
Wuuusshh.....wuussshh....wwuussshh🍃
Aku berlari secepat-cepatnya menuju area dekat jurang itu.
Sesampainya disana....
"AQILAAAAAA!!!!!!," Teriakku.
Aku terus berteriak memanggil namanya, berharap ada sahutan suaranya.
batinku mendecak.
Sedangkan dibawah jurang sana...
"Aawww," Rintih Aqila kesakitan.
Sepertinya saat Aqila terjatuh tadi, dia bertumpu pada tangan kanannya, dan kini tangan kanannya terkilir, dan kedua lututnya terluka.
"A...aku dimana?," Ujar Aqila kebingungan sambil memegangi tangan kanannya itu.
Grrss...ggrrss..... (suara dari semak-semak).
"Si...siapa disana!!??," Ujar Aqila panik, hatinya merasa gelisah, dia merasa takut berada dibawah sana (jurang), disana gelap, dan sendirian.
Suara-suara aneh terus bermunculan mengganggu telinga Aqila, ia merasa semakin ketakutan, dan yang bisa Aqila lakukan hanyalah duduk meringkuk disana, menutup kedua telinganya rapat-rapat.
"Nenek Aqila takut nek hiks, Aqila pengen pulang, Aqila mau pulang, hiks hiks hiks," Tangis Aqila dengan rasa takut yang luar biasa, kedua tangannya bergemetar, begitupun juga dengan kondisi badannya yang lemah sehabis jatuh tadi.
batin Aqila meminta tolong.
Sedangkan diatas sana didekat jurang...
"Emil bilang kalau Aqila jatuh kesana, gue harus cari cara lain supaya bisa kebawah sana," batinku celingukan mencari jalan lain.
"Hah disana,"
batinku.
[Di bawah jurang sana]
batin Aqila yang masih menangis.
"Hah, akhirnya gue sampe juga," Ujarku lega yang akhirnya bisa sampai (bawah jurang).
"AQILAAAAA, AQILAAAA!!!!," Teriak ku sambil menyorotkan senterku ke segala arah.
Aku terus berjalan, hingga sampailah di suatu tempat, yang dimana senterku mendapati sesuatu.
batinku melihat sesosok gadis duduk meringkuk sendirian.
/Tak..tak..tak/ menghampiri.
__ADS_1
batin Aqila ketakutan dengan kedua mata yang tertutup.
Diriku jongkok di depan gadis itu, mencoba memegang pundaknya.
Ku angkat tanganku, tetapi gadis itu malah...
"Ka...kamu mau apa, men...menjauh dari aku," Ronta Aqila.
Diriku yang langsung tersadar bahwa itu adalah Aqila.
/Dep/ memegang kedua tangan Aqila.
"Kamu mau ngapain lepasin, lepasin!!!!," Ronta Aqila.
"Aqila tenang, tenang, ini gue, ini gue Andhika," Ujarku berusaha menenangkan.
batin Aqila tersadar.
/Dep/ Aqila langsung memeluk diriku dengan erat.
Aku bisa merasakan tangannya yang bergemetar, napasnya yang tersengal, detakan jantungnya yang tak karuan.
batinku.
"Aqila (mengelus), udah gak usah takut, gue udah disini," Ujarku berusaha menenangkan.
"A...aqila takut kak, Aqila takut hiks," Balas Aqila yang masih bergemetar ketakutan.
"Iyah, gak usah takut lagi yah, kakak udah disini," Ujarku mengelus punggung Aqila, dan lalu melepaskan pelukannya.
Aqila /mengangguk/
"Kak...kak Andhika gimana caranya bisa sampai sini?," Tanya Aqila.
"Gue tahu ini semua dari Emil, dan gue juga udah tahu soal dibalik kejadian ini semua, kalau gini jadinya gue tadi gak bakalan biarin lo setim sama Emil," Jawabku.
"Eemmmm," gumam Aqila menunduk.
"Haaahhh (menghela berat), yaudah sekarang kita balik yuk!!!," Ajakku.
"I..iyah kak," Jawab Aqila.
Kuputuskan untuk berdiri lalu memberi tangan bantuan untuk membantu Aqila.
"Aawwww," Rintih Aqila.
"Eh lo kenapa?," Tanyaku.
"Lu..lutut Aqila sakit kak,"
"Yaudah yuk naik ke punggung gue!!!," Ajakku.
__ADS_1
batin Aqila kaget.
"Eng...enggak usah kak," Tolak Aqila.
"Terus?, lo mau ngesot?," Tanyaku.
batin Aqila.
"Yaudah, yuk naik!," Ajakku lagi.
"I...iyah," Jawab Aqila.
Akhirnya Aqilapun naik ke punggungku.
Dalam perjalanan...
batin Aqila cemas.
"Yaudah coba ku tanya aja, kalau kak Andhika pegel, mending aku nyoba jalan aja, biar gak nyusahin," Gumam Aqila.
"Kak....kak Andhika," Tanya Aqila disamping telinga kananku.
"Iyah (menoleh),"
~Cup /tak sengaja bibir Aqila mengenai keningku.
"Ma...maaf kak!!!," Ujar Aqila kaget yang langsung menjauhkan kepalanya.
batinku tertawa.
"Iyah-iyah, emangnya lo mau ngomong apa sih?," Tanyaku.
"Eng...enggak jadi deh," Balas Aqila malu.
"Hm, oh yah ini pertama kalinya loh, kening gue dikecup sama cewe," Goda ku.
batin Aqila.
"A....Aqila beneran gak sengaja kak, beneran, ma...maafin Aqila yah kak!!!," Pinta Aqila dengan wajah yang memerah.
"Iyah-iyah, udah lo istirahat aja, entar kalo udah sampe gue bangunin," Ujarku.
"I....iyah kak, ma...makasih," Balas Aqila.
Akhirnya Aqila menyandarkan kepalanya di punggungku.
batin Aqila yang mulai tertidur.
/////////////
Assalamualaikum kak,
__ADS_1
Makasih udah mau mampir yah, jangan lupa like, coment, dan votenya, karna akan sangat membantu untuk eps selanjutnya.
Terima kasih(◍•ᴗ•◍)❤