Diary Love Andhika

Diary Love Andhika
Diary 31: Kenapa malah makin deket.


__ADS_3


keesokan harinya....


[Di kelas 11 B]


"Cieeeee pantesan kemarin di tanya duduk sama siapa gak mau jawab, ternyata duduk sama Aqila nih yeeee," Goda Zen.


"Jangan mulai_-,"


"Hmmmm iyah deh iyah, tapi lo seneng gak (Menyenggol),"


"Lumayan," Jawabku datar.


"Acieeeee, ululuuuu," Sahut Zen dengan raut wajah aneh.


"Diem lu, cia cie cia cie,"


[Sedangkan di kelas 10 A]


batin Aqila khawatir.


Tak lama kemudian...


/Kriiingggg/ bunyi bel istirahat.


Aqila langsung bergegas keluar dari kelasnya, segera pergi menuju ke kantor guru.


[Sesampainya di didepan kantor guru]


"Hahhh...haahh..haahhh (kelelahan), aku harus segera masuk," Ujar Aqila kelelahan sambil menyeka keringat di dahinya.


[Di dalam kantor guru]


"Assalamualaikum pak, permisi!," Salam Aqila.


"Iyah ada apa?," Jawab seorang guru yang sedang sibuk dengan laptopnya.


"Hmmmmm ini pak, sa...saya mau mengganti tempat duduk saya yang di bus dengan anak lain, apa...apa boleh pak?," Tanya Aqila gugup.


"Mengganti tempat duduk, maaf yah nak, itu tidak bisa, karna tempat duduknya sudah gak bisa dirubah lagi, memangnya....kenapa kamu ingin mengganti tempat duduk kamu?," Tanya balik pak guru.


batin Aqila.


"Hmmmmm karna.....," Jawab Aqila yang masih sibuk mencari alasan.


"Haaahhh (menghela), memangnya kamu duduk sama siapa sih?," Tanya pak guru lagi.


"Sa...saya duduk sama Andhika anak 11 B pak," Jawab Aqila menunduk.


"Andhika?, bagus dong kamu duduk sama dia, emangnya yang jadi masalahnya apa, Andhika anaknya baik sama sopan kok, yaudah bapak lagi sibuk nih, kamu boleh keluar!!!," Sahut pak guru.


"I...iyah pak, maaf sudah mengganggu waktunya," Balas Aqila kecewa.


[Di luar kantor guru]


batin Aqila.


"HEH!!!," Bentak Emil yang tiba-tiba datang dengan kedua temannya.


"Kak....kak Emil!!!,"


"Gue denger-denger lo duduknya bareng Andhika yah, awas yah kalo caper sama dia!!!," Kecam Emil.


"I...iyah kak," Jawab Aqila menunduk.


"Huh, minggir lo!!!,"


/Duk/ Emil menyenggol bahu Aqila dengan keras lalu pergi begitu saja tanpa rasa bersalah .


batin Aqila sedih.


////////////////


/Kriingggg/ bel pulang berbunyi...


(kelas 10 A)


"Aqila!," Panggil bu guru.


"Iyah bu?,"


"Ibu mau minta tolong, bisa enggak?," Pinta bu guru.


"Bisa bu?," Jawab Aqila.


"Ini, tolong bukunya anak-anak kamu taruh di meja ibu yah, ibu masih ada urusan bentar,"


"Iyah bu,"


batin Aqila yang kemudian membawa buku itu menuju kantor guru.


(Lorong kelas)


"Harus hati-hati nih biar gak jatuh semua," Gumam Aqila yang lumayan kesusahan membawa semua buku itu.

__ADS_1


"Mau gue bantuin?," Tanyaku yang kebetulan berpapasan dengan Aqila.


"Gak usah kak," Balas Aqila.


batin Aqila setengah malu.


"Beneran?, tapi itu kayaknya berat," Tanyaku lagi.


"Enggak usah kok kak, Aqila bisa sendiri," Balas Aqila.


Aku tak pikir panjang, tanganku langsung ingin mengambil buku yang dibawa oleh Aqila berharap tuk membantunya, tetapi Aqila malah menjauhkannya dari ku.


"Maaf kak, Aqila permisi, takut gurunya sudah nungguin," Ujar Aqila yang lalu pergi melalui ku.


batinku curiga sambil berbalik memandang punggung Aqila yang mulai menjauh.


batin Aqila sambil terus meneruskan langkahnya.


Akhirnya Aqila pun pergi menuju kantor guru dan menaruh bukunya di meja bu guru tersebut.


batin Aqila yang memutuskan untuk pulang.


////////////////


[Di rumah Andhika]


/Tok...tok...tok/ Suara ketuk pintu.


"Iyah sebentar!!!," Sahutku menghampiri.


/Kreeekkk/ membukakan.


"Assalamualaikum!," Salam tante dengan menggandeng tangan Faza.


"Waalaikumsalam," Jawabku.


"Bunda kamu ada gak?," Tanya tante.


"Ada kok te, lagi masak kayaknya,"


"Wah kebetulan banget nih, tante mau belajar masak sama bunda kamu,"


"Owh, yaudah ayo masuk te!,"


"Iyah, oh yah, tante titip Faza yah, kamu tahu sendiri kan di dapur itu banyak benda tajam nya,"


"Oke te," Jawabku.


