Diary Love Andhika

Diary Love Andhika
Diary 30: Aku pilih mundur.


__ADS_3


////////////


"Memang benar, kita cuma sebatas kakak dan adik," Gumam Aqila sedih.


"kalau gak dianggap kakak adik, terus mau dianggap apa lagi, pacar?, halumu itu ketinggian Aqila," Ujar Aqila yang ngoceh sendiri.


Brrmmm...bbrrmm...brrmmm (Suara sepeda motor menghampiri)


"Aqila!," Panggilku.


Batin Aqila kaget yang langsung cepat-cepat menghapus air matanya.


"I...iyah kak," Jawab Aqila.


"Mau kemana?," Tanyaku.


"Ma...mau pulang kak,"


"Owh, eh bentar mata lo kok bengkak, habis nangis yah?,"


"Eng...enggak kok kak, Aqila.....aqila cuma habis kelilipan aja,"


batinku curiga.


"Yaudah, naik yuk, gue anterin!," Ajakku.


"Eng...enggak usah kok kak,"


batin Aqila sedih.


"Ayo!, jadi adek harus nurut, oke," Ajakku lagi.


batin Aqila.


"I...iyah kak," Jawab Aqila dengan anggukan.


Sedangkan dari kejauhan, ada seseorang yang memperhatikan mereka secara diam-diam.


/Menelpon/


β€’Kiyaraβ€’


/Mengangkat/


πŸ“ž (Kiyara): Hallo!


πŸ“ž (Seseorang tersebut): Eh Kiyara, gue ada berita penting nih!


πŸ“ž (Kiyara): Berita pa'an?


πŸ“ž (Seseorang tersebut): Gue ngelihat Aqila lagi barengan sama Andhika.


πŸ“ž (Kiyara): APA???


batin Kiyara kesal.


πŸ“ž (Kiyara): Oke, perhatiin terus mereka berdua, kalau ada info lain, lo hubungin gue lagi nanti!


πŸ“ž (Seseorang tersebut): Siap.


/Tut/ menutup.


"Hahaha, selamat bersenang-senang Aqila," Ujar seseorang misterius tersebut, dengan senyuman jahatnya.


///////////////


"Aqilaaaaa (kesal), lo akan dapet balesannya," Decak Kiyara.


/////////////


"Yaudah yok naik!," Ajakku lagi.

__ADS_1


Aqila /mengangguk/


Akhirnya Aqila pun menuruti kata-kata ku dan naik ke atas motor.


"Nih helmnya," Ujarku sembari memberikan.


/Aqila/ menerima dan memakainya.


"Udah?," Tanyaku.


"I...iyah kak," Jawab Aqila.


Bbrrmm...brrrmmm...brrmmm (Menyalakan)


Disepanjang perjalanan aku sesekali mencuri pandang, melirik Aqila lewat kaca spion motor ku.


batinku bertanya-tanya.


[Sesampainya dirumah Aqila]


Brrmmm...brrmm...brrmm (memberhentikan)


/Aqila/ turun dari motor dan memberikan helmnya kepadaku.


"Ma...makasih yah kak," Ujar Aqila malu.


"Iyah sama-sama," Jawabku.


"Eeehhh.....kak, kak Andhika di busnya duduk sama siapa?," Tanya Aqila gugup.


"Masih gak tahu," Balasku.


"Owh," Sahut Aqila.


"Kenapa?, lo mau duduk sama gue?," Tanyaku.


"Eh eh, eng...enggak kok kak," Jawab Aqila terbata.


"Iyah-iyah, yaudah, gue pulang dulu yah!," Pamitku.


"Hm, gue cabut dulu!,"


Brrrmm...brrmmm...brrmmm (menyalakan)


"Daahhh," Pamitku dengan lambaian tangan lalu pergi.


"Iyah, daahhh kak," Respon Aqila.


batin Aqila.


//////////////


[Di kamar Aqila]


Ting (notif pesan masuk)


/Tuk/ membuka pesan.


