
Beberapa jam kemudian...
"Alhamdulillah, akhirnya beres juga nih tugas, makasih ya Andhikaku," Ujar Zen.
"Iyah, sama-sama," Jawab Andhika.
"Oh yah, gue pulang dulu yah, jangan kangen loh," Ujar Zen yang hendak pulang.
"Tenang, gue gak bakalan kangen," Balas Andhika.
"Bun, Zen pulang dulu yah," Ujar Zen.
"Eeehhh nak Zen mau pulang, yaudah hati-hati yah," Balas bunda Andhika.
"Assalamualaikum," salam Zen.
"Wa'alaikumussalam," Jawab bunda dan Andhika.
(Kamar Andhika)
"Kiyara, gue gak bakalan bisa lupain kejadian malam itu, karna gue gak mau hubungan kita udahan gitu aja, tanpa alesan yang jelas," Gumam Andhika.
/////////////////
Keesokan harinya☀...
Di SMA Garuda Sakti, mengadakan kegiatan pengenalan bagi siswa-siswi baru, anak Osis sangat sibuk menyiapkan segala hal, begitupun juga dengan Andhika Putra sebagai wakil ketua Osis.
(Di koridor sekolah)
"Hah, akhirnya kelar juga," Ujar Andhika, sambil meregangkan kedua tangannya.
__ADS_1
Tiba-tiba ada anak baru dari arah lain yang berlari terburu-buru dan tak sengaja menabrak Andhika.
"Awww," Kata seorang siswi perempuan terjatuh, dengan buku yang dibawanya jatuh berserakan.
"Kamu gak papa kan," Tanya Andhika.
Siswi perempuan itu tak menjawab, dan malah sibuk membereskan bukunya tersebut.
batin Andhika.
"Sini biar gue bantu," Ujar Andhika yang hendak menolong.
"Eng...enggak usah kok kak (berdiri) a..aku (pak, buku paket sebanyak lima buah, jatuh tepat di atas kepala Andhika), Hah, ma..maaf kak," Ujar siswi tersebut terbata ketakutan.
gumam Andhika sembari berdiri, menggosok-gosok kepalanya.
batin siswi tersebut ketakutan.
batin Andhika melihat kartu nama yang menggantung di lehernya dengan bertalikan rafia.
"Emangnya lo....,"
*Syuuuuhhhhh* siswi tersebut lari begitu saja.
"Astagaaa, mau nanya malah kabur, aneh," gerutu Andhika.
"Hallo bro," Sapa Zen yang tiba-tiba datang menepuk bahu Andhika.
"Waalaikumussalam," Balas Andhika.
"Hm, sok alim," Ujar Zen sambil memanyunkan bibirnya.
"Oh yah, kelapangan upacara yuk, udah mau dimulai nih," Ajak Zen.
__ADS_1
"Oke," Jawab Andhika.
(Di lapangan upacara)
Panas matahari begitu terik, para siswa dan siswi baru harus melaksanakan upacara pembukaan ini dibawah panasnya matahari, tidak banyak dari mereka yang mengeluh.
"Panas banget yah," Bisik Zen.
"Iyah," Balas Andhika.
Tak...tak...tak...(suara langkah kaki).
Ternyata dia adalah cewek tadi yang bertabrakan denganku dikoridor, sepertinya dia terlambat.
Edward si ketua Osis, yang pada saat itu sedang memimpin upacara tidak bisa mentolerir bagi anak yang terlambat.
Oleh sebab itu, Edward menghukum siswi baru itu berdiri tepat di atasnya terik matahari, tapi yang gua sayangkan dia tidak menggunakan topi.
"Bukankah itu terlalu berlebihan bagi anak baru?," Bisik Zen.
"Yah, menurut gue juga gitu, cukup berikan gertakan atau nasehat saja sudah cukup," Balas Andhika sambil menatap tajam Edward.
"Haahh, sebenarnya sih gue berharap lo yang jadi ketos, eh malah si bangke itu, cuma gara-gara selisih satu suara lagi, adaaa aja yah anak yang pilih orang kayak dia," Ujar Zen.
"Hm," Jawab Andhika singkat.
///////////////////
Assalamualaikum,
Hallo kak terima kasih sudah mau mampir, jangan lupa like, coment dan vote nya yah
(」゚ロ゚)」
__ADS_1