Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku

Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku
Bab. 44


__ADS_3

Arifah berhenti menyeruput minuman hangatnya, dan menatap jengah kedua orang yang duduk di hadapannya.


"Apa kalian mengajakku ke sini hanya untuk mengingatkan aku dengan semua masa lalu yang seharusnya aku sudah lupakan dan buang jauh-jauh! Semua ini gara-gara kalian sehingga nafsu makanku hilang," ucapnya sinis Arifah.


Fatir tertawat terbahak-bahak mendengar perkataan dari Arifah sahabatnya itu.


"Hahaha! Aku kan sengaja mengingatkan kamu dengan si mantan ayah angkat sekaligus suamimu itu," pungkas Fatir.


Arifah menatap jengah ke arah sahabat terbaiknya itu.


"Terusan bersikap seperti itu saja padaku, aku memang pantas digituin mentang-mentang kalian pasangan serasi dan bahagia sedangkan aku hanya janda muda yang harus bercerai dengan suaminya karena suamiku itu tidak tahu diri dan terlalu bego untuk selingkuh dariku," ketusnya Arifah sambil menyantap makanannya yang tersaji di depannya.


"Yang sabar yah sayang, maafkan kakakku itu yang terlalu sempit pikirannya sampai-sampai tidak bisa bedakan antara berlian dengan batu kerikil," sarkasnya Alifah Aryani Khaerul.


"Semoga saja tidak ada lagi seperti Abang Fauzi As'ad Anwar yang lebih memilih perempuan melarat dan miskin dari pada anak sultan," imbuhnya Fatir Muhammad Iqbal yang terus melirik ke arah pria yang juga menatapnya tidak kalah tajamnya.


Arifah saking asyiknya berbincang-bincang sambil menikmati makanannya itu sampai-sampai melupakan pria yang menyebabkan ia datang ke mall tersebut dan bertemu dengan Fatir dan Alifa.


"Arief, kamu kesini dengan siapa?" Tanyanya Fatir yang tidak bisa sabar menunggu untuk bertanya tentang keberadaan pria yang menurutnya selalu memperhatikan Arifah.


Arifah segera teringat dengan pria yang telah mentraktirnya untuk menonton film fast furious terbaru rilis tahun ini.


Arifah Azizah Oktarani Zainul menepuk keningnya dengan pelan,"ya Allah… aku sampai lupa dengan Mas Fajar," cicitnya Arifah yang spontan langsung berdiri mencari keberadaan laki-laki yang belum diketahui asal usulnya itu.


Arifah tersenyum sumringah melihat seorang pria memakai topi putih yang duduk santai menikmati kopi hangatnya yang masih mengepul asapnya. Arifah segera berjalan cepat ke arah Fajar pria yang terpaut sepuluh tahun darinya itu. Pria yang sama sekali tidak diketahuinya jika, pria itu mencintainya dengan setulus hatinya.

__ADS_1


Arifah segera menarik tangannya Fajar Arthur Prayoga yang segera berhenti meminum kopinya. Dia tanpa ragu mengikuti langkah kakinya Arifah gadis berhijab berwarna pink pashmina sifon. Fajar tersenyum tipis menanggapi sikapnya Arifah yang tidak mungkin ia menolak ataupun menghalangi apa yang dilakukan oleh Arifah.


Alifa dan Fatur melihat ke arah mereka yang berjalan sambil beriringan bergandengan tangan.


"Sepertinya pria itu menyukai Arifah, coba kamu deh perhatiin interaksi mereka berdua," ucapnya Fatir yang memperhatikan apa yang dilakukan oleh Arifah dengan pria tak dikenalnya.


"Kalau menurut aku sih, si laki-lakinya yang ngejar-ngejar Arifah secara Pria mana yang bisa menolak pesona janda muda bahenol montok lagi," ucap Alifa.


"Maaf yah Mas aku lupain Mas, terlalu bahagia soal nya ketemu dengan sahabat lama," ujarnya Arifah yang berbicara dengan masih memegang tangan kanannya Fajar.


"Tidak masalah kok, saya sama sekali tidak mempermasalahkannya, lagian saya ini cukup santai jadi tidak perlu khawatir dengan semuanya, santai saja," tukasnya Fajar.


Fatir dan Alifa pasangan suami-istri itu tersenyum ramah menyambut kedatangan keduanya sedangkan anak kecil yang sejak tadi hanya menyantap makanannya sambil sesekali memperhatikan percakapan ke tiga orang dewasa yang ada di depannya itu.


