
"Dia mengalami luka yang berat dibagian kepalanya, dan juga lumayan kehilangan banyak darah!"
Batin nenek Aqila kaget dengan menutup mulutnya, cairan bening itu mulai keluar tak tertahankan lagi!
"Tapi, dia baik-baik aja kan dok?, Aqila bisa sembuhkan?" Tanya Tasya.
Sekali lagi, dokter menggeleng pelan.
"Untuk itu saya tidak tahu, tapi semoga saja Aqila bisa sembuh, karna keadaannya sekarang dia sedang kritis dan mengalami koma!"
"Mak....maksud dokter apa?" Sahutku semakin panik.
"Ini semua akibat benturan keras dikepalanya, tapi untung saja kalian membawanya dengan tepat waktu, sehingga nyawanya masih bisa diselamatkan, tapi untuk saat ini dia sedang mengalami koma!"
"Dok saya mohon, sembuhkan cucu saya dok!" Pinta nenek Aqila memohon.
"Iyah nek, kami akan berusaha keras agar cucu nenek bisa sembuh, kalau begitu saya permisi dulu yah!"
"Iyah dok silahkan!" Balas Ardy.
Batinku sendu, mataku tertuju kedalam ruangan ICU yang terdapat dirinya yang hanya bisa tidur diatas kasur dengan mata terpejam.
//////////////////
Keesokan harinya...
~Sepulang sekolah
Aku bersama Zen, Ardy, Tasya dan Emil sudah sepakat akan menjenguk Aqila hari ini di rumah sakit.
Mereka berempat sedang pergi membeli makanan di minimarket, tapi gua pamit ke mereka untuk pergi duluan ke rumah sakit.
Karna gua tahu, kita pasti bakalan lama disana (minimarket), kayak gak tahu mereka aja_-!
~Rumah sakit kota Aron.
Gua langsung parkir sepeda motor, dan bergegas masuk kedalam.
~Kamar pasien.
Di dalam kamar itu, aku hanya melihat nenek Aqila sendiri yang sedang membelai rambut cucu kesayangannya itu. "Sepertinya bukan gua aja yang khawatir akan keadaan Aqila!"
/Tok...tok...tok/ ku ketuk pintu, yang membuat perhatian nenek Aqila teralihkan padaku.
"Eh nak Andhika, sini masuk!" Sambut nenek Aqila dengan senyum tuanya.
"Iyah nek!" Jawabku sopan, lalu berjalan menghampiri nenek.
"Baru pulang sekolah yah?" Tanya nenek Aqila.
"Iyah nek!" Jawabku sambil menyalami tangan nenek dan mencium punggung tangan nya.
"Nenek sudah makan?" Tanyaku.
"Nenek gak bakalan makan, kalau cucu nenek belum makan!"
"Nenek, kalau nenek gak makan nanti sakit!" Khawatir ku.
__ADS_1
"Nenek makan yah, ini Andhika sudah bawa makanan buat nenek, Andhika tahu kalau nenek pasti khawatir sama keadaan Aqila, tapi kalau nenek sakit kasihan jugakan Aqilanya!" Bujukku sambil menyodorkan sebuah bekal berisi makanan.
Nenek Aqila mengangguk pelan, lalu menerima bekal makanan pemberianku tersebut.
"Kalau gitu, nenek makan diluar aja yah, sama cari angin, kamu disini jaga Aqila bentar yah!" Balas nenek Aqila.
"Iyah nek!" Jawabku sopan.
Akhirnya nenek Aqila keluar dari ruangan tersebut dan sekali lagi, hanya tertinggal kami berdua!
Tapi kali ini berbeda, Aqila hanya bisa diam, dengan matanya yang masih tertutup.
Ku dudukan badanku di kursi dekat tempat tidur Aqila.
Ku memandangi wajahnya itu, entah kenapa sekarang diriku rindu akan suaranya, rindu akan senyum manisnya, dan rindu akan hadirnya!
"Aqila, gua disini!"
"Kakak Lo disini, Lo gak mau sambut gua?, Lo gak mau panggil nama gua?"
Berbicara kepada orang yang sedang mengalami koma, itu layaknya seperti kita sedang berbicara sendiri.
