Diary Love Andhika

Diary Love Andhika
Diary 27: Berdua bersamamu.


__ADS_3


Setelah semuanya beres, akhirnya kami semua memutuskan untuk kembali ke kelas kami masing-masing.


[Kelas 10 A]


"Eh Aqila!," Panggil seorang siswi, teman sebangku Aqila.


"I...iyah?," Jawab Aqila.


"Ka-kamu yang buat lukisan yang ditempelin di mading itu yah?," Tanya seorang siswi tersebut.


Aqila (mengangguk)


"Eh beneran, waaahhh bagus banget, oi temen-temen!!!," Panggil seorang siswi tersebut kepada semua temannya.


"Apa?,"


"Ada apa?,"


"Apa'an sih, heboh banget?," Tanya semua anak penasaran.


"Dikelas kita ada seniman," Ujar siswi tersebut.


batin Aqila kaget.


"Se....seniman, seniman pa'an?," Tanya salah satu siswa.


"Kalian tahu enggak, lukisan yang bagus banget yang ditempelin di mading itu, ternyata itu buatannya Aqila loh,"


"Eh seriusan itu gambar kamu Aqila?," Tanya siswi lain penasaran.


"I...iyah," Jawab Aqila gugup.


"Waaahhh keren banget,"


"Kapan-kapan ajarin aku dong,"


"Ternyata dikelas kita ada seniman yah, beruntung banget,"


"Iyah, Aqila, ajarin aku yah!!!,"


"I...iyah," Jawab Aqila gugup namun didalam hatinya sangat bahagia.


Riuh suara teman Aqila tak percaya bahwa dikelasnya ada seorang seniman yang pandai lukis dan menggambar itu.


batin Aqila.


"Kak Andhika, terima kasih," Gumam Aqila senang.


Sepulang sekolah.....


[Di rumah Aqila]


"Haaahhh (menghela), bosen banget dirumah, ke tepi danau dulu ah," Ujar Aqila.


Aqila tidak sama seperti anak-anak lainnya, disaat teman-temannya memilih kumpul bareng atau main bersama.


Aqila lebih memilih pergi ke tepi danau, menikmati hembusan angin sepoi-sepoi, merdunya suara kicauan burung, hamparan rumput hijau yang nyaman, langit sore nan indah yang memantulkan warna jingganya ke danau yang luas.


Pemandangan indah itulah yang membuat Aqila nyaman disana, sambil melatih lukisan tangannya.


"Neeekk.....nenek!!!," Panggil Aqila sambil celingukan mencari neneknya didapur.


"Iyah Aqila sayang, ada apa?," Tanya balik nenek Aqila.


"Ini, Aqila mau ke....,"

__ADS_1


"Ke tepi danau?," potong nenek Aqila.


"Kok nenek tahu?," Tanya Aqila heran.


"Yah tahu lah, pikiran kamu itu udah ada di otak nenek, yaudah kamu main sana, ingat pulangnya jangan sore-sore yah, kalau udah gelap pulang!!!,"


"Iyah," Jawab Aqila dengan senyum manisnya.


Akhirnya Aqila pun berangkat ke tepi danau dengan membawa kertas gambar dan kotak pensilnya.


[Sesampainya di tepi danau]


Aqila duduk di hamparan rerumputan yang nyaman.


"Haaaahhh, nyaman banget, sekarang enaknya gambar apa yah?," Ujar Aqila bersemangat.


///////////////


"Haaahhh bosen banget dirumah, jalan-jalan keluar bentar enak juga," Ujarku sambil meregangkan badan.


Andhika (menghentikan langkah)


"I....itu, Aqila kan?," Gumamku melihat seorang gadis membelakangiku, duduk sendirian di rerumputan dekat tepi danau.


batinku yang kemudian memutuskan untuk menghampiri Aqila.


/Menghampiri/


"Ngapain?," Tanyaku ke Aqila yang sedang sibuk mencoret-coret kertasnya.


