Diary Love Andhika

Diary Love Andhika
Diary 47: Teror.


__ADS_3


Keesokan harinya...


•SMA Garuda Sakti•


~bel istirahat berbunyi (krriiiingggg🔔)


"AAAAAHHHHHHHHH!!!!" Terdengar suara teriakan seorang gadis, yang membuat semua murid panik berlari ke arah sumber suara.


~Tepatnya di tempat lemari loker siswa.


Terdapat seorang gadis yang meringkuk ketakutan menutup kedua telinganya dengan disertai banyaknya kertas yang keluar dari loker miliknya.


"Eh dia kenapa?"


"Tahu, dia kenapa yah!" Bisik semua para murid heran.


"Minggir-minggir!!!" Ujar Emil membuka jalan, mencoba menghampiri gadis tersebut.


"Aqila, Aqila lo kenapa?" Tanya Emil sambil memeluk Aqila, mencoba tuk menenangkan.


Aqila hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, sembari masih menutup telinganya.


Batin Emil heran, lalu mengambil secarik kertas yang bertuliskan.


📃: Gua tekanin sekali lagi, jauhin Andhika, atau gua akan teror lo selamanya...


Batin Emil kaget.


"Aqila, gua mau tanya, ini...ini kertas maksutnya apa?" Tanya Emil.


"Mmmmmmm," Aqila hanya bisa merespon dengan gelengan dan tangan yang masih menutup kedua telinganya.


Batin Emil khawatir.


"Yaudah, sekarang gua antar lo ke UKS oke!" Ujar Emil yang lalu membantu Aqila berdiri, mengajaknya menuju ruang UKS.


~Ruang UKS.

__ADS_1


"Aqila, lo tunggu sini dulu yah, jangan kemana-mana, gua ada urusan bentar, entar gua balik lagi!" Ujar Emil yang lalu berlari pergi.


~Kelas 11 B.


/Brakkkk/ Emil menggebrak meja dengan keras di hadapan diriku dan Zen.


"Lu mau apa kesini?" Tanya ku merasa terusik.


/Wush/ Emil melemparkan kertas itu ke arahku.


"Jelasin itu ke gua!!!" Suruh Emil kesal.


Diriku kaget melihat apa yang tertulis di secarik kertas itu.


"Ini maksutnya apa?" Tanyaku tajam.


"Mana gua tahu, mangkanya gua tanya sama lu, tahu-tahu tadi gua nemu Aqila sama....,"


Batinku.


"Dia kenapa?" Tanya ku kaget.


"Terus Aqila dimana sekarang?" Sahut Zen.


"Gua bawa dia ke UKS,"


"Zen ikut gua kesana!" Ujar ku yang lalu bergegas pergi menuju ke ruang UKS dengan Zen.


Batin Emil yang lalu berlari menyusul ke ruang UKS.


~Ruang UKS.


"Aqila!" Panggilku yang mendapati Aqila sedang meringkuk sendiri disana.


~Menghampiri...


"Aqila!" Diriku hendak memegang tangan Aqila, tapi Aqila langsung menjauhkannya.


"Kak...kak Andhika ngapain disini!" Ujar Aqila dengan nada ketakutan.

__ADS_1


"Oy bro, lu lari kenceng amat sih!" Ujar Zen yang tiba-tiba masuk.


"Aqila!" Panggil Emil.


"Emil, Aqila kenapa?" Tanya ku heran.


"Gua gak tahu?, tahu-tahu tadi gua udah nemuin dia keadaannya udah kayak gini," Jawab Emil.


/Dep/ Aqila langsung menyahut tangan Emil, dan memeluknya.


"Eh Aqila?, kenapa?" Tanya Emil kaget.


"Eh Aqila kenapa sih, aneh tahu gak?" Bisik Zen.


"Hm," Dehamku yang heran melihat sikap Aqila.


"Kak Emil, tolong buat kak Andhika pergi dari sini!" Pinta Aqila pelan.


"APA, ta....tapi, An...Andhika kan!"


"Kenapa gua harus pergi, gua khawatir sama lu, makanya gua dateng kesini!" Ujar ku memotong omongan Emil.


"Keadaan Aqila baik-baik aja kok, lagian Aqila juga gak butuh perhatian kak Andhika!" Jawab Aqila.


Batinku kaget.


"Aqila, ngomong lo kok gitu sih?" Tanya Emil sedikit kesal.


"Gak papa kok Mil, kalau keberadaan gua disini gak diperluin gua pergi sekarang!" Sahutku yang lalu berjalan pergi meninggalkan ruang UKS.


"Dhik, tungguin napa!!!!" Panggil Zen menyusul.


Batin Aqila sedih.


//////////////


Assalamualaikum kak,


Makasih udah mau mampir, jangan lupa kasih like koment dan votenya yah, karna akan sangat membantu untuk eps selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih(◍•ᴗ•◍)❤.


__ADS_2