
Waktu terus berlalu, hingga bel istirahat pun berbunyi (kriiingggđź””).
"Bro, ke kantin yuk," Ajak Zen.
"Gak ah, gue mau ke perpus," (menolak).
"Yaelah, jadi orang jangan over kutu buku napa, mau makan kertas lo kalo laper,"
"Boleh,"
"Astaga,"
"Oh yah, kalau lo laper makan aja tuh coklat," Ujarku yang lalu pergi.
"Ya Allah, mana mau gue mau makan coklat lo, udah kelamaan di kolong, keracunan iyah," gerutu Zen.
////////////////////////
(Perpustakaan)
"Aduuuhhh tinggi banget yah (jinjit)," keluh Aqila.
"Kalo gak sampe itu minta tolong," Sahutku mengambilkan.
"Eh kak....kak Andhika, ma...makasih kak," gugup Aqila.
"Hm,"
"Lo sakit?," Tanyaku.
"Eng...enggak," (wajah Aqila semakin memerah).
"Terus kenapa wajah lo merah, sakit?,"
"Enggak (menutupi wajahnya dengan buku), kalau gitu misi kak,"
"Ah," (menabrak).
"Lo gak punya mata yah," Ujar seorang siswi marah.
__ADS_1
"Maaf kak,"
batinku.
//////////////////
"Aku duduk dimana yah bacanya (membenarkan kacamata), hmmmm ah ada,"
"Arrgghhh, tapi deket kak Andhika," Ujar Aqila gugup.
"Permisi kak, boleh gak Aqila duduk disini," pinta Aqila.
batinku.
"Hm,"
batin Aqila.
(Duduk)
Aqila tidak bisa serius membaca bukunya, karna dia semeja dengan cowok yang selalu di bikin kesel sama dia (menurut Aqila), selain karna hal itu, juga karna detakan jantung Aqila yang tak karuan.
"Kenapa?," Tanyaku.
"Eh, eng...enggak papa kok," Jawab Aqila terbata.
"Terus kenapa lo daritadi ngeliatin gue terus," Ujarku sambil fokus membaca buku.
batin Aqila.
"Hallo Andhikaku," Sapa Zen yang tiba-tiba datang.
"Ini perpus bukan lapangan, mau gue ejain dulu" Sahut ku.
"Iyah-iyah, jangan marah dong, eh kamu cewek itu yah,"
"Ap...apa kak?,"
"Surat lo so sweet banget loh, sampe bikin sahabat gue yang dingin bin cuek ini senyum, oh yah sama coklat lo juga....hmp,"
__ADS_1
Mulut Zen langsung gue sumpel pake buku.
"Puas ngomongnya, sekarang ikut gue keluar," kesalku menarik Zen keluar dari perpus.
"Daahh Adek," lambai Zen ke Aqila
"hehehe iyah kak,"
"Kak Andhika kenapa, tapi....emang bener gitu yah, kak Andhika senyum sambil baca surat aku, halu kali," Ucap Aqila.
(Diluar perpus)
"Lo ngapain sih tadi pake ngomong kayak gitu segala?," Tanyaku kesal.
"Hehehe, iyah-iyah maap, lagian cewek itu gak bakalan anggep serius juga kok,"
"Yaudah, sekarang gue tanya, lo ngapain pake ke perpus, setahu gue sekali liat buku satu aja lo udah puyeng, gimana mau ngadepin buku se perpus,"
"Iiiihhhh dhika peka banget deh,"
batinku.
"Hm,"
"Eh dikantin ada gorengan loh, kita beli yuk,"
"Bilang aja kalau pengen ditraktir,"
"Hehehe,"
"Haahh (menghela berat), yaudah ayo!,"
"Asiiiaaappp,"
////////////////
Assalamualaikum kak,
Terima kasih udah mau mampir, jangan lupa like, vote, dan komentnya yah kak, agar memberi semangat saya dalam membuat episode selanjutnya.
Terima kasih(◍•ᴗ•◍)❤.
__ADS_1