"Aunty cantik kenalkan ini temannya Arifah, yang sedari tadi menemaniku keliling Mall dan juga mentraktirku nonton film," tuturnya Arifah.


Arifah refleks menatap ke arah laki-laki yang hampir dua tahun dikenalnya itu.


"Mak-sud-nya apa Mas? Kok ngomongnya seperti itu?" Tanyanya Arifah yang penuh dengan tanda tanya padahal jawabnya sangat simpel dan mudah.


Fajar segera merogoh sakunya untuk mengambil sebuah kotak kecil beludru berwarna merah lalu membukanya.


Fajar segera berlutut di hadapan Arifah, seraya menggenggam tangannya Arifah dengan senyum khasnya itu, "Arifah Azizah Oktarani Zainul apa kah kamu bersedia menjadi teman hidupku hingga menemaniku sampai tua nanti dan menjadi ibu dari anak-anakku kelak hingga akhir waktuku," pintanya Fajar.


Arifah dan kedua sahabatnya itu saling bertatapan satu sama lainnya dan hanya menjadi penonton gratis setia saja tanpa perlu repot-repot untuk membeli paket kuota.

__ADS_1


"Kenapa wajahnya seperti pernah aku lihat, siapa sebenarnya pria ini, tadi katanya Fajar Artur Prayoga, tunggu aku ingat-ingat relasi bisnisnya Papa," batinnya Fatir tanpa pernah mengalihkan perhatiannya dari wajahnya Fajar.


Alifah yang mengerti dengan arti tatapan mata suaminya itu segera mengambil hpnya dan segera berselancar di dunia maya. Hingga kedua bola matanya membelalak, mulutnya menganga saking terkejutnya melihat apa yang tertulis di artikel pengusaha muda paling sukses tahun ini 2023.


"Jadi dia adalah seorang pengusaha terkenal dan tajir melintir sampai-sampai kekayaan suamiku kalah darinya," cicit Alifa yang masih memegang gadgetnya.


Fatir Muhammad Iqbal penasaran dengan apa yang terjadi pada istrinya itu, dia pun melihat ke arah layar benda pipih segi persegi panjang itu.


"Benar dugaanku jika,dia bukan pria biasa pantesan aku merasa dia pernah aku lihat tapi, lupa-lupa ingat dimana soalnya," timpalnya Fatir.


"Arifah terima saja, tidak mudah dan gampang cari dan dapat pria yang serius seperti Mas Fajar, iya kan suamiku," ujarnya Alifah sambil menyentuh tangannya Fatir.


"Betul pake banget, Arifah tidak semua pria itu sama loh mungkin pernikahan pertama boleh gagal tapi, yang kedua mungkin saja yang paling terbaik dan paling berkesan, jangan jadikan trauma dan kenangan pahit masa lalu membuatmu untuk tidak bisa bahagia dan membuka hatimu untuk pria baru yang begitu serius," jelasnya Fatir Muhammad Iqbal panjang lebar.


Arifah wajahnya sudah memerah saking malunya mendapatkan surprise lamaran dari pria yang hanya dianggapnya sebagai temen biasa saja.


"Dulu saya menikah siri dengan pria yang sangat kucintai tapi, kenyataannya dia malah mengkhianatiku dan memberikan aku kenangan yang sungguh menyiksaku, apa aku coba saja menerima lamarannya dengan pria tidak aku sayangi, bisa saja mas fajar bisa membantuku untuk melupakan trauma itu," Arifah membatin.


Fajar hanya berlutut menunggu jawaban dari perempuan muda cantik dengan penuh harapan besar agar keinginannya terkabulkan. Dengan posisi tangannya masih mengulurkan sebuah kotak yang kecil yang cantik dan berlutut sehingga apa yang dilakukannya itu mendapatkan perhatian khusus dari pengunjung kafe.


"Kalau menurut aku, pria yang begitu tulus menyayangi dan menghormati sekaligus mencintaimu aku yakin dia akan mati-matian untuk berusaha untuk membuatmu bahagia, lebih menikah dengan pria yang menyayangi kita dari pada menikah dengan pria yang sangat kita cintai, kalau menurut aunty seperti itu," terangnya Fatir Muhammad.


"Aunty cantik dan seksi, kasihan uncle nya loh kalau enggak buru-buru dijawab entar jadi patung berlutut yang sudah jamuran dan karatan menunggu jawabannya aunty," ucapnya sinis Aurora Angeline.


Orang dewasa lainnya hanya saling bertatapan satu sama lainnya dan tersenyum kikuk mendengar ocehan anak berusia enam tahun itu.

__ADS_1


Takalar, 23 Maret 2023


__ADS_2