
Pemakaman Aqila pun dilangsungkan, semua anak sekolah SMA Garuda sakti beserta guru-guru melayat, ikut menghadiri acara pemakaman Aqila.
~Di tempat pemakaman.
Banyak dari kami yang menangis, mereka merasa kehilangan gadis polos nan baik pergi meninggalkan mereka, terutama Rani yang menangis sejadi-jadinya karna kehilangan sahabat tercintanya itu.
"Huwaaaaaa, Aqila kenapa Lo ninggalin gua Aqila, kenapaaaa!!!!!" Rengek Rani menangis tak henti.
"Udah Ran udah!" Salah satu teman Rani memegang pundaknya, mengelus punggung Rani, mencoba untuk menenangkannya.
"Siapa sih yang buat Aqila jadi gini!, si Kiyara bengek itu yah!, mana dia mana!, biar gua geprek sini huwaaaaa hiks hiks hiks!" Rengek Rani lagi sedikit kesal, membuat beberapa dari kami menahan tawa.
Info: Sejak terjadinya penangkapan Kiyara dan Leon dan terungkapnya kasus tentang Aqila, berita itu menjadi heboh terutama di sekolah SMA Garuda sakti.
Selang beberapa menit kemudian, akhirnya acara pemakaman Aqila pun selesai, orang-orang mulai berjalan pergi meninggalkan area pemakaman.
Tetapi diriku masih berdiri disana, membawa bunga mawar putih nan indah, yang ku genggam erat.
Ku jongkok kan badanku, disamping makam Aqila.
Ku tatap makam itu lekat-lekat, dengan batu nisan putih yang terukir nama "Aqila Ardelia putri" disana.
Gua gak pernah nyangka, bahwa ini akhir kisah antara gua sama Aqila.
Dia ninggalin gua untuk selamanya!
"Aqila!, Gua Andhika, kakak Lo yang entah kapan gua mulai suka sama lo!" Ujar ku berucap sendiri.
"Ditangan gua ini, ada bunga mawar putih yang indah secantik dan semanis adek tersayang gua, bunga ini seharusnya gua kasih buat nembak Lo sekaligus ngungkapin semua perasaan yang gua pendam selama ini!"
"Tapi gua gak pernah nyangka, bunga ini gua kasih untuk gua taruh di atas makam Lo!"
"Entah kenapa takdir gak ingin kita bersatu, tapi? Gua bisa apa!"
Wuussshh 🍃 //angin berhembus berderu merdu, membuat dedaunan berguguran//
Batinku sambil mencium dan mengelus batu nisan Aqila, berandai itu adalah dirinya.
Akhirnya dirikupun berdiri, memberikan senyum tipis lalu pergi dari sana.
"Selamat tinggal!" Itulah akhir dari kisah kita.
Setelah pulang dari pemakaman Aqila, aku langsung pergi menuju rumah nenek Aqila.
Kudapati nenek Aqila yang sedang sibuk membereskan barang-barang.
"Nek?, mau saya bantu?" Tanyaku sopan.
"Eh nak Andhika!" Jawab nenek Aqila tersenyum lesu, aku tahu, ditinggalkan oleh cucu kesayangannya pasti terasa sangat berat untuk dirinya.
"Boleh, sini bantu nenek!" Sambung nenek Aqila.
Akhirnya akupun membantu nenek Aqila untuk membereskan semua barang-barang tersebut.
Beberapa menit kemudian...
"Ini semua barang-barangnya Aqila nek?" Tanyaku sambil menyeka keringat didahiku.
"Iyah!, Aqila kan sudah gak ada, jadi barang-barang ini pasti gak bakal kepake, sayang kalau di buang, jadi nenek mau sumbangin aja!" Jawab nenek Aqila.
"Owh gitu nek!"
"Oh yah nak Andhika, ini, nenek punya sesuatu buat kamu!" Ujar nenek Aqila sambil menyodorkan sebuah buku diary berwarna pink motif kupu-kupu kepadaku.
