Diary Love Andhika

Diary Love Andhika
Diary 42: Hal yang manis.


__ADS_3


/Tut/


Aku langsung menutup telepon itu dengan kesal.


"Ngapain sih pake nyebarin foto gua, gak ada kerja'an banget," Decakku yang ngomel-ngomel sendiri.


Gumam Aqila penasaran, yang baru saja datang, berdiri di sampingku.


"Kak..kak Andhika!," Panggil Aqila.


"Seharusnya waktu tidur, gua tutupi wajah gua pake bantal," Decakku yang tak sadar akan panggilan Aqila.


"Kak Andhika!!!," Panggil Aqila lagi, yang kini dengan menggunakan suara sedikit keras.


"Eh Iyah?," Jawabku menoleh.


"Lo, sejak kapan berdiri disini?," Tanya ku.


"Baru kok kak, cuma dari tadi aku manggil kakak tapi kakak Andhika gak denger," Jawab Aqila.


batinku sambil mengacak rambut.


"Terus, ngapain lo berdiri disitu, sini duduk!," Ujar ku sambil berdiri memberi jalan untuknya.


"I...Iyah kak," Jawab Aqila.


Akhirnya kami berduapun duduk.


/Duk Duk Duk/ Aqila terus-menerus menghentak-hentakkan kakinya itu, karna banyak semut yang merayapi kakinya.


batin Aqila sembari terus menghentakan kakinya itu.


"Lo kenapa sih?," Tanyaku terheran.


"I...ini kak, ka...kaki Aqila banyak semutnya," Jawab Aqila terbata.

__ADS_1


"Owh, lo manis kali mangkanya di kerubutin," Ucapku singkat, lalu menggunakan headphone ku kembali.


batin Aqila dengan wajah yang memanas.


~Krryyuuuukkkk


"Aduh, perutku laper lagi, makan dulu aja ah!," Ujar Aqila yang lalu mengambil makanan dari dalam tasnya.


"Awh," Rintih Aqila kesakitan.


Sejak jatuh dari jurang waktu itu, tangan kanan Aqila terkilir dan kini Aqila hanya bisa menggunakan tangan kirinya untuk melakukan segalanya.


"Oh yah, aku lupa kalau tangan kanan Aqila sakit," Ujar Aqila yang lalu memutuskan menggunakan tangan kirinya untuk menggunakan sendok.


batin Aqila kesusahan.


batinku melirik ke arahnya.


/Melepaskan headphone/


"Kak...kak Andhika, mmmmm i...itu kak tangan kanan Aqila sakit jadi pake yang satunya deh," Jawab Aqila dengan senyum lesunya itu.


"Hm," dehamku yang langsung menyahut bekal makanan nya.


"Kok...kok diambil kak?," Tanya Aqila terkejut.


Aku langsung mengambil satu suapan, dan menyodorkannya ke mulut Aqila.


"Ayo buka mulut?," Suruhku.


"Nga...ngapain kak, gak....gak usah repot-repot kok, Aqila masih punya tangan satunya," Tolak Aqila.


"Makan itu harus pake tangan kanan, gak baik pake tangan kiri, udah nurut aja!," Suruhku lagi.


"Ta..tapi kak, i...ini kan di!,"


"Di bus, gak bakal ada yang lihat, kalau lihat cuek aja gampang kan, yang penting Lo kenyang!,"

__ADS_1


"Hmmmmmm," berpikir sejenak.


Aqila /mengangguk/


Akhirnya aku pun menyuapinya, yang benar saja, beberapa anak berbisik tentang kami, tapi tak ku hiraukan sedikitpun, lagian dulu aku pernah mengatakan kepada Aqila, kalau aku adalah kakaknya, jadi bukankah ini adalah tugas seorang kakak.


~Setelah selesai...


Bus kami pun akhirnya berangkat, Bu guru mengatakan kalau kami akan tiba di sekolah besok pagi.


Waktu terus berlalu hingga malam pun tiba.


Seluruh bus terasa sunyi, karna semua telah tidur untuk melepas kepenatan mereka.


Begitupun juga dengan diriku yang juga memutuskan tuk tidur dengan headphone yang masih melingkar di leherku.


/Duk/ melewati polisi tidur.


/Sret/ tak sengaja kepalaku terjatuh di pundak Aqila.


batin Aqila berteriak.


batin Aqila terpatung, ia tak mau bergerak sedikitpun takut tuk membangunkanku.


batin Aqila.


"Apalagi saat nyelametin Aqila dari dalam jurang, menurut Aqila itu tindakan yang heroik, dan Aqila hanya bisa balas dengan pundak ini," Gumam Aqila sembari menatap keluar jendela yang sedang gerimis itu.


batin Aqila yang lalu perlahan menutup matanya lalu tertidur.


///////////


Assalamualaikum kak,


Makasih udah mau mampir, jangan lupa like,koment, dan votenya yah, karna agar menambah semangat saya dalam membuat eps selanjutnya.


Terimakasih (◍•ᴗ•◍)❤

__ADS_1


__ADS_2