
keesokan harinya, sepulang sekolah....
[Di rumah Andhika]
"Dhiikkkk!!!," Panggil papa.
"Iyah paaa," Jawabku sambil berlari menghampiri.
Saat itu juga aku melihat, terdapat tante, Faza, dan suaminya tante, serta papa dan bunda, yang siap mau pergi.
"Kalian mau pergi kemana?," Tanyaku bingung.
"Kita mau pergi ke kondangan Dhika," Jawab bunda.
"Eh Dhik!!!," Senggol papa.
"Hm,"
"Kwbhnwhahavhansnans," bisik papa.
batinku.
"Oke," Sambung papa.
"Papa ngomong apa sih?, gak jelas_-," Tanyaku.
"Yaelah, yaudah papa ulang,"
"Paaaa, ayo berangkat!!!," Panggil bunda.
"O...oke bun (menghampiri), entar aja yah Dhik papa kasih tahu, pokoknya top deh,"
"Oke pa,"
"Andhika, tante titip Faza yah," Ujar tante.
"Iyah tan," Jawabku.
"Fazaaa yang nurut yah sama kakak Andhika!," Ujar suami tante.
"Siap pa," Jawab Faza dengan anggukan.
batinku.
"Tatak Andhikaaaa," Panggil Faza.
"Iyah mochi, kita ke kamar dulu yuk!!!," Ajakku.
"He em," (mengangguk)
[Di kamar Andhika]
"Niiihhh, kakak Andhika kemarin habis beli buku gambar sama pensil warna, supaya kalo mochi kesini gak bosen," Ujarku sambil menunjukkannya ke Faza (mochi).
"Yeeeyyyy (riang), sini tatak, Faza mau gambar,"
"Ini (memberikan), kakak Andhika mau belajar dulu bentar yah,"
"Oke tatak, semangat,"
Sementara mochi (Faza) corat-coret di buku gambarnya, diriku sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan rumah.
/Tok..tok...tok../ suara ketuk pintu.
batinku.
Andhika (berjalan menghampiri pintu rumah)
/kreeekkk/ membukakan pintu.
"Hallo bro," Sapa Zen.
batinku menyebut.
"Pa'an?," Tanyaku.
__ADS_1
"Hehehehe, ngerjain bareng yuk!!!," Ajak Zen.
batinku.
"Iyah deh, yuk masuk!!!,"
"Oke,"
Zen (masuk kedalam rumah)
"Sepi amat rumah lu???,"
"Bakar aja biar rame,"
"Yaelah_-, gue serius kali,"
"Pada keluar semua," Jawabku.
"Terus, lu ditinggal sendiri?,"
"Enggak, (/kreekkk/ membuka pintu kamar), tuh gue disuruh jaga bocil," Balasku.
"Eh ada Faza," Sapa Zen.
"Ooohhh, hallo tatak Zen,"
"Hallo, lama nih gak ketemu sama Faza emez,"
batinku.
"Faza lagi gambar apa?," Tanya Zen.
"Lagi gambar bunta," Jawab Faza.
Catatan: • Bunta artinya bunga.
"Bunta, apa itu bunta?," Tanya Zen.
"Yah ini bunta tatak," Jawab Faza sambil menunjuk ke arah gambarannya.
"Iyah, bunta itu apa?,"
"Iyah kakak tahu, tapi bunta itu apa?,"
"YAAAHH INI BUNTA TATAK, TATAK ZEN PUNYA TELINGA GAK SIH,"
"TAPI KAKAK ZEN GAK NGERTI BUNTA ITU APA?,"
"TATAK ZEN NYEBELIN, AKU LEMPAR KULKAS NIH,"
"IIIHHH, TAPI KAKAK ZEN GAK TAHU BUNTA ITU APA, FAZAAA,"
batinku.
"Bunta itu bunga Zen," Sahutku.
"Tuuuhhh tatak Andhika pinter," Balas Faza.
"Yaelah bunga toh, lu daritadi ngomong kek, nunggu gue debat dulu baru ngomong,"
"Hm," Balasku yang sibuk baca buku.
~Krruuuyyyuuukkk/ bunyi perut Faza (mochi)
"Eehhh mochi laper?," Tanyaku.
"He em, Faza pengen maem," Jawab Faza dengan bibir manyun.
"Aku juga lapel," Sahut Zen.
"Sono beli nasi di warteg," Sahutku.
"Tapi kita pengen dimasakin sama tatak Andhika," Balas Faza.
"Iyah kita pengen dimasakin tatak Andhika," Sahut Zen.
batinku.
__ADS_1
"Yaudah, kalian ke meja makan dulu, biar gue masakin,"
"Yeeeyyyy," Jawab mereka serentak.
Setelah selesai memasak...
[Di meja makan]
"Yeeyyy maem nya udah siap," Girang Faza.
"Harum banget," Sahut Zen.
"Iyah, yaudah cepet dimakan gih, keburu dingin," Ujarku.
"Eh mochi bisa makan sendiri gak, kalau nggak bisa kakak Andhika suapin?," Tanyaku.
"Endak usah kok tatak, Faza bisa," Jawab Faza.
"Yaudah, pelan-pelan yah makannya, kalau nggak bisa bilang,"
"Oke tatak," Jawab Faza.
"Kalau aku gak bisa tatak, suapin dong," Sahut Zen.
batinku.
"Gue telponin mak lu yah," Jawabku.
"Tapi maunya pake tangan tatak Andhika,"
"Gak usah lah tatak Zen, kasihan tatak Andhika belom makan, tatak Zen kan udah gede, masa kalah sama Faza," Sahut Faza.
batin Zen.
"Iyah deh," Jawab Zen.
"Eh tatak Zen (menarik baju Zen), tatak Kiyara mana yah, kok atu gak pernah ketemu sekarang?," Tanya Faza di sela makan.
"Ih kamu gak tahu yah, kakak Andhika mu itu udah jomblo sekarang," Bisik Zen.
"Eehhh gitu yah," balas Faza.
batinku risih.
"Kalo di meja makan gak boleh ngomong," lirihku.
"Tatak Andhika sekarang jomblo yah?,"
Uhuk (seketika diriku tersedak)
"Apa?," Tanyaku.
"Tatak Andhika jomblo yah?,"
"Kata siapa?," Tanya balik diriku.
"Nih kata tatak Zen," (menunjuk)
Andhika (menatap tajam kearah Zen)
Zen (menanggapi dengan menjulurkan lidahnya🤪)
"Eh enggak juga sih, tatak Andhika punya pacar kok,"
"Yang bener, siapa?, Dhik lo kok gak ngemeng-ngemeng sama gua," Tanya Zen.
"Ada kok, pacar baru tatak Andhika ituuuuuu.....Faza," Jawab Faza sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Hahahaha (tertawa), jadi yang jomblo itu tatak Zen bukan tatak Andhika,"
batin Zen.
//////////
Assalamualaikum,
Hallo semua, makasih udah mampir yah, jangan lupa like, coment, dan votenya, karna akan sangat membantu untuk eps selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih (◍•ᴗ•◍)❤