
Beberapa jam kemudian, akhirnya kamipun sampai di tempat perkemahan.
Kami segera di arahkan menuju ke tempat area perkemahan.
[Area perkemahan]
"Hallo anak-anakku semua, alhamdulillah akhirnya kita nyampe di tempat perkemahan," ujar bu guru.
"Yeeeyyy,"
"Wuuuhhhh," Riuh semangat kami semua.
"Sebelum kita mulai membangun tenda karna hari sudah mulai mau gelap, disini ibu kenalin dulu, ini dia kak Faiz!!!,"
"Wuuhhhhh," Riuh suara sorakan kami disertai tepuk tangan.
"Disini kakak Faiz akan membimbing dan menemani kita selama acara perkemahan ini berlangsung, silahkan kak!!!," Sambung bu guru.
"Oke, hallo semua anak-anak SMA Garuda Sakti, kalian sudah tahu nama saya kan!!!,"
"Siapa nama saya!!!,"
"Kak Faizzzzz," Jawab kami semua serentak.
"Yak betul, nama saya Faiz, dan kalian semua bisa memanggil saya kak Faiz, baik, kalian semua pasti udah gak sabar kan mau berkemah hari ini!!!,"
"Seperti halnya rumah, disini sebelum kita mulai berkemah kita harus buat tenda dulu, jadi kakak sudah membagi siapa saja tenda satu, dua dan seterusnya, oke, kalau sudah gak sabar, ayo kita buat tenda!!!," Sambung kak Faiz.
"Yeeyyyyy," Riuh kami bersemangat.
Akhirnya kami pun membangun tenda kami masing-masing.
Beberapa menit kemudian...
Hari sudah mulai gelap saja, hanya ada terang rembulan dan api unggun yang menemani kami.
Kami semua disuruh untuk berkumpul di area api unggun, yah dalam berkemah, saat ini lah yang paling seru menurutku.
[Area api unggun]
"Baiklah semua, di kemah hari ini, kita akan saling berbagi cerita mengenai pengalaman pribadi, legenda ataupun tentang tragedi lainnya, karna topik untuk malam ini adalah cerita seraaammmm" Ujar kak Faiz dengan nada menakuti.
"Eh Ar, Dhik, sini, jangan jauhan kali," Ujar Zen dengan menarik lengan kami berdua.
"Ish apaan sih Zen, jangan sentuh-sentuh bukan muhrim," Decak Ardy.
"Lu pikir gua cewe, enak aja dibilang bukan muhrim, kalau seumpama gue cewe, pasti gue udah macarin Andhika dari dulu," Balas Zen kesal.
batinku.
"Emangnya gua mau?," Tanyaku datar.
"Yah pasti mau lah," Balas Zen.
"Yah pasti kagak mau lah, lihat tuh muka Andhika udah eneg end jijik," Sahut Ardy.
"Diem lu kakap," Sahut Zen kesal.
"Udah-udah," Leraiku.
"Daripada bertengkar, dengerin tuh ceritanya malah heboh sendiri," Sambung ku.
"Maka dari itu Dhika tayang, itu cerita horor, makanya kalian semua deketan, entar kalau ada kuntilanak di belakang gue gimana?," Takut Zen.
"Baca ayat kursi lah," Sahut Ardy.
__ADS_1
"Gak hapal kali, gua hapalnya cuman doa mau makan doang_-," Balas Zen.
"Duaaarrrrrrr," tanpa aba-aba tiba-tiba kak Faiz mengagetkan kami semua.
"Eeehh ayam-ayam," Lata Ardy.
Kami semua kaget, lalu tertawa bersama oleh kelakuan Ardy.
"Hahahahahahahaha,"
Malam semakin larut saja, kak Faiz terus menceritakan satu demi satu kisahnya, beberapa dari kami ada yang ketakutan, ada yang ketagihan, dan bahkan ada yang sampe ketiduran.
/////////////////
"Baiklah semuanya, karna hari sudah malam untuk ceritanya sampai disini dulu, jadi silahkan kalian semua kembali ke tenda kalian masing-masing," Ujar Kak Faiz.
"Oke kak," Jawab kami serentak.
Akhirnya kami semua pun kembali ke tenda kami masing-masing.
................
(Pukul satu pagi)
Tenda 5.
