
Tok...tok...tok (suara ketuk pintu)
"Andhika!" Panggil Bunda Andhika dari luar kamar.
Andhika yang tadinya sedang asyik mendengarkan musik dari headphonenya kini melepasnya dan menjawab panggilan bundanya.
"Iyah bun," Balas Andhika.
"Dicariin tuh sama temennya," Ujar bunda Andhika.
"Siapa?" Gumam Andhika.
Kreeekkk (membuka pintu kamar)
"Siapa bun?" Tanya Andhika.
"Siapa yah?, bunda juga lupa namanya, kamu cepet temuin gih, kasihan," Jawab bunda Andhika.
Andhika berjalan menuju pintu rumah.
Kreekkk (membukakan pintu)
"Hallo bro!!!" Ujar Zen yang sempat membuatku kaget.
/////////////////////
Zen efendi, ia adalah teman baik Andhika atau dalam kata lain sahabatnya.
Andhika selalu mengungkap kan rahasianya kepada Zen selain pada buku diarynya, bahkan soal Kiyara dia juga mengetahuinya tapi begitupun juga dengan Zen, tidak ada kata rahasia diantara mereka berdua.
//////////////////
"Bro, ngerjain tugas bareng yuk," Ajak Zen.
"Bilang aja kalau lo gak bisa," Balas Andhika.
"Tuh tahu, lo emang peka banget yah sama gue hehehe" Ujar Zen.
"Yaudah, masuk yok," Ajak Andhika.
__ADS_1
(Kamar Andhika)
Lima belas menit berlalu......
"Astagaaaa, nih soal susah banget sih, tanya mbah dulu aja ah," Ujar Zen yang frustasi dengan tugasnya.
"Mbah-mbah, cari dibuku dulu, entar juga ketemu," Ujar Andhika.
"Gue bukan kutu buku kayak lo dhika, baca satu halaman aja gue udah gak kuat, gimana mau cari dibuku setebal 500 halaman, belum kelar baca udah melayang nyawa gua," Balas Zen.
"Lebay," Gerutu Andhika.
Ting (bunyi hp Zen)
"ANDHIKA!!!" Teriak Zen.
"Pa'an," Jawab Andhika.
"Lihat nih," Ujar Zen sambil menunjukkan pesan di hp nya.
"Ooohhh, mantan lo ngajak balikan," Ujar Andhika.
"Ekspresi lo kok datar banget sih, gue harus jawab apa nih?" Tanya Zen.
"Gue gak mau, lagian kejadian waktu itu juga, gue masih belum bisa lupain," Jawab Zen.
"Oooohhh," Ujar Andhika.
"Tapi kalau sama lo, gue mau," Ujar Zen.
Pakkk....(Andhika sontak memukul punggung Zen dengan buku paket)
"HOMO PEPESSS," Ujar Andhika.
"Andhika, ini atit loh," Balas Zen.
"Bodo," Jawab Andhika.
"Hehehe, oh yah kalau seumpama lo diajak balikan sama Kiyara lo jawab apa?" Tanya Zen.
"Jangan pernah sebut nama itu lagi," Jawab Andhika pelan namun tajam.
"Hehehe iyah deh iyah, gue kapok santai aja bosku" Ujar Zen.
__ADS_1
"Oh yah, kalau gak boleh sama lo, gue sama bunda lo aja, hehehe," Sambung Zen.
"Bunda gua masih waras, lagian juga belum mulai lo udah di kick sama bokap gua," Balas Andhika.
Kreeekkkk (suara pintu kamar terbuka).
Terlihat bunda Andhika masuk dengan membawa makanan.
"Yang semangat yah belajarnya, sambil belajar makan dulu yuk," Ujar bunda Andhika.
"Bunda, mau nggak jadi......,"
Pakkk (omongan Zen langsung berhenti, ketika Andhika menepuk paha Zen dengan keras)
"Andhika, kenapa di gitu'in temannya," Tanya Bunda Andhika.
"Itu bun, ada nyamuk tadi," Jawab Andhika.
batin Andhika.
"Oooohhh, yaudah bunda taruh disini yah makanannya," Ujar bunda Andhika lalu pergi meninggalkan kamar.
"Iyah bun," jawab mereka berdua.
"BRO, sakit tahu," Ujar Zen.
"Yah emang," Balas Andhika.
"Yaudah ayo makan dulu, lo belum makan kan?" Suruh Andhika.
"Pengertian banget sih," Balas Zen.
"Yah deh, serah lu,"
batin Zen.
..................
Assalamualaikum,
Sampai disini dulu yah, jangan lupa like, vote dan komentnya, agar memberi semangat saya dalam membuat eps selanjutnya.
Terima kasih♡´・ᴗ・`♡.
__ADS_1