Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku

Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku
Bab. 14


__ADS_3

"Kenapa kami harus malu, kami andai bisa mungkin akan memperlihatkan kepada aunty cara kuda-kudaan yang bagus, gimana apa Aunty minat?" tanyanya Arifah yang membalas candaan adik iparnya itu dengan gurauan.


Keesokan harinya, Arifah yang baru saja menyelesaikan ritual mandinya dan masih berpakaian kimono secepatnya berjalan ke arah ranjangnya itu setelah mendengar hpnya berdering. Ia segera meraih hpnya terletak di atas nakas. Dia mengerutkan keningnya melihat nama seseorang yang berhasil menggangu aktifitas paginya.


"Untung enggak lagi wik wik dengan ayah, kan bisa kacau moments nya kalau hp tiba-tiba berbunyi seperti ini," lirihnya Arifah Azizah Oktarani Zainul.


"Kamu ada di rumah gak?" Tanyanya Ariestya Fathia Lubis dengan sedikit mengeraskan dan menaikkan volume suaranya itu beberapa oktaf.


Arifah menjauhkan hpnya dari telinganya itu, karena suara cemprengnya Ariestya yang tidak kira-kira itu bisa membuat pecah gendang telinga bagi yang mendengarnya saking hebohnya.


"Ya Allah… ini anak kebiasaan sulit dilupakan,apa susahnya ucapkan salam sebelum mengoceh," dengusnya Arifah yang sudah hafal kebiasaan sahabatnya itu.


"Hehehe… maaf Pak Arif lupa saking penasarannya gue, assalamualaikum," elaknya Aristya.


"Waalaikum salam Mas Aries, ada yang bisa aku banting?" Tanyanya Arifah sambil mengeringkan rambut panjang hitam bergelombangnya itu.


"Banting! emangnya aku artis dangdut itu yang main banting segala saat adu mulut dengan suaminya apa!?" Candanya Arifah yang tertawa cekikikan dibalik hpnya itu.

__ADS_1


"Kalau kamu mana berani orang banting kau, malah suamimu loh yang akan ngacir sebelum kamu banting, eh ngomong-ngomong masalah suami aku dapat bocoran dari Fatir katanya kamu sudah nikah bebs," tebaknya Ariestya.


"Alhamdulillah sudah semalam, tapi ada yang membuatku gelisah dan ketakutan bebs, kamu datang ke rumah yah aku tungguin mumpung libur oke,"


"Sukur Alhamdulillah kalau sudah nikah, aku akan segera meluncur, bye bye assalamualaikum,"


Sambungan telpon pun terputus, Arifah kembali memikirkan bagaimana caranya untuk terus menutupi kenyataan jika dirinya tidak hamil juga.


"Tapi ngomong-ngomong tentang testpack itu apa jangan-jangan milik aunty cantik Alifah, secara kalau sesuai dengan dugaanku mereka pasti sudah main kuda-kudaan secara Fatir pernah keceplosan menyebut sempit," gumamnya Arifah.


Arifah Azizah Oktarani Zainul segera membereskan tata make-upnya itu dengan secepat kilat. Suaminya sekitar dua jam yang lalu sudah berangkat ke kantornya.


Fahmi Idris Sardi Khaerul baru saja selesai sarapan dan hendak berangkat ke kantornya, tapi ia segera urungkan niatnya setelah melihat perempuan yang berusia 20 tahun itu dengan status yang membingungkan untuknya. Dikatakan kakak ipar iya, keponakan angkat juga bisa karena hubungannya dengan kakak sulungnya itu.


"Aku kerjain dia dulu sebelum berangkat," cicitnya Fahmi Idris yang tersenyum penuh maksud.


Fahmi segera mempercepat langkahnya menuju Arifah," pagi kakak ipar," sapanya Fahmi dengan wajah sok lugunya itu.

__ADS_1


Arifah reflek menghentikan langkahnya ketika mendengar suara seseorang yang sangat ia hafal dengan jelas pemilik suara itu. Arifah celingak-celinguk memperhatikan keadaan sekitarnya lalu secepat kilat berlari ke arah Fahmi Idris. Arifah segera membekap mulutnya pria yang hanya terpaut dengan usianya itu.


"Pelankan suaranya uncle, kalau ada orang lain yang dengar kan bisa gawat, untuk saat ini kami merahasiakannya dulu untuk sementara waktu," cicitnya Arifah yang sengaja mengecilkan suaranya agar tidak menimbulkan kecurigaan terhadap beberapa orang yang berada di dalam kediaman kedua orang tuanya itu.


Fahmi bukannya menurut malah semakin tertantang untuk mengerjai keponakannya yang sudah menjadi kakak iparnya itu.


"Kalau kamu seperti ini,bisa saja orang-orang akan melihat kita dan semakin curiga, apa kamu sudah siap membocorkan rahasia kalian berdua?"


Arifah segera melepaskan telapak tangannya dari mulutnya Fahmi Idris.


"Uncle bisa diam tidak, kami benar adanya sudah menikah semalam tapi, untuk meresmikannya kami akan cari waktu dan kesempatan yang tepat untuk membatalkan pernikahan ayah terlebih dahulu dengan Aqila Sera Wijaya," imbuhnya Arifah.


"Saya sangat bahagia mendengar kalian berdua sudah resmi menjadi pasangan suami istri, kamu cukup gercep ponakan," pujinya Fahmi Idris.


Arifah hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan yang bernada pujian yang diberikan oleh salah satu adik dari suamiku itu.


"Kalau masalah itu sebenarnya gampang banget,hanya kamu dekati Uncle Faiz Aksan Anwar akan beres dan selesai masalah kalian kok," ujarnya Fahmi Idris yang tidak ingin juga berterus terang kepada Arifah.

__ADS_1


"Uncle Faiz Aksan!" Beonya Arifah dengan raut wajahnya yang kebingungan dengan keningnya yang berkerut.


__ADS_2