Diary Love Andhika

Diary Love Andhika
Diary 5 : Coklat.


__ADS_3


(Kelas 10 A)


"Eh, kamu yang namanya Aqila kan?," Tanya seorang siswi yang duduk di sebelahnya.


"I...iyah," Jawab Aqila terbata, sambil membenarkan kacamatanya.


"Aaaahhh jadi bener dong, kamu...kamu tadi yang pingsan itu kan?,"


"Iyah," Jawab Aqila dengan anggukan.


"Oh yah, apa boleh aku tanya sesuatu?," pinta Aqila.


"Iyah, emang mau nanya apa?,"


"Kamu tahu nggak, orang yang tadi gendong aku, waktu aku pingsan?,"


"Ooohhh itu, yah tahu lah, laki-laki yang nolong waktu lo pingsan itu kak Andhika, dianya wakil ketos, kyyaaaa ganteng bingits deh,"


batin Aqila.


"Oh yah, kamu tahu nggak kak Andhika itu yang mana?," Tanya Aqila dengan gugup.


"Hah lo gak tahu, dia itu kakak kelas yang paling terfamous di sekolah ini, hmmm bentar,"


Disaat waktu yang bersamaan Andhika lewat didepan kaca kelas Aqila dengan Zen.


"Nah itu tuh itu (menunjuk), lihat ganteng banget kan," heboh siswi tersebut.


"Kak Andikaaaa,"

__ADS_1


"Kakak ganteng banget sih,"


"Kakaaakkkk aku fans berat kakak,"


"Kak Zen juga gak kalah ganteng,"


"Kak Zeeennn," Riuh suara perempuan heboh melihat kedua laki-laki yang bagaikan pangeran bagi mereka lewat.


"Wow bro, ini belom sehari loh," Goda Zen.


"Biasa aja, lagian mereka berisik banget," decak ku lalu memasang earphone di telinga, agar tidak terdengar suara teriakan mereka.


batin Aqila ketakutan.


"Gimana cara aku ngomongnya kalau gini," Gumam Aqila khawatir.


"Oh yah, emang kak Andhika di kelas mana?,"


"Dia dikelas 11 B,"


//////////////////


Keesokan harinya, Aqila menaruh satu batang coklat dengan surat yang ditulisnya dikolong bangku Andhika, Aqila terlalu takut untuk langsung mengungkapkannya, jadi dia berpikir maka lebih baik menyampaikannya menggunakan selembar surat.


"Hah nih coklatnya siapa," Batinku melihat sebatang coklat yang bertalikan pita.


Aku sudah biasa mendapatkan banyak sekali coklat di kolong bangku, tapi yang kali ini, kelihatannya asing.


"Eh ada suratnya juga,"


(Membuka)

__ADS_1


...............


Hallo kak,


Perkenalkan nama aku Aqila, aku mau minta maaf sama kakak karna sudah nimpuk kepala kakak pake buku Aqila, dan Aqila juga mau ngucapin terima kasih, karna kakak sudah nolong Aqila waktu dilapangan upacara.


Aqila cuma bisa ngasih ini buat kakak, jadi tolong terima ucapan terima kasih dan maaf Aqila yah kak.


.................


batinku tersenyum sendiri membaca surat pemberiannya.


"Ciiieeee, cowok kutu buku yang dingin bin cuek dapet surat, hmmmm surat cinta yah," Goda Zen yang tiba-tiba datang.


Andhika (muka cuek mode on)


"Hmmmm gitu yah, MASYA ALLAH banyak bener coklat dikolong meja lo, di kolong meja gue aja jarang, cuma banyak sarang laba-labanya,"


"Kenapa, mau, nih ambil aja semuanya,"


"Enggak deh, gue gak suka coklat,"


"Lah kenapa,"


"Pait, masih manisan senyum kamu,"


"Mendingan lo balikan aja deh sama mantan lo, kelamaan jomblo jadi miring otak lo," geram ku.


"Ogah, oh yah intip dong suratnya, masa sahabat sendiri gak mau kasih tahu,"


"Bukan apa-apa, cuma dari cewek kemaren yang gue tolongin,"

__ADS_1


"Hmmmmm," Goda Zen dengan lirik kan yang aneh.


(Krriiinggggđź””) bel masuk berbunyi, hingga membuat obrolan kami pun berhenti, dan pelajaranpun dimulai.


__ADS_2