Diary Love Andhika

Diary Love Andhika
Diary 54: Bye-bye Aqila.


__ADS_3


Akhirnya Kiyara melaksanakan rencananya, Kiyara mengirim pesan kepada Aqila untuk mengajaknya bertemu di pinggir jalan di dekat perempatan pukul 23.00 pm.


Kiyara sengaja menyuruh Aqila datang pada jam 23.00 pm karna pada jam saat itu jalanan akan sangat sepi dan jarang sekali ada kendaraan yang lalu lalang, dan itu adalah kesempatan terbaik Kiyara untuk melancarkan aksinya.


~pukul 23.00 pm (Di dekat perempatan)


"Kak Kiyara mana sih, katanya mau ketemuan jam segini, kok belum dateng juga?" Gumam Aqila heran dengan memeluk jaket yang ia kenakan.


~Sedangkan dari kejauhan.


Leon sudah siaga dengan menaiki sepeda motor ninja hijau miliknya.


Drrrtt.... drrrtt /getar ponsel Leon/


/Mengangkat/


📞 (Leon): Halo!


📞 (Kiyara): Eh dia udah dateng gak?


📞 (Leon): Udah kok, dia lagi di pinggir jalan deket perempatan persis seperti apa yang Lo suruh ke dia!


Batin Kiyara senang.


📞 (Kiyara): Oke, sekarang lu laksanain apa yang gua minta!


📞 (Leon): Oke, tapi jangan lupa duit tambahan yang udah Lo janjiin ke gua!


📞 (Kiyara): Iyah-iyah, Lo gak percayaan banget sih ama gua, udah sana!, gua mau tutup nih, laksanain yang bener!


📞 (Leon): Oke!


/Tut/ menutup telepon.


Batin Kiyara tersenyum licik.


Kiyara berpikir dengan apa yang dia lakukan ini, dia berharap rencana kecil yang dia buat ini dapat membuat Aqila menjadi amnesia (hilang ingatan), dan dia dapat mempunyai kesempatan lagi untuk mendekati Andhika.


"Andhika, kita akan balik kayak dulu lagi, tunggu gue yah!"


/////////////////


"Dedek manis, maafin Babang Leon yah!" Gumam Leon sambil menatap sebuah foto.


/Memakai helm/

__ADS_1


Brrmm..... brrmm /Menyalakan mesin/


Wuussshh🍃 /hembusan angin/


Leon merasakan hembusan angin yang menusuk kulitnya, hawa malam inilah yang amat disukai olehnya, ia merasa seperti burung yang bebas.


Jalanan yang kosong dan sepi, ia merasa seperti di arena balapan liar.


Leon tersenyum merekah, /wuussshh/ dia melesatkan sepeda motornya, Leon mengendarai dengan kecepatan tinggi.


Waktu itu Kiyara mengatakan kepada Leon untuk menabrak Aqila yang sekiranya membuatnya terbentur sesuatu hingga Aqila dapat kehilangan ingatannya dan jangan sampai terlalu terbawa suasana karna itu akan merusak rencananya.


Tapi sepertinya sekarang Leon tidak memikirkan itu semua, dia mengendarai sepeda motornya bagai di arena yang sesungguhnya, terbawa suasana, yah Leon sedang terbawa suasana!


Hingga!


Bruaakkkkkk


"Aaarrgggg!!!!" Teriak Aqila.


Badan Aqila terpental, /dug/ kepalanya membentur pembatas jalan dan mengeluarkan banyak darah.


/Ciitttt/ Leon langsung memberhentikan sepeda motornya dengan cepat.


/Klep/ membuka kaca helm.


"Gawat, gua kebawa suasana!" Decak Leon ketakutan melihat Aqila yang tergeletak lemah dengan luka dan darah.


"Tolong-tolongin Aqila!" Rintih Aqila lemah, badannya tidak bisa digerakkan sama sekali, kepalanya terasa sangat pusing dan berat.


"Darah ini darah siapa!" Rintih Aqila yang di sepanjang pengelihatannya hanya bisa melihat merahnya darah.


Batin Aqila yang perlahan menutup matanya.


///////////////////


"Akhirnya dapet juga nih bakso!" Ujar Tasya yang saat itu sedang keluar malam-malam dengan mengayuh sepedanya.


"Mama sih, malem-malem pengen bakso, gak tahu orang lagi ngantuk apa, untung masih ada yang buka tokonya!"


Batin Tasya memberhentikan sepedanya, sambil menyipitkan matanya, matanya tertuju kepada seorang gadis yang tergeletak di dekat pembatas jalan.


"Itu orang?, kok tidur disitu sih, apa gua samperin aja yah?" Gumam Tasya penasaran yang lalu memutuskan untuk menghampiri gadis tersebut.


~Setelah sampai.


Tasya turun dari sepeda kayuhnya lalu berjalan menghampiri gadis tersebut dengan rasa penasaran yang menggunung.

__ADS_1


"Mbak!, mbak!" Memanggil.


"Lah, kok gak nyahut sih, mbak, mbak, jangan tidur disini mbak, ini jalan bukan kasur, entar masuk angin loh!"


Tasya semakin penasaran, akhirnya ia memutuskan untuk memegang bahu gadis tersebut dan membalikkan badannya untuk melihat wajahnya.


"APA, AQILAAA!!!!" Kaget Tasya.


"Aqila, Aqila, bangun-bangun, Lo Lo kenapa!"


Batin Tasya kaget melihat banyaknya darah di sekitar kepala Aqila.


"Aqila!, Aqila, bangun, aduh gak bangun-bangun lagi, gua....gua harus apa nih!" Panik Tasya.


Tasya langsung mengeluarkan ponselnya, mencari-cari nama Zen di kontaknya lalu menelpon lelaki tersebut.


/Mengangkat/


📞 (Zen): Halo sayang!


📞 (Tasya): Sayang-sayang pala lu!


📞 (Zen): Kamu jawabnya kok gitu sih sayang, hatiku sakit loh hiks!


📞 (Tasya): Bengek, diem lu, gua lagi panik nih!


📞 (Zen): Panik?, Panik kenapa?


📞 (Tasya): Aqila!, Aqila kecelakaan!


📞 (Zen): Apaaa!!!!


📞 (Tasya): Apa-apa, cepetan kesini, sama panggil ambulans, cepet, dia banyak keluar darah nih!


📞 (Zen): oke-oke!


/Tut/ menutup telepon.


"Aqila bertahan bentar yah!"


.....................


"Aku tidak pernah tahu, bahwa mencintaimu begitu menyiksaku, aku hanya menitipkan sebuah perasaan, bukan sebuah harapan, tapi.....ini kah yang pantas ku dapat!"


................


Assalamualaikum

__ADS_1


Hallo semua, makasih udah mau mampir, jangan lupa like koment dan votenya yah, karna akan sangat membantu untuk eps selanjutnya.


Terimakasih 🥳🥰😉.


__ADS_2