"Ini.....ini punyanya siapa nek?" Tanyaku bingung sambil menerima buku tersebut.
"Itu punyanya Aqila, kamu simpen yah!" Balas nenek Aqila.
"Tapi?, ini kan punyanya Aqila, kenapa gak nenek simpan aja buat kenangan nek?" Tanyaku lagi.
"Nenek mana paham sama begituan, kamu simpen aja yah, oh yah ituuuu.....nenek gak tahu kunci gemboknya kemana, nenek gak tahu Aqila simpen dimana!"
"Gak papa kok nek, makasih yah nek!" Jawabku sopan.
"Iyah!"
"Oh yah, nenek!, ada yang mau Andhika bantu lagi?" Tanyaku.
__ADS_1
"Enggak ada nak, semua udah kamu bantuin dari tadi hehehe, makasih yah nak!" Jawab nenek Aqila sambil menepuk pundak ku.
"Iyah nek sama-sama, kalau gitu, saya pamit dulu yah nek!" Pamitku sambil menyalami tangan nenek dan mencium punggung tangannya.
"Yah nak, hati-hati yah!"
"Assalamualaikum!" Salamku.
"Waalaikumussalam!" Balas nenek.
Akhirnya dirikupun pulang menaiki sepeda motor ku menuju rumah.
~Sesampainya dirumah.
Ku buka pintu rumah yang terkunci itu, bunda sama papa sengaja nitipin kunci rumahnya ke gua karna mereka lagi pergi ada urusan.
//Klek// terbuka...
Ku masuki rumah, dan langsung pergi menuju kamarku.
•Kamar Andhika•
Gua langsung cepet-cepet nyari kunci buku diary gua di laci meja dan almari buat dicoba di buku diary nya Aqila.
"Nah ketemu!"
"Bisa gak yah?" Ucapku mencoba kunci tersebut ke gembok buku diary Aqila.
//Klek// terbuka.
"Eh bisa!" Gumamku senang.
Akhirnya ku buka buku diary berwarna pink bermotif kupu-kupu itu.
Ku baca satu persatu halaman dengan raut penasaran dan rasa seru yang tak bisa dijelaskan.
Ternyata Aqila tak sepolos dan pendiem dari kelihatannya.
Dia ternyata anak yang kreatif dan pintar, banyak sekali gambar-gambar indah dan menarik disana, serta kata-kata untuk memotivasi dirinya.
Hingga tibalah gua di suatu halaman...
***********
Aku mau curhat nih sama kamu, tadi disekolah aku gak sengaja nimpuk kepalanya kakak kelas pake lima buah buku paket, ceroboh banget kan aku ☹️, belum sehari disana udah bikin masalah!
Mukanya kakak kelas tadi tuh serem tahu, kek harimau gitu, kayak marah banget 😡, tapi mau gimana lagi, aku juga takut, terus kakak kelas tadi mau ngomong sesuatu tapi langsung ku tinggal kabur 😔.
Aku gak tahu dia marah apa enggak😩.
Batinku menahan tawa.
//Sret// membuka halaman berikutnya...
Satu demi satu halaman ku baca sambil terkekeh kecil, gua gak pernah tahu kalau ternyata feeling Aqila ke gua selama ini itu kayak gini.
*************
Hai Diary, kita ketemu lagi!
Diary! Kamu tahu gak apa itu cinta?
Kamu tahu, aku udah mulai suka sama seseorang, dia kakak kelas yang pernah aku bikin kesel.
Kamu mau tahu siapa orangnya?
Dia itu wakil ketua OSIS di sekolah, Yap namanya itu kak Andhika putra.
Tapi?, aku gak tahu apa dia suka sama Aqila apa enggak🤕.
Mataku langsung terbelalak melihat apa yang tertulis disana, jantung gua langsung berdetak gak karuan.
Bibirku dengan sendirinya terbuka dan mengatakan "Gua juga cinta Lo Aqila!"
Gua gak pernah nyangka kalau selama ini Lo juga udah punya rasa ke gua.