Tapi menurut gua, gua yakin kalau Aqila pasti denger apa yang gua omongin, berharap, berharap dia denger!
Ku genggam tangannya dengan erat, ku tempelkan telapak tangannya di pipiku.
"Dek Aqila, gua pegang tangan Lo, Lo gak gugup?, Lo gak berusaha lepasin?"
"Aqila!, ngomong ke gua, gua pengen denger suara Lo, plis gua mohon!" Pintaku.
Ku tenggelam kan kepalaku di tepi kasur Aqila, entah kenapa dada gua rasanya sakit, rasanya sesak!
Aqila, gua mohon!
Buka!, buka mata Lo, gua disini, gua disini disamping Lo!
Memohon, berharap, hanya itu yang bisa gua lakuin untuk sekarang!
/Tok...tok...tok/ suara ketuk pintu.
Ku beranjak dari tempat dudukku, lalu berjalan menuju pintu.
/Membuka/
"Hallo, kita dateng bawa makanan banyak!" Ujar mereka serentak.
"Hm, yuk masuk!" Balasku dingin.
"Lu semua ngapain aja sih disana, lama banget?" Tanyaku kesal.
"Tanya tuh ke Ardy sama Zen!" Sahut Emil kesal.
"Yah kak, ini semua gara-gara kak Zen sama kak Ardy, bikin lama!" Tambah Tasya.
"Kok aku sih yang!" Balas Zen tak terima.
"Zen, Ar!, jelasin ke gua ada apa!" Pinta ku.
__ADS_1
"Jadi gini!" Balas Ardy yang hendak menceritakan semuanya.
~Sesaat sebelumnya.
/Minimarket/
•Tempat minuman•
"Eh Zen lu mau beli susu yang mana, rasa coklat apa stroberi!" Tanya Ardy dengan membawa dua botol susu di kedua tangannya.
"Eemmmm yang mana yah?, gua suka rasa stroberi sih, tapi rasa coklat juga enak!" Bingung Zen.
"Terus?, yang mana dong?"
"Coklat aja deh!" Ujar Zen memutuskan.
"Yakin coklat?, yaudah yang stroberi gua taruh lagi yak!" Ucap Ardy yang hendak mengembalikan botol susu stroberi tersebut.
"Eh tapi!, gua kasihan sama susu stroberi nya, entar dia ngira kita cuman PHP!" Sambung Ardy yang mengurungkan niatnya.
"Hmmmm Iyah juga yah!, terus gimana dong?" Bingung Zen.
////////////////
"Jadi gitu ceritanya Dhik!" Ujar Ardy setelah cerita panjang kali lebar.
"Gaje banget kan Dhik!" Kesal Emil.
Batinku.
"Lu berdua itu udah gede, udah kelas dua SMA, astagfirullah!" Batinku memegang kening.
"Jadi?, Lu berdua beli yang mana?" Tanyaku.
"Beli dua-duanya!!!!" Jawab mereka serentak dengan cengiran tak berdosa.
Batin ku heran melihat mereka berdua, gua jadi bingung kenapa mereka bisa jadi sahabat gua.
"Eemmm kak Andhika!" Panggil Tasya ragu.
"Iyah?" Tanyaku.
"Aku mau ngasih tahu sesuatu ke kakak!"
"Sesuatu?, sesuatu apa?" Tanyaku lagi.
"Kemarin sebelum Aqila dibawa ambulans ke rumah sakit, disana aku nemuin ponsel Aqila, terus aku bawa buat aku kasi'in ke kak Andhika atau neneknya supaya diamanin, tapi aku lupa kemarin!"
"Jadi?" Sahutku masih bingung.
"Kemarin malam waktu udah nyampe rumah sepulang dari rumah sakit, dikamar aku buka ponsel Aqila, aku tahu itu lancang, tapi!, aku nemuin sesuatu di ponsel Aqila kak, oleh sebab itu aku curiga, ini kayaknya bukan kecelakaan deh kak, tapi udah direncanain semuanya dari awal!" Jelas Tasya yang membuat kami semua kaget.
Siapa? siapa yang udah ngerencanain ini semua!
///////////////////////
Assalamualaikum,
Makasih udah mau mampir, jangan lupa untuk like koment dan votenya yah, karna akan sangat membantu untuk eps selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih 🥰😉😊.