Diary Love Andhika

Diary Love Andhika
Diary 44: Ngambek.


__ADS_3


Tak lama kemudian, Bu guru pun mengatakan kalau kita semua akan segera sampai di sekolah SMA Garuda Sakti.


Bu guru menyuruh kita untuk segera menghubungi orang tua kami masing-masing agar bisa menjemput kami semua pabila sudah sampai nanti.


Hingga akhirnya kamipun sampai di tempat tujuan, satu persatu anak telah dijemput oleh orang tua mereka masing-masing, begitupun juga dengan diriku.


/Tiga hari kemudian/


~Koridor sekolah


"Hai Andhika!," Sapa Zen.


"Hm," Dehamku yang lalu berjalan melaluinya.


Batin Zen heran.


"Pepeeesssss!!!!," Sapa Ardy dari kejauhan sembari berlari menghampiri.


"Lu bisa panggil nama gua yang bener gak, nama gua itu Zen z-e-n, bukan pepes!,"


"Ck, lu juga biasanya panggil gua kakap!," Decak balik Ardy.


"Oh yah, tumben lu gak bareng Andhika?," Heran Ardy.


"Tadi barusan gua nyapa dia, tapi malah ditinggal gitu aja," Jawab Zen.


"Kok gitu, emang Andhika kenapa?,"


"Hmmmm," Deham Zen sambil mengangkat kedua bahunya.


//////////////////


"Eh itu kak Andhika yah?," Bisik salah satu siswi.


"Iyah itu, kan gua udah liatin fotonya," Balas bisik teman siswi tersebut.


"Ganteng yah, tamvanan yang asli ketimbang yang difoto,"


"He em,"


Batinku kesal.


Sekarang kalian sudah tahukan kenapa gua kacangin Zen tadi, sejak tersebarnya foto canditan itu, gua kira bakalan berhenti sampe disitu aja.


Eh malah makin merembet kemana-mana, sekarang gak cuman satu kelas gua aja yang tahu foto canditan gua, tapi satu sekolah tahu semua, bayangin gak tuh malunya🙂😤.


Padahal mereka udah janji ke gua kalau bakal ngapus tuh canditan, tapi nyatanya apa?. Emang sih gua orangnya jarang marah, lebih suka bersikap cuek atau dingin ke mereka, tapi kalau singa gua udah keluar abis mereka.

__ADS_1


/Kelas 11 B/


Krriiinggggg (bel masuk berbunyi)


"Assalamualaikum anak-anak!," Salam pak guru sembari masuk kedalam kelas.


"Waalaikumussalam pak," Jawab kami semua.


Pelajaran pun dimulai, walau sekarang adalah pelajaran favorit gua, tapi kalian tahu?, gua gak bisa tenang dan konsentrasi sedikitpun, karna kelakuan seorang anak yang pengen banget gua sentil ginjalnya.


"Pssttt Andhika!!!," Panggil Zen dengan nada pelan.


"Oy Andhika!!!,"


/Plung/ melemparkan bola kertas.


~Bola kertas pertama...


Andhika lu kenapa sih?


~Bola kertas kedua...


Lu ngambek yah, tapi kenapa, kasih tahu gua!


~Bola kertas ketiga...


Batinku kesal.


Tak lama kemudian, akhirnya pelajaran pun usai.


(Krriiiingggg) bunyi bel istirahat...


Pak guru pun meninggalkan kelas.


"Andhika, ke kantin bareng yuk!," Ajak Zen dengan senyum manisnya.


Aku tak menjawab sepatah katapun, dan langsung berdiri meninggalkannya.


"ANDHIKAAAA OY, LU NAPA SIIIIHHH," Teriak Zen kesal.


~Di kantin sekolah.


Aku duduk semeja dengan dua makhluk ikan🐟 itu, siapa lagi kalau bukan Zen dan Ardy.


"Andhika kok diem mulu sih?," Bisik Ardy heran.


"Gue juga kagak tahu, dari tadi dia diem mulu di kelas," Balas bisik Zen.


"Apa jangan-jangan, waktu di perkemahan hari itu dia kesambet lagi, makanya gak bisa ngomong!," Khawatir Ardy.

__ADS_1


"Otak lu lagi di servis yah, jauh banget kalo mikir, pokoknya kita harus pikirin cara gimana caranya biar Andhika bisa ngomong lagi!," Ucap Zen.


"Gua tahu,"


"Gimana?," Tanya Zen.


Tanpa aba-aba, /brruuaaakkk/ Ardy menggebrak meja kantin dengan keras.


"Astagfirullah!!!," Kaget ku.


"Lu ngapain sih???," Ucapku kesal.


"Tuh kan berhasil!," Ucap Ardy tersenyum bangga.


"Eh kalian bertiga, maen gebrak-gebrak meja aja, mau gantiin lu kalau rusak?," Marah mak kantin.


"Ma...maaf mak," Balas Ardy.


Batin Zen.


"Haaahhh (menghela), Dhik lu kenapa sih, kok dari tadi kacangin kita mulu?," Tanya Zen.


"He em!," Sahut Ardy.


Batinku kesal.


"Mana janji lu berdua?," Tagih ku.


"Janji?, janji apa?," Bingung Zen.


"He em, emang kita pernah buat janji yah sama lo?," Sahut Ardy.


Batinku.


"Lu inget waktu kalian candit gua, katanya mau hapus tapi buktinya mana, sampe sekarang masih ada aja anak yang bahas!," Ucapku.


"Owh soal canditan, hehehe emmm gimana yah, gimana Ar?," Senggol Zen.


"Hehehehe gimana yah?," Balas Ardy sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.


"Haha hihi huhu, gua gak butuh senyum Pepsodent lu berdua, gua butuhnya bukti!," Ucapku.


//////////////


Assalamualaikum kak,


Makasih udah mau mampir yah, jangan lupa, like, komen dan votenya yah, untuk menambah semangat saya dalam membuat eps selanjutnya.


Terimakasih (◍•ᴗ•◍)❤.

__ADS_1


__ADS_2