Mungkin diantara kita gak ada yang berani buat ngungkapin duluan, hingga hanya bisa menjadi cinta dalam diam.
Gua udah mulai berani buka suara, tapi terlalu lama hingga menjadi kata terlambat, dan Lo pergi selamanya dari hidup gua.
__ADS_1
Setelah selesai gua baca buku diarynya Aqila...
//Sret// ada satu kertas terlipat rapi terjatuh dari dalam buku tersebut.
"Ini apa'an?" Gumamku penasaran, sambil membuka lipatan kertas tersebut.
//Membuka//
"I....ini kan?" Batinku kaget melihat sketsa wajah gua disana.
Peristiwa waktu itu langsung terulang lagi di pikiran gua.
Gua masih inget betul, waktu itu dia gak mau nunjukin gambarnya ke gua karna sangking gugupnya, hingga nih kertas nyemplung ke danau.
"Gua gak nyangka, ternyata Lo masih simpen nih gambar!" Gumamku menatap lekat gambar tersebut.
Entah kenapa, kejadian waktu itu ngingetin gua lagi tenang Aqila, serasa baru kemaren gua maen sama dia, dan gak pernah nyangka kalau sekarang dia sudah gak ada.
Tiba-tiba butir bening itu jatuh dari kelopak mata gua, haha kenapa gua nangis?
Ku peluk gambar tersebut erat-erat, hangat, ini terasa hangat, seperti dia sedang ada disisi gua dan sedang meluk gua sekarang!
................
Kini hari akan selamanya menjadi gelap, tak akan ada lagi mentari yang menyinari...
Kini malam akan selalu dingin, karna tiada ada lagi senyuman manismu yang menghangatkan lagi...
Kini senyumanku akan selalu terkunci, karna tak ada dirimu yang selalu membawa canda tawa di hidup ku lagi.
Tawaku, hanya ingin ku bagi bersamamu...
Kini tak ada lagi kata sayang, karna dirimu sudah hilang tuk selamanya...
Aqila, dulu Lo pernah janji ke gua...
Lo janji bakalan ngabulin satu permintaan gua...
Sekarang, keinginan laki-laki ini cuma satu, yaitu hadirnya dirimu kembali di setiap hariku.
Tapi untuk apa berharap, kalau ini semua hanya sebatas angan semu...
Aqila, ingin sekali gua mengulang waktu...
Mengulang semua kenangan indah kita dulu...
Hingga mengungkapkan kata "I love you", sehingga tak akan ada lagi kata terlambat ataupun perpisahan...
Sekarang yang bisa gua lakuin hanyalah berdoa, berharap Lo bahagia dan tenang disana, Aqila...
.................
//Jika kau mencintai seseorang dan teramat menyayanginya, entah itu teman, sahabat keluarga...
Maka, buatlah kenangan yang indah bersamanya, buatlah waktu yang berharga bersama dirinya...
Selagi dia masih berdiri disisimu, selagi dia masih ada didekatmu//
Author_vina Anggraeni.
.....Tamat.....
Pengumuman sekaligus perpisahan:)(
Assalamualaikum!
Hallo kakak semua, makasih hingga sampe sekarang masih setia baca diary love Andhika, Author terharu😥.
Gak kerasa yah udah tamat aja di eps 60.
Sad ending gak papa yah, Author minta maap kalau kadang lama up nya, soalnya lagi sibuk nugas sama ulangan kadang gak ada waktu jadinya empat kalau gak tiga hari sekali baru bisa up.
Makasih untuk like, koment dan vote kalian selama ini buat karya author, makasih banyak💐.
Author hanya manusia biasa yang tidak luput akan kesalahan, maap kalau ceritanya kadang ada typo, kadang kurang greget atau gimana Hehehe 😅.
Sekali lagi, makasih sih yah semua yang udah sempetin baca kesini buat pantengin diary love Andhika,
Author sayang kalian, lup you, papay🎈🦈.
__ADS_1
Terimakasih semua💐💐💐💐💐.
Salam hangat dari Author_Vina Anggraeni.