Diary Love Andhika

Diary Love Andhika
Diary 24 : Kembalinya si "dia".


__ADS_3


"Satu permintaan, emang lu yakin bisa ngabulin permintaan gue?," Tanyaku.


"E...eehhhh, in...insyaallah Aqila kabulin kak," Jawab Aqila menunduk.


"Haaahhh yaudah, gue pulang dulu yah," Pamitku yang hendak pergi.


"I...iyah kak,"


"Eh tunggu kak!!!,"


"Iyah?," Balasku menoleh.


"Ha..hati-hati yah kak, sama makasih," Ujar Aqila sedikit malu.


"Hm, gue duluan," Balasku yang lalu pergi.


batin Aqila.


[Sesampainya di rumah Andhika]


"Assalamualaikum, Andhika pulang!," Salamku sembari membuka pintu.


"Waalaikumsalam, anak bunda udah pulang, loh itu bajunya kenapa, kok kotor banget bagian punggungnya?," Tanya bunda.


"Tadi gak sengaja kena genangan bun," Jawabku sembari salim mencium tangan bunda.


"Haduuuhhh, untung kamu punya dua bajunya, yaudah ke kamar dulu sana, terus makan yah!,"


"Iyah bun," Jawabku.


[Kamar Andhika]


Drrttt.....dddrrttt...dddrttt (panggilan masuk)


β€’Nomor tidak dikenalβ€’


Andhika (mengambil ponsel)


"I...ini nomer yang waktu itu kan, aiihhhh lebih baik gue angkat, biar gak ganggu mulu," Ujarku.


/Tit/ mengangkat telpon.


πŸ“ž (Andhika): Assalamualaikum, ini siapa yah?


/Tak menjawab/


πŸ“ž (Andhika): Hallo!


/Tak menjawab/


πŸ“ž (Andhika): Kalau ini cuma buat maenan gue tutup!


πŸ“ž (Nomor tak dikenal): Andhika! (nada pelan).


batinku kaget.


πŸ“ž (Nomor tidak dikenal): Hallo Andhika, gue seneng bisa denger suara lo lagi.


πŸ“ž (Andhika): Dapet dari siapa lo nomer gue, dan juga....buat apa lo telpon gue? (kesal).


πŸ“ž (Nomor tidak dikenal): Masalah gue dapet nomer ini dari siapa itu gak penting, yang terpenting adalah.....gue kangen sama lo.


πŸ“ž (Andhika): Hah kangen, apa lo udah lupa sama kejadian waktu itu?


πŸ“ž (Andhika): Kalau lo cuma mau ngomong yang gak guna, gue tutup!


πŸ“ž (Nomor tidak dikenal): Ja...jangan!!!, gue mau kita ketemuan nanti malem, bisa kan?

__ADS_1


πŸ“ž (Andhika): Buat apa?, buat ngulang kenangan, sorry gue gak tertarik.


πŸ“ž (Nomor tidak dikenal): Lu pasti pengen tahu alesan gue kenapa ngelakuin kejadian waktu itu kan?,"


πŸ“ž (Nomor tidak dikenal): Kalau emang ada, nanti lu dateng yah ke festival pasar malem jam delapan!


πŸ“ž (Andhika): Gue tutup, assalamualaikum!


Tut /menutup telpon/


[Kamar Kiyara]


"A...andhika!!!,"


"Ditutup, Andhika apa benar lo udah gak ada rasa lagi sama gue," Gumam Kiyara sembari menatapi nomer Andhika di ponselnya.


[Kamar Andhika]


"Gue dateng apa enggak yah?," Ujarku bingung.


"Hmmmmm," berpikir.


batinku.


"Hanya sekedar untuk mendapat jawaban, tidak lebih," Gumamku.


////////////


[Malam hari]


"Bun Andhika pergi bentar yah!,"


"Mau kemana emangnya?," Tanya bunda.


"Mau ke festival bentar bun ada urusan,"


"Owh," Sahut bunda.


"PAPA!!!, bunda gak suka yah, bunda pengen nya Andhika jadi anak yang baik, bukan mantan playboy kayak papa!," Kesal bunda.


