Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku

Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku
Bab. 17


__ADS_3

Setelah beberapa saat perbincangan keduanya pun berakhir. Arifah Azizah Oktarani Zainul berjalan ke arah luar kamarnya Alifah Afsana Khaerul adik sambungnya Fauzi As'ad Anwar.


"Kenapa aku semakin penasaran dengan hubungan uncle Faiz Aksan dengan pembatalan pernikahannya ayah dengan Aqila Sera Wijaya?" Batinnya Arifah yang berjalan ke arah atas tangga tempat kamarnya Faiz Aksan berada.


"Nona Muda Arifah!" Teriaknya Bibi Ani yang berjalan tergopoh-gopoh ke arah Arifah yang sudah menghentikan langkahnya itu.


"Ada apa bi Ani, kenapa meski bibi harus berjalan seperti itu? Oiya bibi apa uncle Faiz masih di rumah?" Tanyanya Arifah yang berniat segera mengakhiri beberapa pertanyaan yang menghantui pikirannya itu.


"Aku eehh Tuan Muda Faiz baru saja berangkat kerja katanya tiga hari atau empat hari baru balik Non, ada kerjaan di luar kota kalau enggak salah di Bandung," jawabnya Bu Ani yang mencoba mengingat pembicaraan antara Fauzi dengan Faiz ketika mereka sarapan tadi pagi.


"Ihh gitu,saya kira Uncle masih di rumah,"


"Nona Muda ada tamunya Non, dia sedari tadi menunggu Non di ruang tamu," imbuhnya Bu Ani.


"Tamu?" Tanyanya Arifah sembari mengerutkan keningnya karena melupakan keberadaan dan janji temunya dengan Ariestya Fathia Lubis beberapa menit lalu saking banyaknya urusan yang dia hadapi hari ini.


"Namanya siapa Bi?"


"Kalau gak salah namanya Ariestya Fa…," ucapannya Bu Ani terpotong karena segera disela perkataannya oleh Arifah.

__ADS_1


"Makasih banyak Bi, jangan lupa buatkan kami minuman dingin dengan beberapa cemilan, tolong antar ke kamarku yah Bi," perintahnya Arifah yang sudah berjalan cepat menuju ke ruangan tamunya dimana Ariestya sedang sibuk memainkan gedjetnya itu.


"Sudah lama bebs?" Tanyanya Arifah sambil cipika-cipiki dengan sahabat terbaiknya itu.


"Lumayan lama sampai-sampai aku karatan menunggumu," candanya Ariestya.


"Ya elah… baru setengah jam juga nungguinnya sudah mau karatan,ngaco banget loh,"


"Kamu apa enggak lihat wajahku yang dongkol dan kesel hingga muncul beberapa kerutan yang semestinya tidak boleh ada hanya karena aku bertemu dengan pria brengsek yang pernah aku ceritakan beberapa hari yang lalu padamu," jelasnya Ariestya yang marah sambil meremas kertas undangan yang kebetulan berada di atas meja.


"Kalau gitu ceritakan kisahmu itu di atas kamarku saja, nggak seru ngomong kalau di sini," imbuh Arifah yang sudah menarik tangannya Ariestya.


"Hey tadi katanya kamu bertemu dengan pria yang merenggut ciuman pertamamu itu?" Tanyanya Arifah yang penuh selidik.


Ariestya ikut duduk di atas salah satu sofa yang terletak di sudut kamarnya Arifah yang cukup besar itu, "Betul sekali saya bertemu dengan pria itu di dalam rumahmu ini,"


"Apa di dalam rumahku? Itu tidak mungkin banget deh mungkin kamu salah lihat atau salah orang kali atau jangan-jangan pria itu hanya kurir yang kebetulan berdiri di depan pintu," sanggahnya Arifah.


"Tidak mungkin itu kurir, masa ada kurir yang berpakaian rapi dengan stelan jas yang sangat bagus melengkapi penampilannya yang begitu gagah dan sangat cocok ditubuhnya itu," ujarnya Ariestya yang secara tidak langsung mengagumi dan memuji penampilannya Fahmi Idris Sardi Khaerul adik paling bontotnya Fauzi yang paling dewasa dalam cara brrfikirnya itu.

__ADS_1


Arifah menarik sudut bibirnya ke atas setelah mendengar perkataan dari sahabatnya itu yang sebenarnya memuji ketampanan dari pria tersebut.


"Kalau begitu,coba jelaskan padaku gimana ciri-ciri orang itu, mungkin aku sangat mengenalnya jika kamu jelaskan secara detail dan terperinci," ujarnya Arifah Azizah Oktarani Zainul yang masih tersenyum simpul.


Ariestya pun menjelaskan panjang lebar ciri-ciri pria yang dimaksudkan yang sudah merebut paksa ciuman perdananya dalam keadaan yang tanpa sengaja ketika mereka bertemu tempo hari di kampus.


"Apa! Itukan seperti ciri-cirinya uncle Fahmi adik iparku sekaligus adik dari ayah angkatku yang sekarang sudah berubah jadi suamiku," ungkap Arifah.


"Apa uncle kamu, adiknya ayah angkatmu gitu maksudnya?!" Tanyanya Ariestya yang terkejut mendengar penuturan dari Arifah.


"Bukan ayah angkatku tapi dia adalah suamiku ingat itu bestie, kami sudah menikah dan setelah mengurus pembatalan pernikahannya dengan Aqila Sera Wijaya, kami berencana untuk mengumumkan hal itu tersebut ke publik," tampiknya Arifah.


"Stop bahas pernikahanmu, aku pengen memperjelas laki-laki itu, apa benar dia adik iparmu yang tinggal di rumah ini juga bersama kalian?" Tanyanya Ariestya yang sudah berdiri dari posisi duduknya itu yang semakin dibuat penasaran.


Arifah terkekeh melihat reaksinya Ariestya itu," ya Allah… kamu seperti orang yang sangat penasaran dengan uncle Fahmi apa jangan-jangan kau sudah jatuh cinta pada pesonanya uncle Fahmi Idris Sardi Khaerul lagi! Kalau seperti itu itu sangat bagus malah aku sangat bahagia berarti semua sahabat terbaikku akan menjadi ipar ku," terangnya Arifah yang sangat gembira dengan hal itu.


"Apa! Itu tidak mungkin terjadi Mas Arif aku sangat membenci pamanmu itu, jadi mana mungkin aku jatuh cinta padanya apa lagi Sampai-sampai harus menikah dengan pria tidak tahu diri itu," ketusnya Ariestya.


"Hahaha bestie ada pepatah mengatakan awalnya benci lama-lama menjadi cinta, karena benci itu bedanya hanya sedikit dengan cinta, Ingat itu baik-baik," pungkasnya Arifah.

__ADS_1


__ADS_2