Diary Love Andhika

Diary Love Andhika
Diary 11 : Mantan papa.


__ADS_3


"Assalamualaikum, papa pulang,"


"Eh papa udah pulang, ayo pa makan bareng, bunda udah masak,"


"Oke," Jawab papa sembari melepas sepatunya.


///////////////


[Dimeja makan]


"Nih pa lauknya," Ucap bunda sembari memberikan lauk ke piring papa.


"Makasih bundaku sayang," Jawab papa.


"Loh, anak papa tumben makannya dikit,"


"Gak papa," Balasku.


"Anak papa kok dingin banget sih, kalau dingin gini mana bisa dapet cewek," Ledek papa.


"Hm,"


"Eh bun, Andhika udah punya pacar belom?,"


"Udah punya kayaknya, siapa namanya, hmmmm oh yah nak kiyara kan,"


"Dhika gak punya pacar kok bun,"


"Hmmmm gitu yah, eh udah jadi mantan?," Tanya bunda lagi.


Batinku kesal.


"Hohoooo, anak papa udah punya mantan nih, berapa?, masih satu.....kurang,"


"Hati Andhika cuma satu," Balasku yang makin kepanasan.


"Yaaahhh, kalau gitu mah masih kurang, lihat nih papa waktu masih SMA dulu mantannya ada sepuluh dan rata-rata semuanya itu cewek,"


"Jadi papa mantan pakboi," gerutu ku.


"Oh yah kamu tahu nggak, warung makan yang jadi langganan kita itu, yang punya itu mantan papa loh,"


"Uhuk," Seketika diriku langsung tersedak.


"OOHHH JADI DIA MANTAN KAMU, PANTESAN KALAU KELUAR PENGENNYA MAKAN DISITU," Sahut Bunda marah.


"Eh ng...nggak kok bun.....,"


"UDAH DIEM, MULAI SEKARANG KITA NGGAK USAH MAKAN DISITU LAGI," Sambung Bunda yang lalu pergi ke kamar.


/Braakkk/ membanting pintu.


"Buuunnn maafin papa, itu cuma mantan kok bun mantan, sekarang hati papa cuma milik bunda kok,"


"Gimana nih dhik, alamat tidur di sofa nih,"


"Dhika!!!!,"


"Hm,"


"Kasih solusi dong,"

__ADS_1


"Haahhh, makanya pa, jadi cowok jangan kebanyakan mantan," Jawabku yang lalu pergi menuju kamar.


"Yaelah, gimana nih," gumam papa kebingungan.


///////////////


Keesokan harinya, sepulang sekolah.....


[Dirumah Andhika]


/Tok..tok..tok/ suara ketuk pintu.


"Yaahh sebentar,"


/Kreekkk/ membukakan.


"Hallo om, kak Andhikanya ada,"


"Eh ada kok,"


Batin papa.


"Bentar yah, saya panggilkan dulu,"


"Iyah om," Jawab mereka serentak.


///////////////


/Tok..tok..tok/ mengetuk pintu kamar.


"Andhika!!!!," Panggil papa.


"Iyah pa, ada apa?," Sahut ku.


"Dicariin tuh sama temennya,"


"Siapa pa?,"


"Papa gak tahu namanya, tapi....ciwi-ciwi loh," Goda papa.


batinku.


"Bilang aja Andhika sibuk pa,"


"Lah emang kenapa, sayang loh kalau gak ditemuin,"


"Andhika bukan pakboi,"


"Yaelah, entar nyesel loh,"



/////////////


"Eeeehhhh maaf yah, Andhika lagi sibuk jadi nggak bisa diganggu,"


"Yaaahhh, terus gimana dong,"


"Yaudah kita coba lagi aja besok, siapa tahu besok kak Andhika gak sibuk,"


"Kalau begitu, kita permisi dulu yah om, assalamualaikum,"


"Wa'alaikumussalam,"

__ADS_1


/Kreeeekkkk/ menutup pintu.


"Haahhh, jadi gak enak nih rasanya," gumam papa.


batin papa.


"Oke, sebagai mantan pakboi, aku harus buat anakku Andhika lupain mantannya," Ucap papa yang sudah membulatkan tekadnya.


/Tok...tok...tok/ mengetuk pintu.


"Andhika!!!," Panggil papa.


batinku.


"Iyah paaa," balas Andhika.


"Denger-denger kamu di sekolah itu jadi anak yang paling famous dikalangan cewek-cewek yah,"


batinku sambil menepuk jidat.


"Kalau gak ada urusan penting, papa ke bunda aja sana, jangan gangguin Andhika," Sahutku.


"Ke cewek itu gak boleh dingin loh,"


"Kalau kamu dingin, entar gak punya pacar lagi,"


"Oh yah, tadi cewek-cewek yang mampir kesini tadi cantik-cantik loh, kenapa gak di coba satu,"


batinku frustasi.


/Kletaaakkk/ pensil yang ku genggam patah menjadi dua.


"Papa juga bisa kasih tips, cara biar bisa lupain mantan,'


*Wuussshhhhh*


(Andhika) Membukakan pintu dengan semangat.


"Gimana caranya pa?," Tanyaku antusias.


"Caranya itu, yah cari pacar lagi,"


/Braakk/ langsung menutup pintu.


"Lah kenapa, emang bener kan, cara biar bisa cepet lupain mantan itu yah cari pacar lagi,"


"Udah diem," Sahut bunda yang tiba-tiba datang menjewer telinga papa.


"A..awww, sakit bun,"


"Andhika itu anak baik-baik, jangan diajarin jadi pakboi kayak kamu,"


"I...iyah bun,"


"Ayo ikut bunda, jangan disini, ganggu anak belajar aja,"


"O...oke bun," Jawab papa.


///////////////


Assalamualaikum,


Hallo semua, makasih yah udah mau mampir, jangan lupa like, vote, dan komentnya, agar memberi semangat saya dalam membuat eps selanjutnya.

__ADS_1


Terima kasih(◍•ᴗ•◍)❤.


__ADS_2