Diary Love Andhika

Diary Love Andhika
Diary 34: Apakah ini saatnya.


__ADS_3


"Baiklaaahhh, untuk tim yang sudah terpilih ini kakak bagikan senternya masing-masing," Ujar kak Faiz sembari memberikan.


Akhirnya tantangan mencari jejak pun dimulai, pertama-tama dimulai dari tim satu, lalu dua, dan seterusnya.


Setelah ketiga tim tersebut sudah masuk kedalam hutan sana, kini giliran kak Faiz memilih tim selanjutnya.


Tapi sialnya, aku setim dengan Ardy dan Zen, ini terpaksa, karena tinggal kami bertiga saja di akhir, dan yang lain sudah mempunyai pasangan masing-masing.


[Di dalam hutan]


"Eh lu berdua, bisa enggak kalau gak pake meluk lengan gue kayak gini," decakku.


"Ish, biarin kali Dhik, lu gak tahu hutan gelap kayak gini, takut tahu," Sahut Zen.


"Iyah tahu, mana gue trauma lagi sama kejadian kemarin," Ujar Ardy.


Kukuku....kukuku....


Terdengar suara burung hantu yang memutar kepalanya 180 derajat, disertai dengan matanya yang menyala.


"SETAAANNNNNN!!!," Teriak Ardy dan Zen.


Batinku rada kesakitan.


"WOY!!!!," Bentakku sambil berusaha melepaskan kedua lenganku.


"Diem bisa gak sih, ini tuh hutan, jangan teriak-teriak, mau bangunin seisinya lo?," Sambungku.


Ardy dan Zen membalas ucapanku dengan menggelengkan kepalanya disertai bibir manyun mereka.


"Tapi kan aku atut Andhika, iyah kan Ar?"


Sahut Zen.


"He em," Jawab Ardy


batinku sembari mengelus dada, mencoba tuk sabar.


"Yaudah (nada lembut), sekarang kalian berdua jalan dibelakang gue, biar gue yang didepan, gimana?," Tanyaku.


"Oke," Jawab mereka bersamaan.

__ADS_1


"Yaudah, yuk lanjut jalan!!!," Ujarku yang lalu meneruskan perjalanan.


Sedangkan di tempat lain...


"Kakak, Aqila takut!!!," Ujar Aqila yang terus mepet ke Emil.


batin Emil risih.


"Gausah takut, lihat nih gue!," Ujar Emil sambil sok nya berjalan didepan Aqila.


"Waaahhh kak Emil ternyata pemberani yah," Sahut Aqila kagum.


"Ya iya dong," Balas Emil berbangga diri.


"Iyakah, kikikiki," Terdengar suara cekikikan.


"I..itu su...suara apa kak," Takut Aqila dengan keringat dingin.


"Suara apa?," Tanya Emil.


"Itu tadi, emang kakak gak denger?,"


"Enggak tuh," Jawab Emil.


batin si neng kunti.


"KUN....KUNTILANAK!!!!," Teriak Emil yang langsung menggapai tangan Aqila mengajaknya pergi dari sana.


"Gini aja takut, gue kan cantik ngapa harus takut, eh tunggu gue kan setan yah, kikiki" Gumam si neng kunti yang nangkring di atas pohon


Wuusshh...wuusshh...wuusshh


Mereka berdua terus berlari tak henti hingga tanpa sadar sampailah mereka di ujung hutan di dekat jurang.


"Kak..kak berhenti dulu kak!!!," Pinta Aqila yang kelelahan.


"Kalau berhenti entar kita dikejar sama tuh kunti gimana?," Takut Emil.


"Eng..enggak bakal kok kak (ngos-ngosan), huuhhh, ta..tapi i...ini kita dimana kak," Tanya Aqila ketakutan.


batin Emil.


"Ki...kita di deket jurang, Aqila ayo cepet pergi dari sini, kalau nyemplung kesana gak lucu kan," Ujar Emil yang langsung pergi menjauhi area itu.

__ADS_1


Sedangkan Aqila hanya bisa terpaku berdiri disana, karena sedari kecil, Aqila memang takut akan ketinggian.


"Aqila ayo kesini jangan disitu terus!!!," Suruh Emil.


"A....aqila takut kak," Balas Aqila dengan wajahnya yang sudah pucat.


/Krrll...krrlll/ Kerikil-kerikil berjatuhan.


"Aqila takut kaaakkk!!!," Takut Aqila yang tanpa sadar kedua kakinya melangkah perlahan kebelakang.


"Aqila gak usah lihat kebelakang, lihat ke gue aja, sekarang ayo jalan!!!," Suruh Emil sembari mencoba menenangkan.


"Tapi.....,"


"Aaahhhhhhhh," Teriak Aqila yang terpeleset jatuh ke jurang, tapi untunglah tangan kirinya masih bisa berpegangan.


"Aqila!!!," Kaget Emil.


"Kak, to...tolongin Aqila!!!," Pinta Aqila yang sudah tak kuat menahan tangannya.


"I...iyah," Sahut Emil yang hendak mengulur bantuan, tapi terhenti seketika.


batin Emil (sisi jahat), sambil terus menatap wajah Aqila yang sudah setengah lemas itu.


"Kak....kak Emil!!!," Rintih Aqila.


batin Emil (sisi baik)


"Gu...gue harus gimana?," Gumam Emil panik.


batin Aqila.


Taassss /pegangan terlepas/


"Aqilaaaaaa!!!!!," Teriak Emil.


Akhirnya Aqila pun jatuh kedalam jurang itu.


Batin Aqila.


///////////////


Assalamualaikum,

__ADS_1


Hallo semuanya, makasih udah mau mampir yah, jangan lupa like, vote, dan comentnya, agar menambah semangat saya dalam membuat eps selanjutnya.


Terimakasih (◍•ᴗ•◍)❤


__ADS_2