
"Kalau masalah itu sebenarnya gampang banget,hanya kamu dekati Uncle Faiz Aksan Anwar akan beres dan selesai masalah kalian kok," ujarnya Fahmi Idris yang tidak ingin juga berterus terang kepada Arifah.
"Uncle Faiz Aksan!" Beonya Arifah dengan raut wajahnya yang kebingungan dengan keningnya yang berkerut.
Baru saja hendak menjawab pertanyaan dari Arifah,bel pintu rumahnya berbunyi. Fahmi tersenyum sambil menunjuk ke arah pintu berdaun dua itu dan menghentikan perbincangan mereka pagi itu.
"Saya buka pintu dulu baru kita lanjut perbincangan kita,kamu sepertinya ingin bertemu dengan Alifah kamu ke sana saja dulu karena sepertinya sangat urgen," pintanya Fahmi Idris yang mengusulkan hal tersebut kepada Arifah.
"Gantung banget penjelasannya, ingat Uncle berhutang penjelasan padaku,"
Arifah segera berjalan ke arah dalam letak kamar auntynya, sedangkan Fahmi segera memutar knop pintu itu. Betapa terkejutnya melihat siapa tamunya pagi itu yang datang mengunjunginya sepagi ini. Seorang perempuan yang pernah dia rebut ciuman pertamanya dengan paksa. Seorang gadis yang beberapa hari belakangan ini selalu hadir bayang-bayangnya mengusik ketenangan hidupnya.
__ADS_1
"Kamu!?" Ucap keduanya bersamaan sambil saling melempar jari telunjuknya masing-masing saking kagetnya dengan apa yang mereka lihat.
"Iya ini aku Pria yang super ganteng,baik hati, setia dan siap menjadi imammu kelak," tuturnya Fahmi dengan santainya itu.
"Narsis banget loh jadi orang, siapa juga yang mau jadi istri loh jadi orang jangan tingkat kepedeannya melewati ambang batas," sarkasnya Ariestya Fathia Lubis sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya itu.
Fahmi memajukan langkahnya hingga semakin dekat jarak keduanya," saya akan buktikan kepada mu setiap ucapan ku jika, kamu hanya akan menikah denganku Fahmi Idris Khaerul bukan laki-laki lain, Ingat itu baik-baik kalau perlu kamu catat dalam buku harianmu," terangnya Fahmi seraya berjalan ke arah carport mobilnya dengan menggoyangkan kunci mobilnya yang sejak tadi dipegangnya.
"Iihh amit-amit deh kalau aku menerima dan mau menikahi pria berandalan sepertimu, jika aku menikah denganmu suatu hari nanti berarti aku terlalu cantik dimatamu," sumpahnya Ariestya sembari mengetuk keningnya beberaoa kali yang segera berjalan meninggalkan tempat itu dengan raut wajahnya yang ditekuk saking jengkelnya bisa bertemu dengan pria yang merebut ciuman perdananya beberapa minggu lalu.
Arifah sudah berada di dalam kamar Alifah Arsana Khaerul adik seibu suaminya itu," Aunty katakan padaku yang sejujurnya,apa benar benda ini adalah miliknya Aunty atau bukan? Karena berkat benda ini saya akhirnya bisa menikah dengan abangnya Aunty ayah angkat ku yang selalu buat aku meen deee saaahh semalaman," tanyanya Arifah yang membuat Alifah melototkan kedua bola matanya itu.
__ADS_1
"A-pa mak-sud-nya ka-mu, Aunty tidak mengerti dengan perkataanmu barusan," kilahnya Alifah yang tidak mungkin blak-blakan mengatakan yang sejujurnya di depan kakak iparnya itu.
Walaupun selama ini mereka selalu bertukar pendapat dan curhat satu sama lainnya. Tapi, entah kenapa masalah yang lebih intim dan sensitif dengan kekasih barunya itu atau selingkuhannya, Alifah tidak berani mengumbarnya.
Arifah berjalan mengitari Alifah yang sudah nampak grogi, salah tingkah dan juga ketakutan. Arifah tersenyum penuh kemenangan karena, sudah berhasil membuat Alifah tersudut dan mengetahui jawaban dari beberapa pertanyaan yang berseliweran di dalam benaknya itu.
"Kalau seperti ini, Aunty tidak perlu menjawab semuanya karena aku sudah mengetahui dengan pasti apa yang terjadi sebenarnya, perlu aunty tahu jika pria yang menjadi selingkuhannya Aunty adalah salah satu sahabat terbaikku yang bernama Fatir Muhammad Iqbal," ungkapnya Arifah Azizah Oktarani Zainul yang kemudian tertawa terbahak-bahak melihat mimik wajahnya Alifah Arsana Khaerul yang sudah pucat pasi itu.
"Ke-na-pa kamu bisa mengetahui semuanya? apa kamu cenayang?" tanyanya Alifah dengan asal saja.
Arifah mendelik tajam ke arah Alifah," adik ipar ku memang pintar cari calon suami yang bebet bibit dan bobotnya sangat jelas, insya Allah Aunty tidak akan melarat hingga tujuh turunan jika menikahi Fatir Muhammad Iqbal itu, aku akan mendukung dan mensuport Aunty," terang Arifah sambil merangkul pundak dari sahabatnya sekaligus adik iparnya itu.
__ADS_1
"Berarti bagus dong kalau Fatir itu sahabatmu dan anak sultan, inikan yang aku cari sedari dulu, hanya Abang Fauzi As'ad Anwar saja yang menjodohkan aku dengan si pria hidung belang, brengsek, kurang ajar tidak tahu diri itu, pria lucknut yang telah aku nikahi tanpa cinta sehingga impian aku itu tertunda," kesalnya Alifah yang reaksinya spontan berubah drastis setelah mendengar penjelasan dari Arifah kakak iparnya.
"Aunty memang the best lah, baru segitu yang aku katakan reaksinya langsung berubah 180 derajat, buzit dah, aku hanya doakan yang terbaik untuk aunty dengan sahabat aku itu, karena kalian sama-sama orang baik pantes mendapatkan kebahagiaan pula," harapnya Arifah yang bersikap dewasa dan bijaksana kali ini.