Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku

Dia Suamiku Bukan Ayah Angkatku
Bab. 11


__ADS_3

Fauzi segera mengemudikan mobilnya menuju kantor polisi setelah mendapatkan telpon dari adik sambungnya beda bapak itu. Alifah Arsana Khaerul jika ia ditahan oleh polisi karena,bersiteru dan berkelahi dengan seorang perempuan di sebuah apartemen mewah.


"Sayang Ingat untuk sementara waktu, kau harus rahasiakan pernikahan kita ini, setelah aku berbicara dengan kedua orang tuanya Aqila Sera Wijaya untuk pembatalan rencana pernikahanku barulah kita umumkan pernikahan kita ini, dan aku mohon padamu tolong jaga baik-baik calon anak kita sayang," tuturnya Fauzi As'ad Anwar seraya mengecup punggung tangannya Arifah perempuan yang sebelumnya berstatus anak angkatnya dan sekarang berubah menjadi istrinya itu.


Arifah mulai nampak panik dan takut jika setiap kali Fauzi membicarakan tentang kehamilannya itu," ya Allah… apa yang akan aku lakukan jika ayah tahu jika aku tidak hamil sedangkan tespack yang aku perlihatkan tadi adalah bukan milikku,tapi entah siapa yang punya tapi, ngomong-ngomong siapa di rumah yang sedang hamil yah, sedangkan perempuan di dalam rumah saya dan aunty Alifah, apa milik salah satu asisten rumah tangga, sepertinya aku butuh menyelidik semua kemungkinan besarnya yang bisa terjadi."


Fauzi semakin menambah kecepatan laju kendaraannya karena takut jika terjadi sesuatu masalah besar kepada adiknya itu.


Sedangkan di dalam kantor polisi…

__ADS_1


"Bukan aku yang duluan Pak polisi tapi, perempuan tidak tahu diri itu yang sudah bermesraan dengan suamiku di depan umum makanya aku segera bertindak untuk menghajarnya, karena gara-gara perempuan hina dan lucknut itu uang jatah bulanan ku semakin sedikit," geramnya Alifah yang emosinya sudah menggebu-gebu hendak maju menghajar Adita Khasanah tapi segera dicegah dengan cara dipeluk perutnya oleh Fatir Muhammad Iqbal.


"Sudah, jangan terpancing emosimu dengan perkataan dari mulut berbisanya itu, Ingat kamu itu lagi hamil calon anakku aku enggak mau kamu dan anakku kenapa-kenapa," bisiknya Fatir yang mampu meredam emosinya Alifah.


"Hahah itu salahmu sendiri jadi istri gak tahu bahagiakan suamimu, makanya dia mencari keee puaaa saann padaku, apa aku salah jika menerima lamaran dari pria tampan dan punya masa depan yang bagus seperti suami kita," sarkasnya Adita Nadya Almira.


"Aku sama sekali tidak rugi dan mempermasalahkan hubungan kalian berdua haa! Aku hanya tidak ingin mendengar gosip dari orang jika tanpa sengaja melihat kalian bermesraan di depan umum dengan status masih suamiku,malah aku akan membantu kalian untuk selamanya jadi satu pasangan asalkan terima dan penuhi gugatan ceraiku itu saja yang aku inginkan," kesalnya Alifah.


"Pak polisi coba dengarkan baik-baik perkataan mereka, jadi apa aku salah jika bertindak untuk menghajarnya sebagai seorang istri yang teraniaya dan terzalimi seperti ini, dimana hati nurani pak polisi, dimana keadilan untukku isteri yang sudah diperlakukan seperti ini," ratapnya Alifah yang berpura-pura jika ia sangat menderita dengan sikapnya Fadil Syam Wahidin.

__ADS_1


Pihak kepolisian hanya saling melempar pandangan dan menggelengkan kepalanya melihat sikap dan tingkah laku dari ketiga orang dewasa itu yang melebihi anak kecil saja.


Fauzi segera berjalan ke arah dalam, Arifah belum menyadari jika kantor polisi yang ia datangi adalah tempatnya Fatir sahabatnya ditahan. Karena ia meminta diantar ke kantor polisi untuk menemui Fatir setelah masalah Alifah Afsana selesai dan aman damai sentosa. Arifah hanya berjalan mengikuti kemana langkah kakinya Fauzi suaminya saja.


Arifah Azizah Oktarani membelalakkan kedua bola matanya melihat siapa pria yang duduk di samping aunty cantiknya itu.


"Fatir Muhammad Iqbal," cicitnya Arifah.


"Apa pria dewasa yang masih muda dibandingkan dengan usianya itu adalah ayah angkatnya Arifah, terus ada hubungan apa dengan Arifah dan Alifah kekasihku?" tanda tanya memenuhi benak dan pikirannya Fatir Muhammad Iqbal.

__ADS_1


Arifah berjalan ke arah Fatir diam-diam tanpa sepengetahuan dari Fauzi As'ad Anwar suaminya," saya kira kamu di kantor polisi lainnya, ternyata disini rupanya," cicit Alifah.


__ADS_2