Diary Love Andhika

Diary Love Andhika
Diary 45: Pertengkaran antara dua lelaki.


__ADS_3


"Jadi gimana?," Tanyaku.


"Hmmmmmm," Deham mereka berdua.


"Dah lah, males gua ngomong sama lu berdua, gua balik dulu!," Sambungku yang lalu pergi meninggalkan mereka.


"Eh Dhik, jangan ngambek dong!!!," Sahut Zen.


"Haaaha Andhika ngambek gara-gara Zen, Ardy mah masih kecil jadi gak ikut-ikut," Ucap Ardy.


"Diem lu," Kesal Zen.


"Ya ya Zen, jangan ngambek juga dong, kalau Lo ngambek juga, entar gak ada lagi yang mau traktir gua!," Pinta Ardy.


"Lu bisa berhenti ngelucu gak, Andhika ngambek nih, terus gimana?," Resah Zen.


"Ssstttttt cup cup cup, jangan berisik, tenang aja si Ardy yang tamvan sejagat udah nemu caranya kok😎," Bangga Ardy.


Batin Zen.


///////////////


Akhirnya waktu pelajaran kelas kedua pun dimulai.


Zen tetap berusaha buat ngehibur dan minta maaf ke gua, sebenarnya sih, gua juga ngerasa gak tega. Tapi gimana lagi, ini pelajaran buat mereka, supaya kalau bercanda jangan sampe kelewatan!


~Sepulang sekolah....


/Rumah Andhika/


~Kamar Andhika...


Diriku tidur di kasur sambil menatap langit-langit atap.


"Haaaahhhh (menghela berat), gua maafin apa enggak yah mereka?," Pikirku.


Batinku.


"Subhanallah, gini amat punya sahabat," Ucapku sambil mengacak-acak rambut.


"DHIKAAAAA!!!!!," Panggil bunda Andhika.


"Iyah Bun?,"


"Dicariin tuh sama temennya!!!,"


"Oke Bun!," Jawabku.


Batinku.


Tak...tak...tak /berjalan keluar kamar dan menuju pintu rumah/


~Kreeekkkk /Membukakan/


"Halo Andhika!!!," Sapa mereka berdua.


Batinku.


"Hm, ngapain lu berdua kerumah gua?," Tanyaku.


"Ikut kita berdua yuk!," Ajak Zen.


"Ngapain gue harus ikut?," Tanyaku.


"Yah buat cari cecan lah!," Sahut Ardy yang sontak membuat Zen kesal sehingga menginjak kaki Ardy itu.


"Awww sakit tahu pes!," Decak Ardy.

__ADS_1


"Lu mau ngancurin rencana!!!," Bisik Zen kesal.


"Oh Iyah maap-maap!," Balas Ardy.


"Gua gak tertarik kalau begituan!," Tolak ku.


"Eh enggak kok Andhika, kita....kita pergi buat cari angin, yuk lah, jarang-jarang kan kita jalan bertiga!," Ucap Zen.


"Oke, gua ganti baju dulu!," Ucapku yang lalu pergi ke dalam untuk berganti pakaian.


"Oke," Jawab mereka berdua.


Setelah selesai berganti pakaian, aku meminta izin ke bunda kalau aku akan keluar sebentar bersama mereka.


~Di depan pintu rumah.


"Yuk!!!," Ajakku.


"Oke," Jawab mereka berdua.


Sebenarnya mereka berdua itu gak tahu tujuan kita keluar ini mau kemana, tapi gua ngikut aja, karna gua tahu, mereka berdua lakuin semua ini hanya demi ngebuat gua gak ngambek lagi😌.


Batinku.


"Eh kita mau kemana lagi, perasaan daritadi cuman muter-muter doang?," Tanya Ardy.


"Kita ke....,"


"WOY ANDHIKA!!!!!," Ucapan Zen seketika terhenti saat mendengar suara seseorang yang memanggil nama ku.


Dari kejauhan terlihat tiga anak laki-laki yang berjalan menghampiri kami bertiga, dari raut wajah kayaknya mereka sedang memiliki masalah denganku, terutama anak yang ditengah yang tadi memanggilku dengan nada marah.


Tapi.....gua gak tahu itu apa?


"Lo yang namanya Andhika?," Tanya anak itu dengan nada marah.


"Yah gua Andhika, terus kenapa?," Tanyaku.


"Wow wow santuy bosku, kalau ada masalah kita bicarain baik-baik!," Lerai Ardy.


"Lu diem!," Kecam anak itu.


"Biasa aja dong, gak usah ngegas kali!," Sahut Zen.


"Gua bilang lu diem!!!,"


"Eh...,"


Aku langsung memberi tanda kepada Zen untuk berhenti melawan anak itu.


"Lo punya masalah apa sama gua?," Tanyaku dingin.