"Yaudah Andhika berangkat sana!, hati-hati, pulangnya jangan malem-malem yah!," Sambung bunda.


"Iyah bunda, assalamualaikum!," Pamitku yang lalu pergi.


[Sesampainya di festival pasar malam]


"Aqilaaaa ayo cepetan sini, kita beli gula kapas," rengek sepupu Aqila.


"Iyah-iyah, haaahh (kelelahan), bentar sabar," Sahut Aqila.


"Oke-oke," Ujar sepupu Aqila.


"Haaahh (mencoba mengatur napas), ya Allah Raisaaaa, tenagamu kuat banget sih," Ucap Aqila.


"Hoho yah iyah dong, yuk ah buruan beli gula kapas," Sahut sepupu Aqila yang kemudian menarik tangan Aqila, mengajaknya untuk membeli gula kapas.


/////////


"Ck, mana sih?, daritadi gak dateng-dateng," Decakku.


////////////


"Gimana, enak kan gula kapasnya?," Ujar sepupu Aqila sambil asik memakan gula kapas nya.


"I...iyah," Balas Aqila.


batin Aqila.


"Eh Aqila, haloooo, jan ngelamun dong!,"

__ADS_1


"Eh iyah?,"


"Haaahhh, ngelamunin apa'an sih?," Tanya sepupu Aqila.


"Eng...enggak kok," Jawab Aqila.


"Yaudah, eh beli coklat yuk disana, aslinya tadi gue pengen beli, cuma kelupaan, yuk!," Ajak sepupu Aqila.


batin Aqila.


"Enggak deh, aku tunggu disini aja, pegel tau," Balas Aqila.


"Yaudah, tunggu sini yah!," Ujar sepupu Aqila yang lalu pergi.


"Hadeehhh, jadi anak makaaannn mulu kerjaannya," Gumam Aqila.


Aqila (melihat sekeliling).


"Loh, itu....itu bukannya kak Andhika yah?," Ujar Aqila kaget melihat diriku berdiri sendiri di dekat bianglala.


batin Aqila ragu.


"Samperin aja ah, eh tapiiiii....entar kalo (ragu), udah samperin aja dulu," Ujar Aqila yang hendak menghampiri ku.


Aqila baru berjalan beberapa langkah, lalu...


/Dep/ Kiyara langsung datang dan merangkul tanganku.


Seketika langkah Aqila terhenti...


"Si...siapa cewe itu?, kok kayaknya akrab banget sama kak Andhika, sebaiknyaaa... aku gak ganggu," Gumam Aqila yang lalu berbalik arah dengan rasa curiga bercampur rasa kecewa.


////////////


"Lepasin tangan gue (melepas paksa)," Kesalku.


"Jadi sekarang, cepet beritahu gue?," Sambungku dingin.


"Kita naik bianglala yuk!," Ajak Kiyara sembari menunjukkan senyum manisnya.


"Gue kesini cuman buat mengetahui sesuatu, bukan buat ngulang semua kenangan sampah itu,"


"Iyah, entar aku kasih tahu, tapi sebelum itu kita seneng-seneng dulu,"


Tak pikir panjang aku langsung berbalik arah meninggalkan Kiyara begitu saja.


"Tunggu, lo mau kemana?," Tanya Kiyara.


"Gue mau pergi, gue sudah salah buat dateng kesini," Jawabku tanpa menoleh dan melanjutkan jalan.


"APA LO UDAH SAMA DIA???," Teriak Kiyara.


Andhika (seketika berhenti)


"Apa maksud lo?," Tanyaku.


"Wanita itu, hiks (menangis), apa lo udah sama wanita yang bernama Aqila itu hah?,"


"Lu gak perlu tahu gue sama siapa," Balasku.


"Kiyara......ternyata lu masih sama aja kayak dulu," Sambung ku yang lalu melanjutkan langkah.


batin Kiyara.


///////////


Assalamualaikum,


Hallo semua, makasih udah mau mampir, jangan lupa like, coment, dan vote nya yah, karna akan sangat membantu untuk eps selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih (◍‒ᴗ‒◍)❀


__ADS_2