Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku

Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku
Bab. 55. Rencana Pernikahan


__ADS_3

"Ibu mana yang tidak akan sedih, hancur dan kecewa jika calon bayinya meninggal dunia karena, selingkuhan dari suaminya sendiri, perempuan itu sungguh keji membunuh bayiku, dengan teganya menyiram minyak goreng ke atas lantai hingga aku terjatuh, a-ku…," ucapannya Arifah tidak mampu dia lanjutkan karena air matanya semakin menetes membasahi pipinya saking hancur lebur berkeping-keping hatinya jika harus kembali mengingat kejadian itu lagi yang berusaha sekuat tenaga dia ingin lupakan.


Kenangan manis dan pahit itu yang terjadi kepada setiap manusia tidak akan pernah bisa dilupakan, manusia hanya bisa berupaya untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari kejadian tidak mengenakkan itu. Siapapun orangnya kenangan dalam hidupnya masing-masing sulit untuk dilupakan bahkan mustahil, kecuali orangnya amnesia atau meninggal dunia.


"Sudah-sudah jangan dibahas lagi, kalau bisa menurut aku jangan sekali-kali ada yang mengorek dan mengingatkan Non Arifah masa lalunya yang suram dan kelam itu, karena Nona Muda itu trauma sampai detik ini dia berusaha untuk mengobati traumanya dengan ke rumah sakit setiap minggunya untuk berkonsultasi dengan dokter psikiater," ungkapnya Bu Hamidah perempuan paruh baya yang selalu menemani Arifah dalam suka maupun dukanya.


"Betul sekali apa yang dikatakan oleh Ibu Hamida, mulai detik ini saya secara pribadi memohon kepada kalian jangan sekali-kali lagi mengingatkan Arifah mengenai kejadian ini, semoga pengalamannya Arifah dalam berumah tangga membuat kita tersadar dan membuka mata kita semua lebar-lebar untuk selalu menghargai pasangan kita yang sudah begitu baik mendampingi kita semua," cercanya Ariestya Fathia Lubis sambil memeluk tubuh sahabat terbaiknya itu.


"Ambil hikmah dan petik pesan moral dari masalah kisruh rumah tangganya Arifah,ini khusus untuk para suami-istri jangan berani-berani untuk berselingkuh apalagi berbuat kasar kepada pasangan kalian masing-masing, sudah ada contoh di depan mata kita yang patut kita ambil pelajaran penting dari kejadian tersebut," imbuhnya Fahmi Idris Sardi Khaerul adik sambungnya Fauzi.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong calon suaminya Arifah ganteng, tajir dan sholeh serta baik banget loh, mungkin Arifah tidak tahu jika Abang Fajar yang telah merencanakan kedatangan kami ke sini,dia yang langsung menemui kami untuk menjadi saksi pernikahan kalian besok dengan merencanakannya dengan begitu rapi dan terencana dengan baik," ungkap Alifah Andita Khaerul saudara seibu dengan Faiz.


"Kamu sangat beruntung loh Arif dapat pria yang begitu tulus menyayangi dan mencintaimu bahkan, pengorbanannya tidak sedikit, dia sungguh-sungguh ingin membahagiakanmu, bayangkan kami itu tinggal di Seoul Korea Selatan,Fajar datang menyambangi rumah kami dan meminta kami secara khusus untuk datang loh, makanya hari ini kami ada bersama kalian," jelas Aqila Sera.


"Iya mantul banget, Fajar tidak main-main dalam merencanakan semua ini,bukan hanya kalian yang diundang secara khusus dan spesial untuk ke London Inggris,tapi kami juga kan Mas Fahmi, Fajar datang berkunjung ke kediaman kami yang ada di Singapura untuk menjadi saksi ijab kabul kalian berdua menjadi bridesmaid kalian besok pagi, kebetulan kami pengen bulan madu untuk kedua kalinya agar kami bisa memiliki adiknya Ayesha pengennya berharap adiknya nanti cowok karena mas Fahmi katanya enggak punya teman main," ujarnya Aristya yang terkekeh mendengar perkataannya sendiri.


Semua orang tertawa terbahak-bahak mendengar curhatan para istri-istri itu, sedangkan sang suami-suami yang cakep-cakep dan bijaksana itu hanya saling bertatapan satu sama lainnya sambil menyeruput kopi buatan Bu Hamidah lengkap dengan kuenya malam itu.


Kedatangan mereka membuat hatinya Arifah Azizah Oktarani Zainul menjadi lega, plong seperti seolah ada batu besar yang selama ini menghimpit hidupnya itu sudah jatuh dan hancur berkeping-keping.

__ADS_1


"Kamu mengijinkan istrimu kb atau kb alami Fatir?" tanyanya Faiz Arfat yang kepo dengan kehidupan adik perempuan satu-satunya itu.


"KB alami saja bang, katanya Mas Fatir tidak enak kalau pakai alat kontrasepsi," gurauan Alifah yang membuat suaminya melototkan matanya saking malunya hal seperti itu dibahas di depan orang lain, walaupun mereka tetap saudara.


Fatir Muhammad Iqbal langsung membekap mulut Arifah yang akan mengoceh lagi. Apa yang pasangan suami istri lakukan semakin membuat suasana semakin ramai dan terlihat kebersamaan mereka yang begitu tulus tanpa rekayasa dan tipuan.


Rencana pernikahan Arifah dengan Fajar tinggal menghitung hari saja mereka sudah siap untuk menikah. Semua persiapan kembali dilaksanakan dan tersisa dua puluh persen saja semua persiapan pernikahan antara Arifah dengan Fajar.


Walaupun hatinya Arifah Azizah akan menikah dengan keadaan yang masih marah, kesal dan takutnya jika Arifah menikah lagi dengan pria lain.

__ADS_1


__ADS_2