
"Dunia benar-benar tak selebar daun kelor gak sih, tapi bagaimanapun juga dia adalah saudara sebapak kamu, walau gimanapun ia akan selamanya tetap jadi saudarimu apalagi sudah hamil lagi, tapi aku hanya berharap agar tidak menggoda uncle aku Faiz Aksan yang belum menikah itu," tukasnya Arifah.
"Semoga saja dia tidak seperti ibunya yang tidak setia pada pasangannya masing-masing, kasihan dengan pasangannya sekarang kalau seperti itu juga karakternya," tutur Ariestya.
"Sudah aah,kita lanjut perbincangannya di dalam mobil kebetulan hari ini aku mau ke dokter kandungan, aku mau konsultasi dengan dokter kandungan, aku takut jika ayahku mengetahui jika aku tidak benar-benar hamil dia pasti marah dan kecewa padaku, karena alasan itu aku bisa menikah dengannya," jelasnya Arifah yang segera bangkit dari duduknya itu.
"Aku kira kamu seriusan hamil, sewaktu kamu chat kami," pungkasnya Ariestya.
"Aku pikir aku hamil karena pagi itu aku enggak enak badan, mual-mual pusing dan nafsu makanku ga ada, tapi aku cek sampai sepuluh kali lebih hasilnya negatif, makanya aku mau konsul kenapa aunty Alifah dengan Fatir hanya sekali main kuda-kudaan langsung jadi sedangkan aku berulang kali sudah bahkan tidak ada jeda setiap hari loh tapi,kok aku enggak hamil-hamil juga." Keluhnya Arifah Azizah Oktarani Zainul.
"Kalau gitu kenapa enggak minta resepnya sama Fatir Muhammad Iqbal saja, mungkin dia punya cara khusus kali, hehehe," candanya Ariestya Fathia Lubis.
"Iya juga yah, kenapa tidak tanya itu anak resep tokcernya, karena jujur saja aku takut jika ayah angkatku mengetahui kebohonganku dan pasti akan sangat marah padaku, apalagi ayah itu sifatnya jarang marah tapi, sekalinya marah bisa mendiamkan orang berhari-hari lamanya, aku juga takut jika sampai ayah menceraikan aku," ucapnya sendu Arifah yang kembali terduduk di atas sofanya.
"Kamu seharusnya memeriksakan kondisi kalian berdua untuk mengetahui jika, kamu dengan ayahmu itu apa sama-sama sehat dan tidak ada kelainan pada kalian berdua,"
"Benar juga apa yang kau katakan, kalau gitu aku siap-siap dulu, kamu bisa bersantai dulu sembari tunggu aku sampai selesai," imbuhnya Arifah.
__ADS_1
Ariestya menatap sendu sahabatnya itu," kasihan juga kalau sampai ketahuan jika Arief tidak hamil hanya kebohongan saja, walaupun hari ini adalah hari pertama aku datang setelah mereka pindah rumah, aku sudah mengetahui karakter dan sifatnya Pak Fauzi As'ad Anwar, tapi semoga saja Arifaah segera hamil sebelum semua terbongkar kebohongannya," gumamnya Ariestya Fathia Lubis.
Berselang beberapa menit kemudian, Arifah Azizah Oktarani Zainul sudah siap dengan pakaian yang cukup elegan, rapi dan tidak seperti biasanya. Ariestya yang melihat sahabatnya itu terpukau sendiri dibuatnya.
"Masya Allah… kamu cantik banget pantesan ayah angkatmu itu klepek-klepek dan bisa bertekuk lutut di kakimu karena anak angkatnya yang bahenol dan goyangmu hot jadi tidak bisa menghindari segala bujukan rayuan mautmu," pujinya Aristya.
"Ah kamu bisa saja mujinya, ayo kita berangkat sebelum terlalu sore," ajaknya Arifah seraya meraih kunci mobilnya,tas handbagnya dan juga hpnya yang paling utama.
Mereka berjalan beriringan ke arah pintu, Arifah mencari keberadaan bibi Ani tapi tidak kelihatan batang hidungnya itu.
Mbak Asti yang sedang merapikan beberapa barang yang ada di ruang tengah segera menghentikan kegiatannya beberapa saat.
"Siap Non Muda," balasnya Bi Asti adik sepupunya Bibi Ani.
"Kalau gitu kami pamit assalamualaikum," ucap Arifah sambil bergandengan tangan menuju pintu keluar berdaun dua itu.
Ariestya kembali dibuat kesal dengan kedatangan Fahmi Idris Sardi Khaerul dengan senyuman sumringahnya menyambut Ariestya.
__ADS_1
"Ya Allah… calon bidadari surgaku belum balik juga dari rumahku apa karena sudah belajar untuk beradaptasi dengan rumah calon imammu ini yah sayang," candanya Fahmi Idris yang mendekatkan wajahnya ke arah Ariestya.
Sedangkan Arifah tertawa cekikikan melihat interaksi keduanya itu," Mas Arif diam tidak usah tertawa seperti itu juga kali, emangnya ada yang lucu!" Ketusnya Ariestya yang sebenarnya salah tingkah dengan perkataan yang diucapkan oleh Fahmi pria humoris, santai tapi serius dan bijaksana.
"Kalau kamu serius padaku buktikan saja, jangan banyak omong kosong belaka yang tidak ada gunanya sama sekali hanya buang-buang waktu dan dan pikiran saja," ujarnya Ariestya lalu berjalan sambil menarik sedikit kuat tangannya Arifah.
"Uncle itu sinyal bagus loh, tandanya buktikan kepada gadis cantik ini kalau uncle itu serius untuk menjalin hubungan dengan Ariestya Fathia anaknya pak Lubis Arfandi kalau bisa langsung saja ngelamar uncle daripada harus berlama berpacaran karena, pacaran setelah menikah itu jauh lebih indah loh," ucapnya Arifah yang sedikit berteriak karena sudah ditarik oleh Ariestya.
Wajahnya Aristya sudah memerah merona seperti buah tomat saja yang siap dipanen saking malunya dengan perkataannya sendiri yang spontan langsung terucap dari bibirnya tanpa filter itu.
Ariestya mengutuk dirinya sendiri setelah menyadari dengan baik apa yang dia ucapkan itu padahal, sebelumnya baru dalam hitungan jam ia mengatakan kalau ia tidak akan pernah jatuh cinta pada Pria yang telah merenggut paksa ciuman pertamanya.
Ariestya membuka pintu mobil bagian kiri dan duduk menundukkan kepalanya karena malu jika harus bertatapan langsung dengan "Ya Allah kenapa aku bisa berkata seperti itu, ini mulut emang enggak pakai rem yang paten jadi harus berakhir seperti ini," keluhnya Ariestya.
Fahmi tersenyum penuh kemenangan mendengar perkataan dari Ariestya yang tidak disangka-sangkanya itu.
"Tunggu seminggu lagi aku akan datang melamarmu bidadari surgaku!" Jeritnya Fahmi Idris Sardi Khaerul karena mobil yang dipakai oleh Arifah sudah meninggalkan carport rumahnya.
__ADS_1