"Oohhh jadi ini daftar duduknya," Gumam Aqila.


batin Aqila kaget.


"Aaahhhh, terus aku duduk sama siapa dong?," Ujar Aqila yang sibuk menggeser-geser layar ponselnya, mencari-cari namanya.


πŸ‘€ (Wali kelas 10 A) : Ini daftar duduknya anak-anak, silahkan dicari nama kalian masing-masing yah!


β€’Daftar tempat duduk bus 3β€’


Kursi (1) dan kursi (2)


Rara (10 B) dan Dimas (12 C)


Kursi (3) dan kursi (4)

__ADS_1


Caca (11 D) dan Maya (11 H)


Kursi (5) dan kursi (6)


Aqila (10 A) dan Andhika (11 B)


Darrr⚑ (Rasanya bagaikan petir yang menyambar hingga menusuk ke jantung)


"AAARRRRGGGGGGG,"


"Ke...kenapa aku harus duduk sama kak Andhika siihhh," Ujar Aqila dengan perasaan campur aduk.


Deg...deg..deg...(jantung berdetak kencang)


"Nih juga, napa deg-degan mulu kalau setiap mikirin kak Andhika, apa jangan-jangan aku....udaaahhhh, aaahhhh (melempar guling, bantal, dan selimut),"


"Gak mungkin kan aku suka?," Sambung Aqila sambil meringkukkan badannya.


Ddrrt....ddrtt....ddrrt...(getar ponsel Aqila)


(Panggilan telepon masuk)


β€’Nomor tidak dikenalβ€’


"I...iniiii, no...nomer yang waktu itukan?," Ujar Aqila sambil mengangkat panggilan tersebut dengan ragu.


/Mengangkat/


πŸ“ž (Aqila): Ha..hallo!


πŸ“ž (Nomor tidak dikenal): Lo itu keras kepala banget yah, kan gue udah bilang, jangan pernah lo deket-deket sama Andhika!!!


πŸ“ž (Aqila): Mak...maksut kakak apa?


πŸ“ž (Nomor tidak dikenal): Lo gak usah sok polos deh, lo tadi boncengan berdua kan sama Andhika???


batin Aqila kaget.


πŸ“ž (Aqila): Aq...aqila cuman....


πŸ“ž (Nomor tidak dikenal): DIEM LO, awas aja yah kalau gue ngeliat lo berduaan sama Andhika lagi!!!


πŸ“ž (Aqila): I...iyah kak.


πŸ“ž (Nomor tidak dikenal): Oh yah, gue denger-denger lo nanti waktu kemah, lo duduk sama Andhika.


πŸ“ž (Aqila): Kak...kakak tahu darimana?


πŸ“ž (Nomor tidak dikenal): lu gak perlu tahu gue dapet info darimana, yang perlu lo tahu hanyalah jauhin Andhika.


πŸ“ž (Aqila): I...iyah kak (kecewa).


πŸ“ž (Nomor tidak dikenal): Okeh, bagus kalau lo paham, inget yah ini bukan cuma sekedar peringatan, tapi.....gue juga bisa ngelakuin yang lebih dari ini.


πŸ“ž (Aqila): Iyah kak, ta...tapi apa Aqila boleh tahu nama kakak siapa?


πŸ“ž (Nomor tidak dikenal): Inget aja satu nama ini "Ki-ya-ra", pacarnya Andhika putra.


batin Aqila.


πŸ“ž (Nomor tidak dikenal): Bye.


/Tut/ menutup telepon.


"Aaahhhh (melempar ponsel ke kasur),"


"Hiks...hiks..hiks...., bodoh Aqila, kamu itu bodoh, bisa-bisanya hiks....aku suka sama orang yang udah punya pacar,"


batin Aqila sedih.


////////////////


Assalamualaikum,

__ADS_1


Hallo kak, makasih udah mau mampir yah, jangan lupa like, coment, dan votenya, agar menambah semngat saya dalam membuat eps selanjutnya.


Terimakasih (◍‒ᴗ‒◍)❀


__ADS_2