
///////////////
(Sesampainya dikantin)
"Nyamm...nyamm," (mengunyah).
"Twuh kwan apwa gwue bwiwang," Ujar Zen dengan mulut penuh.
"Habisin dulu, baru ngomong," Sahutku.
"(Menelan), hehehe, habisnya enak sih,"
"Hm,"
"Hallo dhika," Sapa seorang gadis bernama Emil dengan dua teman dibelakangnya menghampiri kami berdua.
////////////////////
Emil adalah bunga sekolah di SMA Garuda Sakti, banyak kaum jantan yang terpesona dengan kecantikannya, tapi menurut gue sih (B AJA),
Karna menurut gue, semua cewek itu sama.
///////////////
"Dhika lagi makan gorengan yah?," Tanya Emil yang langsung duduk disampingku nempel kayak perangko.
batinku kesal.
batin Emil kesal.
"Iyah nih lagi makan gorengan, mumpung masih anget-anget," Sahut Zen.
"Ooohh kalau gitu, aku suapin yah,"
"Enggak usah, tangan gue masih bagus, (berdiri), ayo Zen cabut, udah kenyang gue,"
"Eh, twapi," (mengunyah).
Andhika (langsung cabut gitu aja).
__ADS_1
"Eh dhik, eettt dah gue ditinggalin," Ucap Zen lalu berlari menyusul.
"IIIHHHH DHIKA, KOK GUE DITINGGALIN SIH," Teriak Emil.
"Udah mil," Sahut teman Emil.
"Iiiiihhhh gue sebel tahu, udah banyak cowok yang gue tolak cuma demi perjuangin dia," sebal Emil.
"Iyah sabar, entar juga pasti peka,"
"Tapi kapan?," Tanya Emil kesal.
"Yaaahhhh gak tahu,"
"Tuh kaaannnn," rengek Emil.
/////////////////
"Bro, kok gue ditinggalin sih,"
"Hm,"
"Yaelah cuma hm aja, oh yah, tadi ngapain lo langsung nolak waktu mau di suapin sama Emil, lo tahu gak, buat para kaum jantan yang kesemsem sama dia, ini kesempatan langkah loh," Ujar Zen.
"Hm,"
"Gue bukan fans dia, lagian daripada disuapin sama dia, lebih baik gue disuapin sama lo aja,"
"Hmmmm beneran nih, kalau gitu ayo buka mulut aaaaaa," Balas Zen dengan menyodorkan gorengannya.
"Eh, enggak jadi deh, gue tarik kata-kata gue,"
"Beneran?," Tanya Zen dengan raut wajah aneh.
batinku.
"Iyah, buat lo aja ikan pepes," Sahutku yang langsung memasukkan gorengan tersebut ke mulut Zen.
"Hmp," (mengunyah)
Mata Zen membulat, dia tak percaya bahwa dia disuapi langsung oleh sahabatnya.
__ADS_1
"Hmmmm, gorengannya tambah enak kalau disuapin sama lo, lain kali suapin lagi yah,"
sesalku.
"Ogah,"
///////////////////
Akhirnya kamipun kembali ke kelas dan pelajaran kedua dimulai seperti biasanya.
Waktu terus berlalu, hingga bel pulang pun berbunyi (kriiiingggggđź””).
/Tempat parkir/
"Itu cewek ngapain gotong tas banyak gitu," gumamku melihat Aqila dari kejauhan, sambil membawa begitu banyak tas ditangannya.
"Hm udahlah, apa peduli gue,"
"Eh anak baru, cepetan bawanya," decak Emil.
"Iyah, lama banget sih," Sahut teman Emil.
"I...iyah kak, ma...maaf," Jawab Aqila terbata.
"Yaudah sini'in," Ucap Emil yang langsung menyahut tasnya tersebut.
Aqila (membenarkan kacamatanya).
Emil dan para gengnya pergi begitu saja.
batin Aqila.
"Aku memang tidak pandai bergaul," Gumam Aqila menatap sendu kearah langit.
/////////////////////
Assalamualaikum,
Hallo kak, terima kasih udah mau mampir.
Jangan lupa like, coment, dan vote nya yah, karna akan sangat membantu untuk next episodenya.
__ADS_1
Terima kasih(◍•ᴗ•◍)❤