
/Kriiingggg/ bunyi bel istirahat.
"Bro ke kantin yuk," Ajak Zen.
"Lo duluan aja, gue masih ada urusan bentar,"
"Urusan apaan sih,"
"Urusan Osis bentar, gue tadi dipanggil sama guru, disuruh buat ke ruangannya kalau udah waktunya istirahat,"
"Jangan-jangan lo mau di kick lagi, mau di turunin pangkat dari wakil ketos,"
"Astagfirullah, doa lu jelek amat sih, lo gue doain moga balik lagi ama mantan lu mau nggak,"
"Astagfirullah, mending di kick ama guru mah daripada suruh balikan lagi sama dia,"
"Laaahhh, makanya kalau mau doain orang tuh yang bener ikan pepes,"
"Yah deh gue khilaf, kalau gitu gue duluan yah, bye Andhikaku,"
"Iyah," balasku dengan lambaian tangan.
///////////////
[Setelah urusan selesai]
Dari kejauhan tepatnya di ujung koridor, aku lagi-lagi melihat Aqila sedang membawa banyak sekali minuman hingga kesusahan untuk membawanya.
batinku curiga.
[Menghampiri]
"Mau gue bantuin,"
"Eh kak Andhika, eng...enggak usah kak," jawab Aqila terbata.
"Yakin, tapi entar......,"
/Brukkk/semua minuman itu terjatuh, begitupun juga dengan Aqila.
batinku.
"Tuh kan apa gue bilang," Ujarku sambil membantu.
"Iyah kak maaf,"
batin Aqila.
/Aqila/ mencoba berdiri.
"Awww," kesakitan.
__ADS_1
"Loh kenapa, kayaknya kaki lo terkilir,"
"I...iyah,"
"Sini,"
"Eh eehhh, kakak mau apa,"
"Mah gendong lo,"
"Eh gak usah kak, Aqila gak papa kok,"
/Aqila/ mencoba berdiri lagi.
"Aawww," dan lagi-lagi terjatuh, bahkan lebih sakit.
"Udah keras kepalanya,"
(Menggendong)
"Tapi kak,"
"Udah diem,"
batin Aqila malu.
Aqila hanya bisa menjawab dengan anggukan.
/Sesampainya di ruang UKS/
"Sini lihat kakinya,"
"Bu..buat apa kak,"
"Udah siniin,"
"Tapi kak,"
"Kakinya mau gue obatin dek Aqila," balasku dengan lembut.
batin Aqila dengan wajah memerah.
batin Andhika.
"Udah siniin,"
(Mode dingin on)
"I...iyah,"
Selanjutnya, kubuka sepatu Aqila dan melihat keadaan kakinya.
"Gak parah, tahan dikit yah,"
__ADS_1
"Eh,"
/Klekkkk/ bunyi kaki Aqila.
"Aawwww," berteriak.
"Eh sakit yah,"
/Aqila/ mengangguk.
"Makanya, kalau mau bawa barang itu dikit-dikit jangan langsung banyak, emang buat siapa sih itu semua," Tanyaku.
"Bu...buat,"
batin Aqila.
"I...itu kak, buat aku sendiri, akunya haus banget jadi beli sebanyak itu deh," jawab Aqila terbata.
"Hm,"
batinku.
"Yaudah gue balik dulu, kalau masih belum enakan istirahat aja disini dulu,"
"I...iyah kak,"
/Diluar ruang UKS/
batinku.
"ANDHIKAAAA!!!!," Teriak Zen sambil berlari menghampiri.
"Apaan," Jawabku.
"Lo masih Andhika yang dingin bin cuek kan, iyah kan,"
batinku heran.
"Hm,"
"Beneran, tapi kenapa lo tadi gendong cewek, udah berhasil move on nih,"
batinku.
"Kagak," Balasku yang lalu pergi begitu saja.
"Eeettt dah nih cowok cuek amat sih,"
/////////////
Assalamualaikum,
hallo semuanya, makasih yah udah mau mampir, jangan lupa like, coment dan vote nya yah.
__ADS_1
Terima kasih (◍•ᴗ•◍)❤