Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku

Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku
Bab. 18


__ADS_3

Arifah terkekeh melihat reaksinya Ariestya itu," ya Allah… kamu seperti orang yang sangat penasaran dengan uncle Fahmi apa jangan-jangan kau sudah jatuh cinta pada pesonanya uncle Fahmi Idris Sardi Khaerul lagi! Kalau seperti itu itu sangat bagus malah aku sangat bahagia berarti semua sahabat terbaikku akan menjadi ipar ku," terangnya Arifah yang sangat gembira dengan hal itu.


"Apa! Itu tidak mungkin terjadi Mas Arif aku sangat membenci pamanmu itu, jadi mana mungkin aku jatuh cinta padanya apa lagi Sampai-sampai harus menikah dengan pria tidak tahu diri itu," ketusnya Ariestya.


Aristya Fathia Lubis memeluk tubuh sahabatnya itu," selamat yah bestie kamu akhirnya bisa menikah juga dengan ayah angkatmu, pria yang sejak dulu kamu sayangi itu, aku doakan semoga pernikahan kalian langgeng hingga kakek nenek dan selalu sakinah mawadah warahmah, rencana kita berhasil juga," ujarnya Ariestya.


"Alhamdulillah aku sudah resmi menjadi istri dari Fauzi As'ad Anwar walaupun masih sekedar nikah siri dulu tapi, aku sudah berhasil mengubah statusku dengannya yaitu dia suamiku bukan ayah angkatku lagi," tuturnya Arifah Azizah Oktarani Zainul penuh dengan rasa jumawa.


Suara gelak tawanya Arifah hingga kedengaran sampai di telinganya Bibi Ani salah satu asisten rumah tangganya itu.


"Nona Muda Arifah kalau tertawa bikin ngeri ngeri sedap saja," gumamnya Bi Ani art nya yang paling setia itu bisa diandalkan janda tanpa anak itu lebih memilih mengabdikan hidupnya dengan bekerja bersama keluarganya Arifah dari pada harus menikah lagi dengan pria yang mendekatinya.


Arifah tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari Ariestya, "Hahaha bestie ada pepatah mengatakan awalnya benci lama-lama menjadi cinta, karena benci itu bedanya hanya sedikit dengan cinta bahkan sangat tipis hingga terkadang sulit untuk membedakannya, Ingat itu baik-baik," pungkasnya Arifah Azizah Oktarani Zainul.


"Itu tidak mungkin akan terjadi dalam kamus kehidupanku mencintai pria yang sangat aku benci," tampiknya Ariestya yang tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi pada perasaannya sendiri.


"Sudahlah kalau seperti itu, aku hanya akan menjadi penonton setia jika apa yang aku katakan sebelumnya bisa menjadi kenyataan amin ya rabbal alamin," ujarnya Arifah.


"Ngomong-ngomong tadi kamu bilang dua sahabat kamu yang akan menjadi saudara iparmu maksudnya apa? Aku kagak mudeng," ucapnya Aristya mengerutkan keningnya itu.


"Maksud aku…," ucapannya terpotong karena ketukan pintu kamarnya yang tiba-tiba.

__ADS_1


"Nona Muda Arifah pesanannya Non sudah jadi!" Teriaknya Bibi Ani Damar sambil kedua tangannya memegang nampan yang berisi beberapa gelas minuman,dua macam kue dan secerek minuman dingin hingga kesusahan membuka pintu


"Tunggu Bi," teriaknya pula Arifah.


"Tunggu yah aku ke depan dulu bantuin bibi Ani kasihan kalau harus sendirian bawa pesananku," ucapnya Arifah yang segera berjalan ke arah pintu.


"Ini Non, kue plus minuman dinginnya khusus untuk kalian gadis tercantik yang ada dalam disini," pujinya Bibi Ani sambil menaruh semua benda itu ke atas meja sofa buludru berwarna putih itu.


"Makasih banyak Bibi, kami sudah merepotkan Bibi," ucapnya Ariestya


Bu Ani menatap ke arah Aristya, "Sama-sama Non cantik, kok aku merasa pernah lihat wajahnya Non cantik yah? Tapi dimana?" Terkanya Bibi Ani sambil berusaha mengingat dimana ia pernah melihat Ariestya.


"Ahh bibi wajahnya temanku ini pasaran jadi mungkin Bibi Ani kenal, jadi itu sudah lumrah terjadi kok Bibi," sanggahnya Arifah sambil menuang jus jeruk itu ke dalam gelasnya sendiri.


"Apa!! Apa yang Bibi katakan benar atau hanya salah lihat lagi?" Tanyanya Arifah yang ingin memastikan hal tersebut.


