Diary Love Andhika

Diary Love Andhika
Diary 25 : Curiga.


__ADS_3


"Aqilaaaa, lo darimana aja sih?," Tanya sepupu Aqila sembari lahap memakan coklatnya.


"Ma...maaf, aku tadi cuman jalan-jalan sebentar," Jawab Aqila.


"Hm, yaudah yok pulang!!!, udah malem nih, takut nenek khawatir,"


"He em," Jawab Aqila dengan anggukan.


batin Aqila.


////////////////


Keesokan harinya...


Sepulang sekolah, kami sepakat untuk melaksanakan kerja kelompok di rumah nya Aqila...


/Di rumah Aqila/


/Tok..tok..tok/


"Assalamualaikum, Aqila pulang!," Salam Aqila sembari mengetuk pintu.


/Membukakan/


"Cucu nenek udah pulang, loh ini ada apa?," Tanya nenek Aqila bingung melihat kami semua datang bersama ke rumah Aqila.


"Aqila sama temen-temen mau kerja kelompok disini nek, boleh kan?," Tanya Aqila.


"Hoho yah tentu boleh dong, yuk masuk!!!,"


"Makasih nek," Sahutku.


"Iyah, yuk masuk, jangan diluar aja, sini!!!," Sambut nenek dengan hangat.


"Ayo kak masuk!!!," Sahut Aqila.


"Iyah," Jawab kami serentak.


/Di dalam rumah Aqila/


Kami sudah merancang apa yang harus dibuat dan sudah membagi tugasnya masing-masing.


"Aqila, kamu gambar yah!," Suruhku.


"I...iyah kak," Jawab Aqila.


Aqila sekarang menjadi sedikit canggung dan sedikit menjaga jarak denganku karna kejadian kemarin dia melihatku bertemu dengan Kiyara.


"Ini kertas sama krayonnya, dan itu spidol sama pensilnya!," Ujarku memberikan.


"I...iyah kak," Jawab Aqila sambil menerimanya.


"Kalau butuh apa-apa bilang yah!,"


"I..iyah kak,"


batinku melihat Aqila yang sedang menggambar.

__ADS_1


Dua puluh menit kemudian....


"Beb kamu bisa nggak guntingnya?," Tanya seorang siswa terhadap kekasihnya.


"Bisa dong beb," Jawab siswi tersebut.


"Yaudah, kalo gak bisa bilang yah beb,"


"Iyah beb, kamu perhatian banget deh beb,"


"Iyah dong beb, masa sama bebep ku sendiri gak aku perhatiin,"


"Woy lu berdua!!!, bisa diem gak???, tinggal gunting aja susah banget," Sahut Ardy kesal.


"Ih apa'an sih, sirik banget dah," Balas siswi tersebut.


"Siapa yang sirik?," Sahut Ardy.


"Ya lu lah!,"


"Lu berdua bisa diem gak?," Sahutku.


"I...iyah maaf," Jawab mereka bersamaan.


"E....eehhh, kak!," Panggil Aqila pelan.


"Hm," Balasku menoleh.


"I...ini, gambarannya udah jadi," Ujar Aqila sembari memperlihatkan gambarannya.


"Woowww, itu gambaran kamu Aqila!!!," Sahut Zen yang kagum melihat gambaran Aqila.


"Keren bingit, tuker tangan dong!!!," Sahut seorang siswi.


"Lu pikir lego bisa dicopot," Sahut Zen.


"Ish apaan sih, ngikut aja orang ngomong," Balas siswi tersebut.


batinku yang mulai kesal.


"Kak...kak Andhika kok diem, hmmm je...jelek yah," Ujar Aqila.


"Bagus kok (tersenyum)," Balasku.


batin Aqila sedih.


"Yaudah kalau sudah selesai, kamu tolong guntingin ini yah!," Suruh ku.


"O...oke kak," Jawab Aqila.


Ddrrtt....ddrrtt.....ddrtt...(getar ponsel Andhika)


•Nomor tidak dikenal•


Ujarku kesal dan langsung mematikan panggilan tersebut.


/Tut/


"Dhik, ngapa di mati'in?," Tanya Zen.

__ADS_1


"Gak penting," Jawabku datar.


"Owh," Jawab Zen yang masih penasaran.


batin Aqila ngelamun.


/Sret/


"Awwww," Ujar Aqila kesakitan.


Ujung jari telunjuk Aqila tak sengaja terpotong oleh gunting dan mengeluarkan darah akibat ngelamun tadi.


"Eh hati-hati!," Ujarku yang langsung mengelap jari telunjuk Aqila menggunakan tisu.


"Sakit?," Tanyaku khawatir.


Aqila (mengangguk)


"Makanya hati-hati, disini ada kotak obat gak?," Tanyaku.


"Eh...eng...enggak usah kok kak," Jawab Aqila.


"Gue tanya disini ada kotak obat gak?," Tanyaku lagi.


"I...itu kak, di dekatnya lemari," Jawab Aqila menunduk.


Aku langsung berdiri dan mengambil obat luka serta salonpas dari kotak obat tersebut dan mengobati luka Aqila.


"Aawww, hmmmm ma...maaf kak u....udah ngerepotin," Ujar Aqila.


"Hm,"


batin Zen terharu.


"Hallo semua, sambil kerja sambil makan juga yuk, ini udah nenek masakin yang spesiaalll banget," Ujar nenek yang tiba-tiba datang dengan membawa banyak makanan.


"Waaahhh enak nih," Sahut Zen.


"Kebetulan nek kita udah laper, hehehe," Sahut Ardy.


"Iyah, yuk makan dulu, habisin yah!!!,"


"Iyah dong nek, pasti habis, tapi kalau habis boleh nambah kan nek?," Tanya Zen.


"Eh sayang, jangan malu-maluin dong!," bisik Tasya.


"Hahahaha yah boleh dong, yuk sini makan bareng!!!," Suruh nenek.


"Woke nek," Jawab Zen semangat.


batinku.


///////////////


Assalamualaikum,


Hallo semua, makasih udah mampir yah, jangan lupa like, coment, dan votenya yah, karna akan sangat membantu untuk eps selanjutnya.


Terimakasih (◍•ᴗ•◍)❤

__ADS_1


__ADS_2