Diary Love Andhika

Diary Love Andhika
Diary 14 : Permintaan maaf sang lelaki.


__ADS_3


[Di rumah Aqila]


"Assalamualaikum, Aqila pulang,"


"Ehhh cucu nenek udah pulang, loh kamu kenapa sayang?," Tanya nenek Aqila kaget, melihat cucunya pulang dengan keadaan kotor.


batin Aqila.


"Eeeehhh gak papa kok nek, ini...ini cuma, aahh karna temen-temen Aqila ngira sekarang itu ulang tahun Aqila, makanya jadi kayak gini deh," Jawab Aqila.


"Ooohhh gitu, haduhhh anak jaman sekarang emang ada-ada aja yah, yaudah, kamu cepet mandi sana,"


"Iyah nek," Jawab Aqila yang lalu pergi ke kamarnya.


batin nenek Aqila.


[Kamar Aqila]


Aqila segera membersihkan dirinya, setelah selesai...


"Aaiihhh, kotor banget nih kacamatanya," Ucap Aqila sambil mengelap kaca kacamatanya.


Memakai...


"Loh kok burem sih,"


Melepas...


"Apa kurang bersih yah," Ucap Aqila ragu sambil kembali membersihkan kaca kacamatanya.


Memakai...


"Kok burem lagi sih,"


Melepas...


Aqila (menatap ke cermin)


Tip/tip/tip (menkedip-kedipkan mata)


"APA, yeeeeyyyy (lompat-lompat), makasih ya Allah Aqila gak usah pake kacamata lagi, yeeeyyy," Sambung Aqila kesenengan.


[Sedangkan di kamar Andhika]


Diriku duduk termenung didekat jendela, dengan menatap indahnya langit malam, merasakan dinginnya angin malam yang menusuk kulit.


"Haaahhh, gimana yah, apa gue harus ngelakuin itu, kembali ke sifat gue kayak dulu lagi,"


batinku.


"Angin malam, berilah aku jawaban, bisikkan apa yang harus aku lakukan, karna aku tak mau terluka untuk yang kedua kalinya," Sambungku sambil menikmati semilirnya angin malam.


[Keesokan harinya]


Bel istirahat berbunyi (krriiingggđź””)


"Bro, gimana, mau ngerubah sifat?," Tanya Zen.


"Hm,"


"Kok gitu sih, jawab dong yang jelas?,"

__ADS_1


"Hm,"


"Hilih au ah, gue mau ke kantor guru dulu, dipanggil tadi katanya, yaudah, bye Andhikaku,"


"Oke," Jawabku.


batinku sambil berjalan mencari keberadaan Aqila.


[Di dekat kebun sekolah]


Aku mendapati Aqila yang sedang duduk termenung sendiri disana.


batinku.


Menghampiri...


"Permisi,"


Aqila (menengadah)


batin Aqila yang hendak pergi.


"Tunggu (/dep/ memegang tangan), lo mau kemana?," Tanyaku.


batin Aqila yang semakin gugup.


"A....Aqila mau balik kak, kalau ada yang lihat kak Andhika sama Aqila disini, bisa-bisa Aqila.....,"


"Gue gak peduli orang mau ngomong apa (memotong), karna yang gue mau sekarang adalah ditemenin sama lo (tersenyum), Ujarku.


batin Aqila.


"Ta...tapi kak,"


"O...oke (mengangguk),"


Akhirnya kamipun duduk berdua di kursi dekat kebun sekolah.


batin Aqila.


"Aqila (nada lembut)," panggil ku.


"I...iyah kak,"


"Gue minta maaf yah, kemarin udah ngebentak lo,"


batin Aqila yang mukanya makin panas.


"Kemarin gue ngebentak lo itu, karena gue pengen lo jadi wanita yang kuat, tapiii mungkin karna perkataan gue berlebihan,"


"Enggak kok kak, sebenarnya Aqila juga salah, karna Aqila gak bisa jaga harga diri Aqila sendiri, haaahh (menghela berat) ini semua Aqila lakuin cuma karna pengen punya teman," Balas Aqila.


"Iyah, intinya gue minta maaf yah, dan yang penting ingat, teman itu orang yang mau nerima lo apa adanya, bukan ada apanya, karna lo sendiri itu lebih berharga (mengelus kepala Aqila),"


batin Aqila.


"I...iyah kak, ma...makasih," Jawab Aqila gugup.


"Oh yah, ngomong-ngomong kacamata lo mana?," Tanyaku.


"Kemarin malem waktu aku pakai burem kak, mungkin karna Aqila udah gak minus lagi, e...emang kelihatan aneh yah?,"


"Enggak kok, malah tambah manis (tersenyum),"

__ADS_1


batinku ngomel sendiri.


batin Aqila yang semakin malu.


"I...iyah kak,"


"Kalo boleh tahu, lo udah dapet teman belum?," tanyaku.


"Aqila gak pernah punya teman kak, gak ada yang mau jadi teman Aqila, dari kecil aja Aqila cuma tinggal sama nenek dan orang tua Aqila pisah, malang banget yah nasib Aqila, udah gak punya teman, gak pernah tahu rasanya kasih sayang orang tua lagi," Sahut Aqila.


/plok/ memegang kepala.


"Kalo gitu, anggep gue ini teman dan sekaligus kakak lo (tersenyum),"


batin Aqila kaget.


"Yaudah, gue balik dulu yah, takut bel masuk bunyi,"


"I...iyah,"


"Daaahh Aqila," melambaikan tangan dan lalu pergi.


"Kak Andhika, terima kasih, baru kali ini ada orang yang terang-terangan mau jadi teman Aqila, dan sekaligus kakak,"


"Aqila tahu, kalau sebenarnya kak Andhika itu laki-laki yang penuh kehangatan dan murah senyum, mungkin ada masalah yang mendorong kak Andhika jadi merubah sifat,"


[Di koridor sekolah]


"Hallo Aqila," Sapa Zen.


"Eh hallo kak Zen," Jawab Aqila.


"Gue mau minta maaf yah atas kejadian kemarin,"


"Enggak papa kok kak, kak Andhika udah minta maaf,"


batin Zen kaget.


"Alhamdulillah,"


"Oh yah, sebenarnya Andhika dulu gak gitu loh,"


batin Zen.


"Emang kak Andhika dulu kenapa kak?," Tanya Aqila.


"Au ah, kalau pengen tahu tanya aja ke sumbernya,"


"A...aku mana berani kak,"


"Kalo gitu yah gak tahu (mengangkat bahu), gue pergi dulu yah bye,"


"Iyah kak," balas Aqila.


batin Aqila.


//////////


Assalamualaikum,


Hallo kak, makasih udah mau mampir, jangan lupa like, coment, dan votenya yah, karna akan membantu untuk eps selanjutnya.


Terima kasih(◍•ᴗ•◍)❤

__ADS_1


__ADS_2