Akhirnya tante pun segera masuk kedalam, menuju dapur untuk menemui bunda.


"Apa mochi?," Tanyaku sembari jongkok didepannya.


"Ke luar yuk beli es krim!," Ajak Faza (mochi).


"Jam segini mana ada yang buka tokonya," Balasku.


"Hihihi ada kok tatak, di ujung jalan sana, deketnya toko bunga ada kedai es krim baru, kesana yuk tak, rasa es krimnya enak banget loh!!!,"


"Mochi tahu darimana kalau es krimnya enak?," Tanyaku.


"Yah tahulah, kan kemarin Faza sama papa habis kesana, yuk tak!,"


"Iyahdeh ayo, apa sih yang enggak buat Mochi," Balasku.


Akhirnya kami berdua pun berpamitan ke bunda dan tante untuk pergi beli es krim.


//////////////


(Dalam perjalanan)


"Untung gak kelupaan beli kertas gambarnya, kalau seumpama lupa, gimana aku bisa gambar entar?," Gumam Aqila.


"Aqila!," Panggilku yang kebetulan bertemu di jalan.


batin Aqila.


"Eh mau kemana?," Tanyaku.


/Aqila/ berhenti dan menoleh.


batin Aqila.


"Gak...gak kemana-kemana kok kak," Jawab Aqila gugup.


/Andhika dan Faza/ menghampiri.


"Habis beli kertas gambar yah?," Tanyaku.


"Yaiyalah tak, udah tahu habis beli kertas gambar, pake ditanya lagi," Sahut Faza.


"Kan cuma nanya Mochi," Sahutku.


"I...iyah nih kak," Jawab Aqila gugup.


batin Aqila.

__ADS_1


"Terus, habis ini mau kemana?," Tanyaku.


"Ma...mau pulang kak," Balas Aqila.


"Ikut kita yuk!," Ajakku.


"Ikut kemana kak?,"


"Ke kedai es krim,"


"Iyah tatak Aqila, ikut yuk, biar tambah seru," Sahut Faza (Mochi).


"Ta...tapiii a..aku mau....,"


"Ayolah tataaakkkk, ikut yah ikut!!!," Pinta Faza (Mochi) dengan menunjukkan wajah memelasnya.


"Iyah-iyah aku ikut," Sahut Aqila.


"Yey," Girang Faza (Mochi).


"Yaudah yuk berangkat!!!," Sahutku.


////////////////


Sesampainya di kedai es krim...


Aku membelikan tiga es krim, satu untukku, satu untuk Faza (Mochi), dan satu untuk Aqila.


"Ini es krimnya!!!," Ujarku memberikan.


"Yey," Girang Faza (Mochi).


"Gak...gak usah repot-repot kak!," Sahut Aqila.


"Udah gak papa, ayo ambil!,"


"Hmmmm, i...iyah kak, te..terima kasih," Balas Aqila sambil menerima es krim tersebut.


Kami duduk di kursi dekat kedai es krim tersebut, sambil menikmati pemandangan luar.


batin Aqila.


Tanpa sadar, Aqila menggerakkan tangannya menuju pipiku, dan mengusap sisa es krim tersebut.


"Eh?," Ujar ku kaget.


"Ma...maaf kak, tadi...tadi ada bekas es krim dipipinya kak Andhika, maaf Aqila sudah lancang," Ujar Aqila yang langsung menghentikan usapannya.


Aqila hendak menurunkan tangannya, tapi...


/Dep/ langsung ku tahan.


"Belum bersih kan?, kalau gitu lanjutin!," Pintaku.


batin Aqila yang wajahnya mulai memanas.


"Ta...tapi kak?,"


"Kenapa?, belum bersihkan?," Sahutku.


Aqila (mengangguk)


Akhirnya Aqila pun melanjutkan usapannya itu, menghapus sisa es krim dipipiku.


batin Faza (Mochi).


"Aha, Faza punya ide," Gumam Faza yang lalu dengan sengaja menyomotkan es krimnya kesuluruh pipinya.


"Tatak Aqila, aku juga comot loh!," Ujar Faza (Mochi).


"Eh Faza kok, puft, iyah-iyah kakak bersihin yah," Balas Aqila yang lalu membersihkan pipi Faza dengan sedikit menahan tawa.


"Mochi ngapain digituin pipinya?," Tanyaku heran sembari mengelus kepala Faza (Mochi).


"Lagian sih, Faza dikacangin," Sahut Faza (Mochi).


"Iyah-iyah, kakak Andhika minta maaf deh,"


"Usapan tatak Aqila manis banget yah, bahkan lebih manis dari es krim yang Faza makan,"


"Faza pinter banget yah gombal nya, diajarin siapa?," Tanya Aqila.


"Heheheh gak diajarin siapa-siapa kok, cuman Faza sering ngelihat papa Faza selalu ngomong gini kalau mama Faza lagi ngambek," Jawab Faza.


batinku.


"Gitu yah," Sahut Aqila menahan tawa.


batinku sambil melirik manis ke Aqila.


////////////////


Assalamualaikum,


Hallo kak, makasih udah mau mampir yah, jangan lupa like, koment, dam votenya, agar menambah semangat saya dalam membuat eps selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih (◍•ᴗ•◍)❤


__ADS_2