pengantin itu.


Fajar dengan gagahnya berjalan diapit oleh kedua adik dan sepupunya ke altar tempat ijab kabul mereka. Fajar berjalan dengan tatapan matanya yang tajam bak elang itu.


"Silahkan duduk Pak Fajar sebelum waktu baiknya lewat jadi sebaiknya kita segera laksanakan acara akad nikahnya," imbuhnya pak penghulu yang ditunjuk khusus dan dibawah langsung dari kedutaan besar republik Indonesia yang tinggal di Paris Perancis.


"Baik pak saya sudah siap lahir batin dan mohon jangan menunda acaranya," tegasnya Fajar yang semakin tegang tapi, nampak guratan ketegangan yang tersurat dari raut wajahnya Fajar.


"Fairus tolong bawa kemari mas kawin yang aku persembahkan untuk calon permaisuriku sekaligus calon bidadari surgaku," ucap Fajar yang tidak nada bercanda didalamnya.


Pria yang disapa oleh Fairus segera mengambil apa yang diperintahkan oleh atasannya itu. Setelah semua siap pak penghulu pun mulai membacakan beberapa kata sebelum memulai semuanya.


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Fajar Arthur Prayoga Yudistira dengan ananda Arifah Azizah Oktarani Zainul dengan mas kawin emas murni 24 karat seberat q6 gram, dengan uang tunai sebesar 16 ribu dollar as dan juga seperangkat alat sholat dibayar tunai," ucapnya Pak penghulu.


"Saya terima nikah dan kawinnya Arifah Azizah Oktarani Zainul binti Muhammad Zulfikar dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!" Tegasnya Fajar dengan penuh keyakinan dan ketegasan di dalamnya itu.

__ADS_1


Fajar mengucapakan ikrar janji suci pernikahannya dalam satu tarikan nafas hingga membuat lafal dan tidak intonasinya sangat nyaring.


"Bagaimana para saksi apakah sah?!" Tanyanya Pak penghulu dengan suara yang cukup nyaring juga.


"Sahe!!" Jawabnya semuanya dengan lantang pula.


Semua orang bahagia dan gembira karena akhirnya mereka bisa menemukan kebahagiaan yang hakiki dalam kesedihannya dan kekalutannya beberapa bulan terakhir ini.


Berbagai ucapan selamat dan doa restu mereka dapatkan. Fajar tak henti-hentinya menebar senyuman khasnya karena akhirnya bisa menyebut ikrar ijab kabul tanpa kesalahan sedikitpun.


Acara dilanjutkan dengan syukuran tanpa pesta pernikahan karena mengingat mereka berada dy luar negeri.


Keesokan harinya, kedua pasangan suami istri itu melakukan perjalanan bulan madu keliling dunia. Sedangkan anggota keluarganya mereka masing-masing sudah kembali ke tempat asal mereka yang sudah terpencar seperti sebelumnya.


Arifah menatap intens ke arah punggung suaminya yang masuk ke dalam kamar mandi setelah belah duren mereka yang kesekian kalinya terjadi.


"Makasih banyak Mas Fajar sudah menjadikan aku istrimu, jujur saja aku masih merasa ini adalah mimpi indah yang akan segera berakhir tapi semakin aku melihat senyuman tulusmu aku baru tersadar jika ini adalah kebahagiaanku yang akhirnya aku rasakan juga setelah mengalami kegagalan dalam berumah tangga, semoga pernikahan kita bahagia selamanya sakinah mawadah warahmah hingga kakek nenek amin ya rabbal alaminx Gumamnya Arifah dengan senyuman bahagia sambil menarik kembali selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya itu.


Mereka semua bahagia dengan kehidupan masing-masing, cobaan yang datang silih berganti tidak mampu menumbangkan, mengubah cinta mereka semua.

__ADS_1


__ADS_2