
Hari semakin siang, panas matahari semakin terik saja, rasanya seperti menusuk-nusuk di kepala, badan rasanya seperti terpanggang.
Lemas siswi baru tersebut.
"Loh, kenapa tuh cewek," Gumam ku melihat siswi baru itu berdiri lemas, yang siap jatuh kapan saja.
/Buk/
Batin siswi tersebut setengah sadar.
Akhirnya upacara pun selesai, seluruh anak Osis pergi ke ruangan mereka, untuk melaksanakan forum.
Lima belas menit berlalu, setelah begitu panjang membahas tentang apa yang harus di perbaiki dan mengenai kegiatan tadi, hingga sampailah pada bagian.
"Oke, sekarang silahkan kalian keluarkan uneg-uneg kalian atau pendapat kalian, barang kali ada yang tidak setuju," Ujar Edward si ketua Osis.
Seketika diriku mengangkat tangan terlebih dahulu.
"Oke, silahkan," Ucap Edward si ketua Osis.
"Gue mau langsung terus terang aja, cara lo ngelakuin anak-anak baru itu, gue gak setuju sama sekali," Ujarku mengeluarkan pendapat.
"Loh, emang kenapa, dia telat maka pantas buat dihukum, dan sedangkan sekolah kita menjujung tinggi nilai kedisiplinan," Jawab Edward.
"Yah, gue tahu kalau sekolah kita menjujung tinggi nilai kedisiplinan, tapi dengan cara lo memperlakukan mereka itu salah bro," balasku.
__ADS_1
"Salah, salah darimana?," Tanya Edward dengan mengangkat satu alisnya.
"Ya salah, cukup kasih mereka bentakan atau nasihat udah kan, dan lagian juga ini tuh hari pertama mereka disini, kita harus tunjukin yang terbaik buat mereka, lo tahu, selama ini gue diem karna gue ngehormati lo sebagai ketua Osis, tapi ini udah kelewatan,"
"Itu kalau yang jadi ketos lo," Sahut Edward.
"Emang kenapa kalau gue ngelakuin kayak gitu, emangnya salah?, apa jangan-jangan lo habis diputusin sama pacar lo mangkanya jadi lembek gini," ledek Edward.
(Brak) menggebrak meja.
"Ini forum, jangan bawa-bawa masalah yang gak penting," lirikku tajam.
(Forum mulai memanas, rasanya seperti akan ada perang yang besar, semua para anggota Osis hanya diam melihat percekcokan kami)
"Wow-wow, tenang bosqu tenang," lerai Zen.
"Eh ketos, udahan yuk forumnya, gue udah laper nih," sambung Zen mencari alasan.
Akhirnya forumpun di akhiri, semua anak Osis sudah keluar dari ruangan, dan hanya aku yang duduk terpaku disana.
"Dhika, cari makan yuk!!!," Ajak Zen.
"Andhikaaa, woy, telinga lo masih berfungsi kan," Sambung Zen sambil melambai-lambaikan tangannya.
"Zen,"
"Hm,"
__ADS_1
"Apa salah ya kalau gue pengen sendiri, dan lagian juga dia yang putusin gue duluan malem itu,"
"Bro, udahlah, kok lo malah jadi sad boy gini sih, mana Andhika gue yang terkenal cuek itu," Ujar Zen mencoba menghibur.
"Andhika, kalau lo jadi sad boy gini, aku ga sayang lagi loh sama kamu,"
"HOMO PEPESSS,"
"Nah gini dong, ini baru Andhika gue,"
"Makasih yah Zen,"
"Iyah, udah yuk flash back nya, gue udah laper nih,"
(Krrryyyuuukkkk) bunyi perut Zen.
"Perut lo emang gak bisa bohong yah," Ledek ku.
"Tuh tahu, yok,"
"Iyah,"
///////////
Assalamualaikum, hallo kak
Terima kasih sudah mampir, Sampai disini dulu yah episodenya.
Jangan lupa like, vote dan comentnya, agar memberi semangat saya dalam membuat episode selanjutnya.
__ADS_1
Terima kasih ♥(✿ฺ´∀`✿ฺ)ノ