
Alifah segera berhamburan memeluk tubuhnya Fauzi abangnya itu setelah melihat kedatangannya dengan Air. Fatir awalnya sangat cemburu melihat Fauzi memeluk tubuhnya Alifah kekasihnya itu sekaligus calon Ibu dari anaknya.
"Kakak, kenapa kamu datang terlambat aku disik-sa oleh perempuan pelakor itu," ratapnya Alifah yang kembali melanjutkan akting teraniaya nya itu di depan kakak sulungnya.
Air matanya Alifah sudah membanjiri wajahnya itu sambil memberikan kode kepada Fatir Muhammad Iqbal agar tenang karena, kakaknya punya banyak koneksi dan kenalan pengacara hebat dan handal di tanah air. Fatir hanya tersenyum cengengesan ke arahnya Arifah.
"Tenanglah Abang akan selesaikan semuanya Abang pastikan kamu akan bercerai dengan pria brengsek seperti dia, Abang sudah lama mengetahui keburukan dan kejelakannya pria tidak tahu diri itu, jadi kamu pasti akan menang di pengadilan, tidak perlu takut seperti ini adikku," ujarnya Fauzi.
Alifah menatap ke arah Fadil dengan tatapan mengejeknya itu sambil menjulurkan lidahnya seperti anak kecil saja. Fauzi segera mengurus beberapa prosedur administrasi agar Fatir Muhammad Iqbal dan Alifah Afsana bisa bebas bersyarat dengan jaminan dari pengacara keluarganya itu.
Arifah berjalan ke arah Fatir," ada hubungan apa kamu dengan iparku sekaligus aunty cantik? Kalian bersama disini aku yakin itu bukan karena unsur tidak sengaja, aku yakin dengan sangat jika kalian berdua ada hubungan, apa jangan-jangan dia adalah perempuan yang kamu katakan kekasihmu yang masih sempit itu?" Tanyanya Arifah dengan penuh selidik yang menatap penuh arti ke arahnya Fatir sahabat terbaiknya itu.
__ADS_1
"Ipar, maksudnya Alifah adalah adik iparmu,apa jangan-jangan kalian sudah menikah?"
"Dia bukan ayah angkatku lagi tapi, dia suamiku,"
Fatir hanya tersenyum menanggapi perkataan dari salah satu sahabatnya itu tanpa menjawab pertanyaan dari Arifah Azizah Oktarani. Sebenarnya dia berniat untuk menjawab pertanyaan dari Arifah tapi, Alifah Afsana Khaerul dan Fauzi As'ad Anwar sudah datang sehingga ia mengurungkan niatnya untuk berbicara jujur kepada Arifah.
"Ingat kau berhutang penjelasan padaku,besok sore kita ketemu ditempat biasa," bisiknya Arifah sambil berjalan agak menjauh dari tempatnya itu.
"Ayah, bagaimana dengan urusannya dengan pak polisi apa mereka bisa bebas?" Tanyanya Arifah yang memandang jengah ke arah Adita Nadia Syahid.
Fauzi yang melihat istrinya itu terdiam segera memeluk tubuh istrinya itu di depan beberapa orang dengan terang-terangan.
__ADS_1
"Sayang apa yang terjadi padamu, kenapa kamu bengong?" Tanyanya penuh selidik yang melihat istrinya itu terdiam seribu bahasa.
Alifah melihat ke arah kakak sulungnya itu sekaligus kepala keluarga di dalam keluarganya itu.
"Sayang!?" Beonya Alifah.
Fauzi menarik tubuhnya Arifah lalu kemudian memeluknya dengan erat," iya kami sudah menikah jadi sekarang dia adalah kakak iparmu bukan anak angkatku lagi, tapi untuk sementara waktu aku minta kepada kalian untuk merahasiakan hubungan kami ini," ucapnya Fauzi yang memperlihatkan kedekatan dan kemesraannya di depan umum tanpa mempedulikan jika tiba-tiba ada keluarga dekatnya Aqila Sera Wijaya tunangannya melihatnya dalam keadaan seperti itu.
"Alhamdulillah,saya sebenarnya lebih senang dan bahagia jika Abang menikahi Arifah secara kalian tidak ada hubungan darah sedikitpun, kedua ayah dan anak angkat status kalian itu hanya sekedar di lisan saja tidak menurut hukum,apa Abang sudah merencankan semua ini jauh-jauh hari sejak Arifah kedua orang tuanya meninggal dunia, karena Abang tidak pernah mendaftarkan ke catatan sipil tentang hubungan kalian secara hukum karena, dengan alasan ini yah!?" Tebaknya Alifah Arsana.
"Katakan pada kekasihmu itu untuk segera melamarmu setelah perceraianmu beres dengan Fadil Wahidin Syam, ingat jangan menunda-nunda lebih lama lagi jika kamu memang serius pada adikku, jika tidak tolong segera tinggalkan adikku ini, saya tidak ingin melihat adikku kecewa untuk kedua kalinya dan masalah jodohnya,saya tidak akan ikut campur seperti sebelumnya yang menjodohkan dengan pria kurang ajar, brengsek, lucknut dan tidak tahu balas budi itu," kesalnya Fauzi yang juga menyesal karena dia lah adik tunggal perempuan di dalam keluarganya itu harus sedih dan hancur berkeping-keping hatinya karena ulah suaminya itu yang tidak lama lagi menjadi mantan suami.
__ADS_1
Fatir segera berjalan ke arah depannya Fauzi setelah mendengar perkataan dari calon kakak iparnya itu," saya Fatir Muhammad Iqbal bukan pria bajingan seperti mantan suaminya yang terdahulu, tapi saya akan buktikan jika aku bisa dan sanggup membahagiakan Alifah dengan cara apapun asalkan ia bahagia bersamaku kelak," terangnya Fatir dengan penuh kesungguhan dan keteguhan di setiap perkataannya itu.
Air matanya Alifah menetes membasahi pipinya mendengar keseriusan dan kesungguhan hatinya Fatir. Ia sangat gembira mendapatkan pria idaman wanita banget di dalam hidupnya itu.