Diary Love Andhika

Diary Love Andhika
Diary 38: Haruskah aku jujur.


__ADS_3


~Ditengah hutan sana~


"Kak, kita udah nyari kemana-mana, tapi belum ketemu juga!," Keluh salah satu anak.


"Hmmmmm," deham kak Faiz berfikir.


"KAK, AKU DAH NEMUIN EMIL!!!," Ujar salah satu anak menghampiri sembari memapah Emil.


"Hah!!, cepat-cepat kita bawa Emil kembali ke area perkemahan!!!," Suruh kak Faiz.


Sesampainya di area perkemahan, di dekat api unggun...


"Emil, gimana keadaan kamu?," Tanya kak Faiz.


"A...aku gak papa kok kak," Jawab Emil.


"Beneran lo gak papa Mil?,"


"Iyah Mil, haaahhh syukurlah," Sahut kedua sahabat Emil khawatir.


"Haaahh (menghela), syukurlah, terus Aqila mana, kok gak bareng sama kamu?," Tanya kak Faiz.


"A...Aqilaaaa,"


batin Emil takut.


"Yaudah, kalo gitu mending kita cari Aqila, Emil istirahat ditenda aja!," Suruh kak Faiz.


"Gak perlu!!!," Sahutku yang sudah datang dengan menggendong Aqila dipunggungku.


"ANDHIKA!!!," Ujar Zen kaget.


"Ayo cepet bantuin!!!," Suruh kak Faiz.


"A...andhika cepet banget bisa nemuin Aqila, bu..bukannya dia ada dibawah jurang?," Gumam Emil tertegun.


batin Emil sedih.


Kondisi Aqila sudah lelap tertidur, lalu kuturunkan dia dari gendongan, dan langsung disahut oleh kak Faiz membopongnya menuju ke tenda uks.


Semua anak mengikuti kak Faiz yang membopong Aqila itu menuju ke tenda uks, karna mereka terlalu panik dan penasaran.

__ADS_1


Dan hanya tinggal aku dan Emil saja di area api unggun itu.


~Wuusshhhh🍃


Ku lewati dia begitu saja, tanpa bicara.


/Dep/ Emil langsung memegang tanganku.


/Tas/ aku langsung menepisnya.


"Lo mau apa?," Lirihku tajam.


"A...Andhika, ma...maafin gue!," Ujar Emil.


"Hah maaf, yang butuh kata maaf lo itu bukan gue, melainkan Aqila, dan lebih baik lo minta maaf ke dia dan jelasin ini semua ke kak Faiz!!!," Balasku lalu berjalan beberapa langkah dan berhenti.


"Gue gak nyangka, waktu liburan sekolah kita kayak gini aja, lo masih sempet-sempetnya buat drama kayak gini, lo gak bosen apa?," Lirihku lalu melanjutkan jalan menuju ke tenda uks.


(Di tenda uks)


Aku masuk kesana yang lumayan sesak dipenuhi anak-anak yang penasaran akan keadaan Aqila.


"Aqila lo gak papa kan?," Tanya teman Aqila khawatir.


"Alhamdulillah, lu sih pake ngilang-ngilang gue kan jadi khawatir,"


"Iyah-iyah, maaf yah udah buat kamu khawatir," Balas Aqila.


"Eehhh anak-anak, kalian semua balik ke tenda masing-masing yah, biarin Aqila istirahat dulu yah!!!," Suruh bu guru.


"Yaaahhh suruh balik," Keluh semua anak yang lalu pergi dari tenda uks menuju tenda mereka masing-masing.


"Eh Andhika, kamu disini dulu yah, ibu mau ngomong bentar!!!," Panggil bu guru.


"Iyah bu," Jawabku.


Akhirnya aku menghampiri bu guru yang sudah duduk di kursi disamping kasur uks yang ditiduri Aqila.


"Iyah bu?,"


"Itu ibu mau nanya, kamu nemuin Aqila dimana, kok kata anak-anak mereka udah nyariin Aqila muter-muter tapi gak ketemu?," Tanya bu guru.


"Saya menemukan Aqila di bawah jurang di ujung hutan sana bu," Jawabku yang sontak membuat bu guru kaget.

__ADS_1


"APA!!!," Kaget bu guru.


"Ngapain kamu kesana Aqila, perasaan kak Faiz ngasih jejaknya gak sampe kesana loh!,"


"Emmm bu, maaf saya menyela, kasihan Aqila dia habis menghadapi hal berat, biar Aqila istirahat dulu, menurut saya kalau ibu ingin mengetahui keseluruhan cerita lebih baik ibu sama kak Faiz tanya saja ke Emil!," Sahutku.


"Ke Emil, emang apa hubungannya?," Tanya bu guru heran.


"Saya juga kurang tahu bu, lebih baik ibu tanya langsung saja ke Emil!,"


"Haaahh (menghela), oke-oke, bu guru bakalan panggil kak Faiz sama Emil kesini biar semuanya clear and jelas, Andhika temenin Aqila disini bentar yah!," Suruh bu guru.


"Iyah bu," Jawabku.


Akhirnya bu guru pun keluar dari tenda uks.


"Gimana keadaan lo?," Tanyaku.


"Udah mendingan kok kak, makasih yah kak," Jawab Aqila.


"Yah sama-sama,"


"Oh yah kak, kak....kak Andhika ke...kenapa tadi ngomong gitu ke bu guru kak, sebenarnya tadi A..Aqila juga bisa aja kan jelasin semuanya?," Tanya Aqila.


"Apa lo kepingin Emil terus-terusan bohong?, dan selalu lolos sama semua drama yang dibuat?," Tanyaku balik.


"Eemmmm," deham Aqila menunduk.


"Udah (mengelus kepala), mending lo istirahat aja dulu disini yah,"


"Gue mau balik ke tenda dulu, kayaknya bentar lagi bu guru, kak Faiz sama Emil mau dateng," Sambungku yang lalu berdiri menuju pintu tenda.


"Oh yah, Aqila ngomong aja yang jujur, gak usah takut!," Ujarku yang lalu pergi.


batin Aqila.


///////////////////


Assalamualaikum kak,


Makasih udah mampir yah, jangan lupa like, coment, dan votenya yah, karna akan sangat membantu untuk eps selanjutnya.


Terimakasih (◍•ᴗ•◍)❤

__ADS_1


__ADS_2