"Saya bisa pastikan saya tidak salah lihat karena, tadi pagi saya yang bersihin kamar Tuan Fahmi," kilahnya Bibi Ani.


"Woooo amazing ini berita yang luar biasa berarti tidak lama lagi Uncle Fahmi akan melepas masa lajangnya,betul gak bi Ani yang aku katakan,"


"Itu benar sekali, semoga kalian segera menikah jangan seperti bibi yang sudah kapok dan trauma untuk menikah lagi," ucapnya Bi Ani sebelum meninggalkan kamarnya Arifah.

__ADS_1


Sedangkan Ariestya Fathia Lubis semakin dibuat melongok keheranan dengan situasi yang terjadi di dalam kamarnya Arifah.


"Ini jawaban dari pertanyaanmu tadi, yang pertama calon adik ipar ku adalah Fatir Muhammad Iqbal dengan kamu sendiri kalau menerima cintanya uncle Fahmi Idris Sardi Khaerul,kalau menurut saya sih uncle Fahmi itu pria dewasa, bijaksana, pengertian, setia,baik hati, bertanggung jawab, cakepnya enggak ketulungan tapi, masih lebih cakep suamiku sudah kepala tiga tapi baby face, uncle Fahmi juga punya karier dan pekerjaan yang mapan insha Allah kehidupanmu setelah menikah sudah terjamin. Apa lagi coba kriteria laki-laki yang tidak dimiliki adik ipar ku itu, jadi cobalah buka hatimu itu untuk uncle Fahmi dengan niat baik dan tulusnya itu," ungkap Arifah panjang lebar.


Aristya terdiam sambil merenungi perkataannya dari salah satu sahabat terbaiknya itu.


"Benar juga apa yang dikatakan oleh Arifah tapi, yang jadi masalah apa Fahmi juga benar-benar cinta padaku dan tertarik untuk menikahiku jangan sampai seperti kebanyakan pria di luar sana yang hanya mengobral janji kepada setiap gadis yang ditemuinya, aku kan enggak tahu dengan kehidupannya, apalagi anak kantoran gitu mungkin punya kekasih yang cantiknya jauh melebihiku," batinnya Ariestya.


"Sudah ah melamunnya, kita nikmati minumannya sebelum esnya mencair, kamu perlu persiapkan juga mental kamu untuk menyambut pernikahan adik ipar ku aunty Alifah Afsana dengan Fatir Muhammad Iqbal sahabat kita itu setelah kepulangan ke-dua orang tuanya Fatir dari umroh tanah suci Mekkah," terangnya Arifah sambil menyeruput minuman jus dinginnya.


"Apa perempuan yang pernah dikatakan sempit karena keceplosan Fatir adalah adik dari suamimu itu yang berstatus istri orang itu kah?" Tebaknya Ariestya seraya mengunyah kue yang baru ia potong itu.


"Mantul pake banget, Fatir sudah jadi pebinor bermartabat karena, Aunty Alifah memang pernikahannya tidak sehat dan parahnya lagi Fadil Wahidin Syam selingkuh dan menikah untuk kedua kalinya dengan sekertaris yang bernama Adita Nadia Syahid dari uncle Faiz Ahsan Anwar adik keduanya suamiku itu, lucu kan kasus mereka berempat," ucapnya Arifah yang tertawa cengengesan setelah berbicara.


"Apa! Siapa namanya perempuan itu tadi kamu bilang Ar?" Tanyanya Ariestya dengan penuh keseriusan karena terkejut mendengar itu nama.


Arifah menautkan kedua alisnya melihat reaksinya Ariestya," memangnya kau kenal Adita Nadia Syahid?"


Ariestya menutup mulutnya saking tidak percayanya mendengar nama perempuan itu disebut," dia itu anak sambung papaku, benar-benar buah yang jatuh tak akan jauh dari pohonnya, Ibunya pelakor anaknya juga pasti pelakor juga," sarkasnya Ariestya.


"Dunia benar-benar tak selebar daun kelor gak sih, tapi bagaimanapun juga dia adalah saudara sebapak kamu, walau gimanapun ia akan selamanya tetap jadi saudarimu apalagi sudah hamil lagi, tapi aku hanya berharap agar tidak menggoda uncle aku Faiz Aksan yang belum menikah itu," tukasnya Arifah.

__ADS_1


"Semoga saja dia tidak seperti ibunya yang tidak setia pada pasangannya masing-masing, kasihan dengan pasangannya sekarang kalau seperti itu juga karakternya," tutur Ariestya.


__ADS_2