Diary Love Andhika

Diary Love Andhika
Diary 26: Suapan.


__ADS_3


Makan bersama...


"Waahhh, masakannya nenek enak banget, waduh bakalan jadi rumah masakan terenak kedua nih, setelah rumah Andhika," Ujar Zen sambil lahap memakan makanannya.


batinku.


"Maaf yah nek, terhadap ketidaksopanan teman kami, mulutnya emang gitu nek, kadang gak ada rem," Sahutku.


"Iyah gak papa, nenek udah seneng kalian suka sama masakannya nenek," Jawab nenek Aqila dengan senyum hangatnya.


batin nenek Aqila sambil merasa senang melihat cucunya.


Setelah selesai...


Kami akhirnya melanjutkan tugas kami tadi, setelah semuanya sudah siap, aku membagi semua yang sudah kami siapkan kepada masing-masing anak.


Agar besok tidak terlalu berat membawanya, setelah semuanya selesai, kamipun berpamitan pulang...


Sesampainya dirumah Andhika.


[Kamar Andhika]


/Tuk/ membuka ponsel...


Sepuluh panggilan tak terjawab...


•Nomor tidak dikenal•


"Ck, gak kurang kerjaan banget," decakku.


Dddrrttt....ddrrrtt.....ddrrtt (getar ponsel Andhika)


•Nomor tidak dikenal•


"Biar ini jadi yang ke sebelas," Ujarku sambil menaruh ponselku diatas meja.


"Puluhan kali, seratus kali, atau bahkan seribu kali lo nyoba buat nelpon gue, hah percuma....gak bakalan gue angkat," Sambungku sembari berjalan menuju pintu kamar.


/Kreeekkk/ membuka pintu.


"Karna itu semua gak ada gunanya,"


/Klek/ menutup pintu kamar.


Akhirnya kuputuskan untuk pergi ke ruang keluarga, dan kubiarkan ponselku berdering.


[Keesokan harinya]


[Di mading SMA Garuda Sakti]


Kami semua sudah meminta izin kepada guru kelas masing-masing, karna ada tugas literasi.

__ADS_1


"Semua sudah lengkap?," Tanyaku.


"Sudah," Jawab mereka serentak.


"Udah bawa barang-barang nya?," Tanyaku lagi.


"Sudah," Jawab mereka serentak lagi.


"Haaahh (menghela), untung tadi gue dapet izin," Keluh Zen.


"Emang napa?," Tanya Ardy.


"Ish lu gak tahu sih, yang ngajar dikelas gue tadi itu bu Tirex,"


"APA, si guru killer itu yah???," Kaget Ardy.


"Eh dikelas lo dikasih nama killer, beda yah, kalau dikelas gue mah dikasih nama Tirex, karna suka marah-marah orangnya,"


"He em," Balas Ardy.


"Tapi tadi untung Andhika yang minta izin," Ujar Zen.


"Emang napa kalau Andhika?," Tanya Ardy heran.


"Ish, Andhika kan murid kesayangannya, karna Andhika tuh selalu ngumpulin tugasnya tepat waktu, selalu bisa jawab pertanyaan, plus ganteng," Jawab Zen.


"Kalau di pikir-pikir yang bagian terakhir itu gue termasuk juga loh, bahkan lebih, tapi ngapa tuh guru tetep aja kesel sama gua?," pikir Ardy heran.


"Jadi nugas apa ghiba!!!," Sahutku.


"Yah nugas dong Andhikaku," Balas Zen dengan senyum manisnya.


"Lu udah punya pacar masih aja gitu ama gua," Gumamku.


batinku heran.


Akhirnya kamipun berkerja menghiasi mading sekolah.


Setelah selesai...


"Waahhh bagus banget yah," Kagum seorang siswi.


"Iyah beb, kamu bener," Sahut seorang siswa.


"Iya dong, siapa juga yang buat, kelompok tiga gitu loh," Sahut Ardy.


"Eh tapi Dhik!!!, itu cat banyak amat, emang buat apa?," Tanya Ardy sambil menunjuk kearah tumpukan cat.


"Oohhh itu, tadi katanya sekalian kita disuruh ngecat tembok deketnya mading juga, udah pudar warnanya jadi disuruh ngecat lagi," Jawabku.


"Yaelah, sekalian aja jadi tukang_-," Ujar Ardy.


"Yaudah yok!, biar cepet kelar," Ajakku.

__ADS_1


Akhirnya kamipun mengecat tembok tersebut dan menghiasinya dengan berbagai warna.


Tapi disela-sela kerjaan, ada aja bencana, yang cat nya tumpah lah, yang kuasnya patah lah, hadeh gue juga kagak tahu kenapa jadi begitu_-.


Setelah selesai...


"Alhamdulillah, akhirnya kelar juga" Ujar Tasya.


"Iyah, eh yang, ikut gue yuk ke kantin!," Ujar Zen.


"Hayuk," Jawab Tasya.


"Eh gue beliin makanan dulu yah!!!," Ujar Zen.


"Oke," Jawab kami serentak.


Beberapa menit kemudian...


"Hi guys, nih makanannya udah dateng!," Ujar Zen yang membawa banyak makanan.


"Nahhh gini dong, ditunggu daritadi juga," Sahut Ardy.


Akhirnya kami semua rehat sejenak untuk mengenyangkan perut.


"Aduhhhh gimana nih, tangan Aqila banyak catnya, kalau pegang rotinya nanti ada catnya," Gumam Aqila yang kesusahan.


"Ayo buka mulut!!!," Ujarku yang menyodorkan roti tersebut ke mulut Aqila.


"Eh eng...enggak usah kak," Sahut Aqila kaget.


"Tangan lo kotor kan, yaudah sini gue suapin,"


"Ta...tapi kak," Ujar Aqila ragu.


"Kenapa?, lo lapar kan, yaudah ini makan, ayo buka mulut!," Suruh ku lagi.


Akhirnya Aqila menuruti perintahku dan memakan roti suapanku.


"Ma....makasih kak," Jawab Aqila sambil mengunyah.


"(Menelan), sa...sama minta maaf, udah bikin kak Andhika repot," Sambung Aqila.


"Iyah gak papa, lu kan adek gue (tersenyum)," Balasku dengan menepuk lembut kepala Aqila.


batin Aqila khawatir.


////////////


Assalamualaikum,


Hallo semua, makasih udah mampir yah, jangan lupa like, vote dan comentnya, agar menambah semangat saya dalam membuat eps selanjutnya.


Terimakasih (◍•ᴗ•◍)❤

__ADS_1


__ADS_2