Diary Love Andhika

Diary Love Andhika
Diary 53: Keegoisan dalam cinta.


__ADS_3


~Sekedar sepucuk surat.


💙 Mencintai seseorang memanglah hal yang indah, mungkin yang teramat indah.


Tapi jangan sampai kata indah berubah menjadi kata bencana!


Disaat dirimu menyukai seseorang bahkan teramat mencintai nya, jangan sampai kata cinta tulus berubah menjadi kata cinta buta.


Karna itu bukan lagi yang namanya cinta, tapi sebuah keegoisan!


.


.


.


.


.


//////////////////////


Beberapa hari kemudian.......


Akhirnya Aqilapun sudah sembuh dari demamnya, dia bisa kembali kesekolah, banyak anak yang senang akan kembalinya dirinya, begitupun juga dengan diriku.


Hubunganku dengan Aqila semakin dekat, tapi dalam kata "kakak dan adik", tapi gua tahu kalau Aqila juga udah punya rasa yang sama kaya gua ke dia.


Tapi hanya saja, gua masih menunggu waktu yang tepat buat ngungkapin ini semua, ngungkapin semua isi hati gua ke dia.


~Aula olahraga.


Mapel untuk kelas 11 B hari ini adalah olahraga dengan tema lari jarak jauh.


Aku baru saja duduk untuk mengistirahatkan kakiku sehabis olahraga tadi, sambil membawa handuk kecil untuk mengelap keringat ku.


Batin Ardy sambil perlahan-lahan mengarahkan kamera ponselnya ke arahku.



"Lu mau apa!" Lirihku tajam.


/Sret/ seketika Ardy langsung memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.


"Enggak.....enggak, gua....gua mau foto semut tadi, cuman...cuman semutnya dah ilang!" Ngeles Ardy dengan alasan yang tak jelas.


"Hilih banyak alasan lu, ngomong aja kalau lu mau candit gua lagi!, masalah yang waktu itu aja lama kelarnya, dan sekarang lu mau nambah lagi, lama-lama ponsel lu gua masukin empang nih!" Geramku.

__ADS_1


"Masukin aja kalau bisa, gua bisa beli lagi!"


"Sombong amat!" Ledekku.


"Siapa yang sombong, gua gak sombong, Ardy itu mempunyai hati selembut sutra dan seputih salju, plus cakep!" Balas Ardy yang PD nya sampe nembus ke langit ketujuh.


Batinku heran.


Di saat gua dan Ardy lagi debat, tiba-tiba Aqila dan satu teman kelasnya beserta guru olahraga masuk ke dalam aula, sepertinya kelas Aqila hari ini juga ada mapel olahraga.


"Eh eh lihat (menyenggol), dedek Aqila lu dateng tuh!" Goda Ardy.


"Hm!" Dehamku.


"Ish gitu amat jawabnya, katanya lu suka sama dia, tembak gih, jangan kelamaan kalau nembak, entar ada yang tiba-tiba bawa Aqila ke pelaminan gimana!"


"Pikiran lu kejauhan kakap!" Kesalku.


"Hehehehe, siapa tahu aja kan!"


Belum!, sekarang belum saatnya, gua masih menunggu waktu yang tepat buat ngungkapin semuanya.


~Aqila, mencintaimu itu mudah, gua bisa mencintai Lo dimanapun dan kapanpun gua mau, hanya yang sulit adalah mengungkapkannya!


Gua seneng lu udah sedikit demi sedikit peka sama perasaan gua, gua bahagia akan hal itu, tapi lebih bahagia lagi kalau gua bisa memiliki Lo seutuhnya, semua hanya butuh waktu!


////////////////////


~Kafe


Kiyara sudah membuat pertemuan dengan seorang laki-laki di kafe tersebut, untuk membicarakan sesuatu.


"Ck, lama banget sih, udah jam segini juga!" Decak Kiyara.


/Brrmmm...bbrrmmm/ suara sepeda motor.


Seorang laki-laki dengan membawa sepeda motor ninja berwarnakan hijau datang, ia memakirkan sepeda motornya lalu berjalan menghampiri Kiyara.



"Lo udah lama nunggu yah, sorry!" Pinta seorang laki-laki tersebut.


"Maaf-maaf, dah cepet sini duduk!" Suruh Kiyara kesal.


"Oke-oke!"


////////////////////


Perkenalan!

__ADS_1


Nama dia Leon Prasetya Ardiansyah, panggil aja Leon.


Leon adalah teman Kiyara sewaktu SMP, sudah beberapa kali Leon menembak Kiyara tapi hati si cewe itu tak bisa luluh akan perasaan si Leon.


Leon seorang pembalap motor liar, banyak sekali dari temannya yang sudah tertangkap, tapi beruntung nya Leon masih bisa menikmati angin bebas!


/////////////////


"Lu mau apa nyuruh gua dateng kesini?" Tanya Leon.


"Gua butuh bantuan lu!"


"Bantuan?, tumben lu minta bantuan ke gua!"


"Yah gua butuh bantuan Lo, Leon lu anak motor kan!, nih!" Ujar Kiyara sambil mengeluarkan sebuah uang.


"Hah duit?, buat apa lu ngasih gua duit!" Heran Leon.


"Gua mau Lo tabrak seseorang!" Jelas Kiyara.


"Apa?, lu udah gila yah, lu mau gua masuk penjara!" Kesal Leon.


"Gua tahu ini bahaya, tapi ini penting banget buat gua, plis bantuin gua!" Mohon Kiyara.


Leon /berpikir sebentar/


"Oke, tapi tambahin duitnya!" Pinta Leon.


"Hah tambah!, itu uang 10 juta, masa kurang sih, lebih kali!"


"Eh Kiyara, lu nyuruh gua buat nabrak orang, taruhannya itu nyawa, lagian gua juga lagi butuh duit, gua bakalan turutin kemauan Lo kalau Lo ngasih gua 30 juta, gimana?" Pinta Leon.


"30!, Lu mau meras gua apa gimana!" Kesal Kiyara.


"Yaudah, cari aja yang laen!" Balas Leon yang hendak pergi.


"Oke-oke, gua setuju, entar gua tambahin, nih gua mau lu tabrak tuh cewe!" Ucap Kiyara sambil memberikan sebuah foto.


"Ini anaknya, nama?" Tanya Leon.


"Nama dia, Aqila!, gua mau lu tabrak dia!, semua rencana udah gua siapin, jadi semua orang bakal ngira kalau ini semua karena kecelakaan!" Jawab Emil dengan senyum licik.


///////////////////


Assalamualaikum,


Hallo semua, makasih udah mau mampir, jangan lupa like koment dan votenya yah karna akan sangat membantu untuk eps selanjutnya.


Terimakasih 🥳😉🥰.

__ADS_1


__ADS_2