Diary Love Andhika

Diary Love Andhika
Diary 21 : Indahnya bintang di langit malam.


__ADS_3


[Keesokan harinya]


Jam istirahat...


Kelas 11 B...


"Jadi, apa rencananya?," Tanyaku.


"Hehehe jadi gini, lu ikut sama kita ke festival pasar malem yah," Ajak Zen.


"Kalo gitu ogah ah, malah jadi nyamuk entar gue nya,"


"Haha gue udah tahu kalau lu pasti bakalan ngomong gitu, makanya nanti lu kesana bareng Aqila oke,"


"APA (kaget), lu jangan ngajak anak polos ke rencana busuk lo,"


"Ish apa'an sih, lagian gak cuma lu doang kok yang gue ajak, ada anak lain juga,"


"Ya Allah.....niat banget yah lo,'


"Hehehe yah iyah dong,"


"Yaudah lah, yuk ke perpus kumpul bentar!," Ajakku.


"Oke,"


[Perpustakaan]


Akhirnya kita semua berkumpul seperti yang sudah kita sepakati kemarin, setelah panjang lebar membahas ini dan itu, akhirnya kita sepakat untuk mengerjakannya di rumah Aqila, dan akan dimulai besok lusa.


[Diluar perpustakaan]


"Aqilaaaa tunggu bentar!!!," Panggil Zen.


"Eh, i....iyah kak?," Tanya Aqila.


"Nantiii, kamu ada acara enggak?,"


"Enggak kak, emangnya ada apa kak?"


"Yesss, kalau gitu lu ikut kita yah ke festival pasar malem, yah mau yah (maksa),"


"Eeehhh gimana yah kak, tapi Aqila kan....,"


"Udah (memotong), kan ada babang Andhika yang siap jagain kamu, oke,"


batinku.


batin Aqila.


"Ya...yaudah kak, Aqila usahain dateng, kalau gitu, Aqila permisi yah kak" Jawab Aqila setengah malu yang lalu pergi.


"Oke, papay Aqila," Balas Zen.


"Lu ngomong apa sih tadi?," Tanyaku kesal.


"Iiiihhh babang Andhika marah, entar gak ganteng lagi loh, hehehe yuk balik!!!" Balas Zen yang lalu pergi meninggalkan ku.


batinku.

__ADS_1


///////////


Malam hari, dirumah Aqila.


"Cucu nenek udah cantik aja, emang mau kemana?," Tanya nenek.


"Aqila mau pergi sama temen-temen nek," Jawab Aqila menunduk.


"Iyah gak papa (mengelus kepala), pulangnya jangan malem-malem yah!,"


"Iyah nek (mengangguk),"


/////////////


[Festival pasar malam]


"Kok Golongan kak Zen belum nyampe yah?," Gumam Aqila sambil celingukan.


"Eeehhh Aqila udah dateng, waduh semangat banget nih kayaknya," goda Zen.


"Eh...enggak juga kok kak," Sahut Aqila gugup.


batinku.


"Eeehh Tasya?,"


Catatan: Tasya adalah gebetannya Zen.


"Iyah kak?," Tanya Tasya.


"Kitaaaa, main kesana yuk!!!," Ajak Zen.


"Ayuk,"


"Sssttt, ini pdkt bro pdkt," bisik Zen yang lalu pergi bareng gebetannya.


"Eh beb, kita beli gula kapas yuk?,"


"Ayuk beb, kamu pengen apa aja aku kasih kok 😊,"


"Kalian mau kemana?," Tanyaku.


"Mau beli gula kapas, papay," Jawab sepasang kekasih itu yang lalu pergi.


batinku separuh kesal.


"Haaahhh (menghela berat), kayaknya tinggal kita berdua aja nih," Ujarku.


"I....iyah kak," Jawab Aqila gugup.


"Ikut gue yuk!!!,"


"Ke....kemana kak?,"


"Udah ayo!!!! (/dep/ menggandeng),"


"I...iyah kak,"


batin Aqila malu.


Aku mengajak Aqila ke suatu tempat yang agak jauh dari festival pasar malam.

__ADS_1


"Kita ngapain kesini kak?," Tanya Aqila.


"Lihat ke atas!!!," suruh ku.


Aqila (menengadah)


"Wow" Aqila takjub melihat indahnya langit malam yang ditaburi beribu bintang, serasa mata ini enggan untuk terpejam, takut untuk melewatkan momen yang amat berharga itu.


"Cantiknyaaaa," kagum Aqila.


"Oh yah, tapi, kak Andhika kok tahu tempat ini?," Tanya Aqila.


"Haaaahhh (menghela napas), gue gak terlalu suka sama yang namanya kebisingan, gue lebih suka sama yang namanya ketenangan,"


"Jadi kalau setiap gue di ajak pergi ke festival pasar malam, gue selalu dateng kesini," Sambung ku.


"Owh," Sahut Aqila.


"Lo pernah ke festival pasar malam?," Tanyaku.


"Pernah, tapi sudah lamaaa sekali, waktu keluarga Aqila masih lengkap, tapi sekarang Aqila cuma tinggal berdua sama nenek," Balas Aqila menatap sendu ke arah langit.


batinku.


"Oh yah (mencoba mengalihkan), gimana, udah punya teman baru?,"


"(Menggeleng), enggak kak, emang siapa yang mau jadi teman Aqila, dan juga sekarang Aqila udah gak pake kacamata, sebenarnya Aqila udah seneng tapiii,"


"Itu malah jadi bumerang bagi Aqila, banyak anak yang makin bilang kalau Aqila ini aneh,"


"Lu gak aneh kok," potongku.


"Mak....maksut kakak?," Tanya Aqila.


"Lu itu gak aneh Aqila, cuman mereka salah menilai, menurutku Aqila seindah beribu bintang disana, dan sehangat langit malam seperti sifat baik dan pengertiannya, kalaupun akan ada satu anak saja yang mau jadi teman lu, maka dia akan jadi orang yang terberuntung di dunia," Ujarku sambil menatap langit.


"Jadi berbeda itu tak masalah, seharusnya lu itu bangga karna berbeda dari yang lain dengan cara lu sendiri, orang hanya perlu menerima lu apa adanya, jadiiii mungkin lo gak punya teman, tapi lo masih punya nenek dan kakak," Sambungku.


"Ka....kakak?," Sahut Aqila.


"Iyah kakak, kan gue udah bilang kalau gue ini kakak lo,"


"I...iyah kak," Jawab Aqila malu.


"(Mengelus kepala), jadiii kalau kakak ngomong harus nurut yah!!!," Ujarku.


"I...iyah kak," Jawab Aqila gugup.


"Adek Aqila itu anak yang baik, jadiii gunakan cara dek Aqila sendiri kalau mau nyari temen, harus jadi diri Aqila sendiri,"


batin Aqila yang wajahnya mulai memanas.


Aqila (mengangguk).


batinku.


//////////////


Assalamualaikum,


Hallo semua, makasih udah mau mampir yah, jangan lupa like, coment dan vote nya yah, karna akan sangat membantu untuk eps selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih (◍•ᴗ•◍)❤


__ADS_2