
Keesokan harinya, di sekolah SMA Garuda Sakti.
[Waktu istirahat]
Di tempat perpustakaan, kami seluruh anggota literasi berkumpul untuk mengadakan rapat.
"Baiklah anak-anak, apa semuanya sudah lengkap?,"
"Sudah buuuu," Jawab semua serentak.
"Baiklah, assalamualaikum anak-anak ku semua, dipertemuan kali ini, ibu mauuuuu......mengadakan sebuah lombaaaa,"
Krik...krik....krik.....
batin Zen menepuk jidat.
"Loh mana ekpresi kalian yang bahagia dan penuh antusias, ayo....ayo tunjukkan, ibu mau lihat!!!,"
"Lombanya gak baca buku tebal lagi kan bu?,"
"Lombanya gak ngedongeng lagi kan bu?,"
"Bukan lomba cari kata dalam buku sejarah lagi kan bu?,"
"Yah enggak dong," Balas ibu guru.
"Alhamdulillah," Jawab kami serentak.
"Lomba kali ini pasti berbeda dan juga pasti lebiiihhh seru, karna kita akan mengadakan sebuah......rumah baca,"
Krik...krik....krik....
"Maksutnya bu?," Tanya salah satu murid.
"Yaaahhh sebuah rumah baca, seperti halnya sebuah pojok baca atau perpustakaan keliling,"
"Kalau boleh tahu, apa alasannya ibu pengen ngadain lomba ini?,"
"Yaaahhh selain untuk lebih dekat dengan masyarakat, juga buat menarik minat baca kan, Oke......jadi untuk kelompoknya ibu sudah bagi menjadi lima kelompok, dan masing-masing beranggotakan sepuluh orang,"
"Peraturannya gampang, kalian harus menarik orang-orang sekitar untuk mendatangi rumah baca kalian, dan kalian mintai tanda tangan mereka agar ibu tahu berapa orang yang mampir ke rumah baca kalian, tapi ingat gak boleh pake tanda tangan kalian" Sambung bu guru.
"Hadiahnya apa bu kalau menang?,"
"Yah rahasia doong," Jawab bu guru.
"Oke udah-udah, sekarang silahkan membentuk kelompok yang sudah ibu tentukan, dan ibu beri kesempatan kepada kalian untuk memilih tempat yang tepat untuk rumah baca kalian,"
"Baik bu," Jawab kami serentak.
__ADS_1
/Kelompok 3/
Anak-anak sepakat memilihku sebagai ketua tim ini.
"Baiklah, jadi untuk sekarang, kita akan membahas dimana letak rumah baca yang tepat, silahkan bagi yang punya pendapat,"
"Aku, eeehhh bagaimana kalau di park love," usul seorang siswi.
batinku.
"Alasannya?," Tanya Zen.
"Yaaahhh, kan itu tempatnya orang pacaran, mungkin aja mereka mau mampir ke rumah baca kita, kan kalau baca berdua romantiiisss,"
"Gue juga setuju," Sahut siswa lain.
"Gimana dhik?," Tanya seorang siswa.
"Gue gak setuju,"
"Lah emang kenapa?," Tanya siswi tersebut heran
batin Zen.
"Ini tempat orang buat baca, buat nambah ilmu, bukan buat orang pacaran, ganti tempat lain,"
"Gitu yah, tapi bener juga sih," Sahut siswi tersebut.
"Aqila, punya usulan?, lo kayaknya daritadi diem mulu," Tanyaku.
"Alasannya?,"
"Yaaahhh, itukan tempat yang lumayan ramai dikunjungi oleh banyak orang, selain golongan anak remaja, anak-anak, hingga ibu-ibu dan bapak-bapak, mungkin mereka akan tertarik datang ke rumah baca kita,"
"Oke, gue setuju, yang lain?,"
"Setuju," menjawab serentak.
/////////////
Beberapa hari kemudian, lomba pun dimulai.
Kami memilih tempat yang sudah kami sepakati waktu itu, yang benar saja, banyak sekali orang yang datang ke tempat kami dari berbagai usia.
Tanda tangan yang kami kumpulkan semakin banyak, hingga kami percaya bahwa kelompok kami pasti menang.
[Setelah acara selesai]
"Kalian silahkan istirahat dulu, kalau sudah selesai entar gue bagi tugas, untuk yang perempuan balikin buku, yang laki ngurus sisanya,"
"Oke kak,"
__ADS_1
"Siap bro,"
"Kita pasti menang,"
"Amiinnn,"
"Dhik, beli minum yok," Ajak Zen.
"Oke," Jawabku.
Kami berdua membeli minuman di minimarket seberang jalan.
[Setelah selesai]
"Aahhh akhirnya basah juga nih tenggorokan," Ucap Zen.
"Hm,"
/Dep/ tiba-tiba tangan Zen dipegang oleh seorang wanita.
"Eh lu siapa?," Tanya Zen kaget, sedangkan wanita itu hanya tertunduk sambil memegang erat tangan Zen.
"Zen....ini aku," Ucap perempuan tersebut menengadah.
"Zhi...zhiyan," Sahut Zen kaget.
////////////
Zhiyan adalah mantan Zen yang sering dia ceritakan kepadaku, hubungan mereka berakhir ketika Zen mendapati Zhiyan jalan dengan laki-laki lain.
Haaahh, kalau dilihat-lihat aku dan Zen adalah sahabat yang disatukan karna putus cinta.
/////////////////
/Tash/ Zen langsung melepas genggaman Zhiyan.
"Mau apa lo kesini?," Tanya Zen seperti merasa terusik.
"Gu...gue mau minta maaf,"
"Minta maaf, gue udah gak butuh kata maaf lo,"
"Ayo dhik, kita balik!!!,"
"Hm,"
"Zen gue mohon, (/grep/ memegang tangan Zen), gu...gue minta maaf, gue mau kita balikan kaya dulu lagi,"
///////////////
Assalamualaikum,
__ADS_1
Hallo semua, terima kasih sudah mau mampir, jangan lupa like dan komentnya agar memberi semangat saya dalam membuat eps selanjutnya.
Terima kasih(◍•ᴗ•◍)❤