Di masing-masing tenda berisikan tiga anak.
Dan di tenda ini ada aku, Ardy, dan Zen.
(Dalam tenda 5)
"Eh bro, brooo bangun dong!!!!," Pinta Ardy yang sedang Berusaha membangunkan Zen yang sudah tertidur lelap dengan mulut terbuka.
"Yaelah kacang lu," Kesal Ardy.
"Hm," Dehamku.
"Bangun dong, anterin gue ke sungai, kebelet buang air kecil nih, ooyyyy Dhika!!!!," Pinta Ardy dengan menggoyang-goyangkan badanku berusaha tuk membangunkan.
"Berangkat sendiri napa, lu kan dah gede!," Jawabku dengan mata yang masih terpejam.
"Lu pikir gue punya mata ikan?,"
"Mata batin kakap," Sahutku.
"Naahh itu maksutnya, iyah kalau gue punya mata batin gue bisa terbiasa lihat begituan, sedangkan gue kan gak punya, entar kalo tiba-tiba begituan muncul gimana?," Takut Ardy.
"Tabok aja, kalau gak mempan lu gombalin kalau berhasil lu jadiin pacar deh," Balasku.
"Lu gitu amat sih, gue ini serius, hah tau-tau gini sekalian aja tadi gue bawa kamar mandi juga dari rumah," Gerutu Ardy.
"Haaahhh," helaku dan lalu perlahan duduk dengan mata yang masih mengantuk.
"Yaudah gue anterin," Ujarku.
"Yey gitu dong," Girang Ardy.
Akhirnya diriku mengambil sebuah senter dan jaket.
Membuka resleting tenda, dan berjalan keluar menuju sungai mengantarkan Ardy.
Kami melewati banyak pepohonan dan semak-semak yang gelap itu.
"Dhik, lu kok diem aja sih?," Tanya Ardy dengan memeluk kuat lenganku.
batinku dengan mata yang ngantuk.
__ADS_1
Krik...krik...krik
"Dhikaaa suara apa itu???," Takut Ardy.
"Jangkrik," Jawabku.
Kukuku....kukuku
"Astagfirullah, Dhikaaa itu suara apa lagi???," Takut Ardy.
"Burung hantu," Balasku.
batinku yang sudah mengantuk berat.
Kresek...greeksk (suara dari semak-semak)
"Dhikaaaa, itu kok semaknya goyang-goyang sendiri sih???," Tanya Ardy lagi yang semakin ketakutan.
batinku yang mulai kesal.
"Coba lu tanya sama rumput yang bergoyang," Balasku kesal.
"Rumput mana bisa ngomong," Sahut Ardy.
"Dah diem, tuh dah nyampe, sono, gue udah ngantuk," Suruhku yang sudah sampai dekat sungai.
"Temenin!," Pinta Ardy.
"Gue pantau dari sini Ardy,"
Akhirnya Ardy melaksanakan misinya, dengan rasa takut yang semakin menjadi.
Setelah selesai...
Kamipun berjalan kembali menuju tempat perkemahan melewati hutan lebat itu lagi.
"Kikikikiki,"Terdengar suara cekikikan.
"Dhikaaa itu suara apa???," Ujar Ardy merinding.
"Positif thinking aja, mungkin itu setan," Jawabku.
Suara itu semakin menjadi, Ardy semakin merasa penasaran, ia ingin menoleh kebalakang sekarang juga, hati nya mengatakan tidak, tapi rasa penasaran itulah yang mendorongnya untuk tetap menoleh.
batin Ardy.
/Sret/ menoleh.
Ardy mendapati terdapat seorang gadis berbaju putih yang nangkring di atas pohon dengan rambut panjangnya.
Ardy (kembali menghadap depan dengan cepat)
Glek (menelan ludah)
Sesampainya di area kemah.
(Di dalam tenda)
Ardy tak bisa memejamkan matanya, setiap ia memejamkan mata, sosok itu langsung muncul di pikirannya.
"Haaaa kenapa gue gak bisa tidur, udah 1000 kali gue baca doa tidur kok masih sama aja sih," Rengek Ardy.
//////////////
Assalamualaikum,
Hallo semua, makasih udah mau mampir yah, jangan lupa like, coment, dan vote nya yah, karna akan membantu untuk eps selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih (◍•ᴗ•◍)❤