
Kami terus bermain bersama, hingga tak terasa hari semakin sore dan Zen memutuskan untuk pulang.
"Yaaaa tinggal kita berdua aja tatak, tatak jomblo udah pulang," Ujar Faza (mochi).
"Huss, kakak Zen itu enggak jomblo mochi," Sahutku.
"Iyakah, terus kenapa gak punya pacar hayoo?,"
"Kakak Zen ituuu, cuma lagi butuh waktu aja," Jawabku.
"Au ah tatak, namanya gak punya pacar yah jomblo, mana ada yang namanya butuh waktu, hatuuuhhh atu gak ngelti sama anak jaman sekarang," Sahut Faza (mochi)
Catatan: •Hatuh artinya haduh.
• Ngelti artinya ngerti.
batinku.
"Huwaaaaa (menguap), tatak, Faza mau bobok dulu yah," Ujar Faza yang lalu perlahan menutup mata dan tertidur.
"Iyah (mengelus kepala), tidur yang nyenyak yah,"
Ting (notif pesan masuk).
Ting
Ting
Tuk (membuka pesan)
•Nomor tidak dikenal•
👤: Assalamualaikum!
👤: Hallo, permisi!
👤: Apa benar ini nomernya Andhika Putra?
batinku curiga.
👤(Andhika): Waalaikumussalam, mohon maaf ini siapa yah?
👤: Apakah ini Andhika?
batinku.
👤(Andhika): Maaf tapi ini siapa yah?, anda tahu nomer saya darimana?,"
👤: Andhika....ini kamu kan?
Aku hendak menjawab pertanyaan dari nomor tak dikenal itu, tapi terhenti karena suara ketukan dari pintu rumah.
/Tok...tok...tok/ Suara ketuk pintu.
"Ah kayaknya mereka sudah pulang, dan nomer iniiii, au ah (menghapus pesan),"
//////////////
"Andhika, aku tahu, ini pasti kamu," Ujar orang misterius tersebut.
///////////
__ADS_1
/Kreekkk/ membukakan pintu.
"Assalamualaikum!," Salam bunda.
"Waalaikumussalam," Jawabku.
"Kok lama pulangnya?," Tanyaku.
"Iyah tadi, hihihihi (ketawa)," Jawab Tante.
Batinku.
Akhirnya tante dan keluarganya pun pulang...
"Pa (senggol), tadi papa mau ngomong apa?," bisikku.
"Ah, emangnya tadi papa ngomong apa?," Tanya balik papa.
batinku.
"Tadi kan papa bilang kalau,"
"Aahh iya-iya papa ingat, tadi itu papa mau ngasih kejutan ke bunda, ngajakin kencan di tempat pertama kita ketemu, hihihi,"
"Owh," Sahutku datar.
batinku.
"Kok gitu sih rautnya, tahu gak tadi bunda seneng banget loh, jadi....sekarang bunda gak marah lagi sama papa,"
"Hm,"
"Au ah, Dhika jawabnya gitu mulu, papa ke kamar dulu yah, ngantuk nih, bundaaa i'm coming," Ujar papa yang lalu pergi.
/Keesokan harinya/
[Di perpustakaan SMA Garuda sakti]
"Baca yang mana yah," Ujarku kebingungan mencari buku.
batinku.
Diriku hendak meraih buku tersebut, namun ada tangan lain yang menyusul hendak mengambil buku itu, hingga tangan kami bersentuhan.
"Ah, ma...maaf kak," Ujar Aqila gugup.
"I....iyah gak papa kok,"
"Lo mau baca buku ini juga?," Tanyaku.
"I...iyah,"
"Ta...tapi kalau kak Andhika mau baca duluan juga gak papa kok, Aqila bisa cari buku yang lain," Sambung Aqila.
"Kalau gitu kita baca berdua aja, lagian nih buku baru kali ini gue lihat, dan mungkin juga cuma ada satu," Sahutku.
"Ap...apa, ba...baca berdua, nanti kalau dilihat anak-anak lain Aqila bisa di,"
"Di bully lagi (memotong), kan gue udah bilang gue ini kakak lo, dan gak ada yang namanya seorang kakak biarin adiknya di bully," Sahutku.
"I...iyah kak," Jawab Aqila gugup.
[Tempat duduk]
__ADS_1
"Ngapain duduknya jauhan, sini deketan!!!," Suruh ku.
"Enggak usah kok kak, Aqila kelihatan kok," Jawab Aqila.
"Hadeehhh, gue tahu kalau lo udah gak pake kacamata, tapi gue gak yakin dengan jarak sejauh itu lo bisa baca," Sahutku.
"Udah, sini deketan!!!," Suruh ku lagi.
"I...iyah kak,"
Aqila (mendekat)
batin Aqila.
"Itu bacanya apa yah," gumam Aqila.
Aqila tak dapat membaca tulisan tersebut dengan jelas, karena walaupun sudah berdekatan, tetapi Aqila agak menjauhkan kepalanya.
Aqila (mendekatkan kepalanya ke arah buku)
/Duk/ kepala Aqila berbenturan dengan kepalaku.
"Awww," decakku sambil mengusap kepalaku.
"Ma...maaf kak (/duk/ membenturkan lagi),"
"Awww, kok malah dibenturin lagi sih?," Tanyaku sedikit kesal.
"I...itu kak, ka...kata nenek kalau kepala kita terbentur dengan seseorang maka harus di benturkan sekali lagi untuk mengurangi rasa sakitnya," Jawab Aqila dengan gugup.
batinku.
"Bukannya kalau dibenturin lagi itu malah semakin nambah rasa sakitnya yah?,"
"A...aqila juga enggak tahu kak, Aqila cuma percaya aja sama kata nenek Aqila," Jawab Aqila.
*Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh, panggilan untuk anak-anak literasi untuk segera berkumpul di ruang aula terima kasih* Suara spiker pemberitahuan.
"Haahhh (menghela berat), ayo ke aula!!!," Ajakku.
"Eeehhh, ta...tapi kak,"
"Kenapa?, ayo ke aula, lo anak literasi kan,"
"I...iyah sih kak, ta...tapi kan,"
"Kenapa?, takut di bully lagi, tenang...entar gue smekdon buat orang yang berani ngebully lo,"
"Ja...jangan kak kasihan,"
"Yaudah ayo, keburu telat!!!,"
"Iyah (mengangguk),"
batinku tersenyum.
///////////
Assalamualaikum,
Hallo semua, makasih udah mau mampir, jangan lupa like, coment, dan votenya yah, karna akan sangat membantu untuk eps selanjutnya.
Terimakasih (◍•ᴗ•◍)❤
__ADS_1