"Gua mau kita adu kekuatan sekarang, buat buktiin siapa yang lebih baik buat jadi cowo Kiyara!!!!," Ujar anak itu menantang.


"Hm (tersenyum remeh), gua gak tertarik!," Balasku yang hendak pergi, tapi....


/Dep/ anak itu langsung mencengkeram kera bajuku.


"Eh lu kalau mau gelud ayok!!!," Kesal Zen.


Sekali lagi, aku memberi tanda kepada Zen untuk berhenti.


"Heehhh," Zen mengepalkan tangannya erat-erat.


"Kenapa hah, lu mau kabur, ternyata lu emang pengecut, buat apaaa coba selama ini Kiyara muji-muji lo, haaaahhhh cupu lo," Ucap anak itu meremehkan sambil masih mencengkeram erat kera bajuku.


"Gua bukannya takut, cuman ini semua gak ada untungnya buat gua!," Ujar ku sambil melepas paksa cengkraman nya.


"Yah itu namanya takut, eh guys ternyata Andhika itu cuman anak yang gak tahu malu!!!," Balas anak itu kepada teman-temannya.

__ADS_1


"Iya boss,"


"Iyah, cemen lu," Sahut kedua teman anak itu.


"Zen, masa kita diem aja sih?," Bisik Ardy yang sudah geram dengan perlakuan mereka.


"Kita turuti aja kata Andhika, gua ngerti dia kok, kalau mereka sampai bertindak lebih, kita maju," Balas Zen.


"Hmmmm," Deham Ardy ragu.


"Ternyata memang bener, cuma gua, Key yang cocok sama Kiyara, hahahaha gua jadi kasihan sama lo, apasih yang spesial sama lo?, selama Kiyara jadi pacar gua, gua itu selalu gak suka karna dia selalu bandingin gua ma lu!," Ucap anak itu.


Batinku kaget.


"Tapi nyatanya apa?, lu itu Cemen bro!!!," Sambung anak itu meremehkan.


"Gua gak butuh ceramah lo!," Sahutku tajam.


"Apa?,"


"Lo bilang Lo kasihan ma gua, hah tapi menurut gua, gua yang seharusnya kasihan ma Lo!,"


"Maksud Lo apa hah?," Kesal anak itu.


"Lu mau aja dibohongin ma dia, haaahhh gua gak nyangka ternyata Lo bakal jadi korban dia selanjutnya," Ucapku.


"Maksud...maksud Lo si Kiyara?," Tanya anak itu yang masih marah bercampur bingung.


"Yah siapa lagi, setelah gua ternyata lu, emang Lo gak nyadar, kalau Lo udah dimanfaatin sama dia!," Balasku yang membuat bibir anak itu terbungkam.


"Dan sekarang, lu mau ngajak gua adu kekuatan, hah lucu tahu gak, KITA BERDUA BERANTEM CUMA DEMI NGEREBUTIN CEWE YANG UDAH BUAT GUA KECEWA!!!!,"


Batin Zen tertegun.


"Bro, buat apa kita gelud cuma demi orang yang gak bisa ngehargain perjuangan orang lain!!!!,"


"Maksut Lo apa hah!!!," Bentak anak itu, yang sekali lagi mencengkeram kera bajuku.


/Tas/ langsung ku lepas dengan paksa.


"Sadar bro sadar, gua udah jadi korban dan gua juga gak mau lu jadi korban dia selanjutnya, gua tahu lu ngelakuin ini karna lu suka sama dia, karna lu sayang sama dia!,"


"Tapi, buat apa lu ngelakuin ini semua kalau dia sama sekali gak ngehargain perjuangan Lo!, haaahhh (menghela), sekarang malah gua yang ceramah, gua cuman mau titip pesan, moga lu cepet sadar!," Sambungku sambil menepuk bahu anak itu, lalu pergi.


Batin anak itu yang masih tertegun.


"Ar, Zen, gua balik dulu yah!," Pintaku.


"Ta...tapi Dhik, lu gak papa kan?," Tanya Zen.


"Gua gak papa kok, gua balik dulu yah, udah mau gelap!," Balasku.


"Ta...tapi Dhik!,"


"Udah Ar gak papa, makasih yah udah ngajak gua keluar, gua udah maafin lu berdua kok, oke gua cabut, assalamualaikum!," Sambungku yang lalu pergi.


"Waalaikumussalam!," Jawab Ardy dan Zen khawatir.


///////////////


Sesampainya di rumah...


~Kamar Andhika


"Kiyara, gua gak nyangka lu bisa ngelakuin ini semua, lu udah berubah, gak seperti Kiyara yang gua kenal dulu!," Ujar ku duduk didepan jendela.


///////////


Assalamualaikum kak,

__ADS_1


Makasih udah mau mampir, jangan lupa like, koment, dan votenya yah, karna akan sangat membantu untuk eps selanjutnya.


Terimakasih(◍•ᴗ•◍)❤.


__ADS_2