"Gak ngapa-ngapain," Jawab Aqila tanpa menoleh.


"Owh," Sahutku singkat.


batin Aqila penasaran.


"KAK.......KAK ANDHIKA!!!," Teriak Aqila kaget.


"Hm," Balasku.


batin Aqila ketakutan.


"Emang gue mirip setan yah?, sampe segitunya," Ujarku.


"Eng....enggak kok kak, cu.....cuma kaget aja," Jawab Aqila gugup.


"Owh, emang lo disini ngapain sih?," Tanyaku sambil duduk disamping Aqila.


"La....lagi mau gambar kak," Jawab Aqila terbata.


"Hmmm, emang lu gambar apa, lihat dong!," Pintaku.


"Be...belum jadi kak, Aq....Aqila bingung mau gambar apa," Jawab Aqila gugup.


"Terus?," Sahutku.


"Ya....yah gak tahu kak," Balas Aqila yang sudah kehabisan kata-kata.


"Gimana kalau lo gambar wajah gue aja!!!," Pintaku.


"Ga...gambar wajah kakak, ta...tapiiiii kalau nanti jelek gimana?,"


"Enggak papa kok, hasilnya apa aja gue terima, karna gue percaya gambarannya Aqila itu bagus," Jawabku dengan senyuman.


"Gimana, bisa?," Tanyaku.


"I....iyah kak, Aq....Aqila coba," Jawab Aqila.

__ADS_1


"Oke bentar, gayanya gimana yah?," Pikirku.


"Yap, gimana kalau gini," Sambungku sambil menunjukkan gaya ku.



batin Aqila yang tak fokus dengan gambarannya dan malah sibuk memandang wajahku.


"Gimana, bagus gak gayanya?," Tanyaku.


"Ba...bagus kak, be...bentar Aqila gambar dulu," Jawab Aqila terbangun dari lamunannya.


batinku dengan memandang Aqila yang sedang sibuk dengan gambarannya


Sepuluh menit kemudian....


"Udah jadi?," Tanyaku.


batin Aqila ragu.


"Aqila!!!," Panggil ku.


"Ah, u...udah jadi kok kak,"


"Iyakah, mana?," Tanyaku antusias.


"Eh eehhh, gak...gak jadi deh, en...entar Aqila bagusin lagi,"


"Haaahh (menghela) yaudah deh (/plok/ mengelus kepala dengan lembut) kamu simpen aja," Sahutku tersenyum manis.


wuuusshhhh🍃 (hembusan angin)


batin Aqila dengan tanganku yang masih mendarat di kepala nya.


wunggggg......


"KAK...KAAAKKK KERTASNYA TERBANG!!!!," Kaget Aqila.


Mode ngelamun Aqila disetel terlalu lama, hingga tak sadar kalau angin membawa secarik kertas yang bergambar wajahku itu.


"Ambil-ambil!!!!," Ujarku yang berusaha menggapai nya.


"Gak bisa kak, tinggiii!!!!," Ujar Aqila yang kesusahan.


Wing...wing....wing....clep (jatuh ke air)


"Haaaahhhh (merengek), gimana nih kak??? basaahhh," Rengek Aqila.


"Gak papa entar lo kan bisa gambar lagi," Balasku.


batin Aqila.


"Eh udah mulai gelap nih, gue pulang dulu yah, daahhh," Sambungku yang lalu pergi.


"I...iyah," Balas Aqila dengan raut wajah kesal bercampur sedih, melihat ke arah secarik kertas dengan gambarannya yang mulai memudar akibat tadi jatuh ke air.


Sedangkan dari kejauhan...


"Andhikaaa, berani-beraninya lo berduaan sama cewe, lihat aja gue bakalan ngebuat dia ngejauh dari lo," Gumam Kiyara yang memperhatikan mereka berdua dari jauh.


batin Kiyara mengepalkan tangan.


/////////////


Assalamualaikum,


Hallo semua, makasih udah mau mampir, jangan lupa like, coment dan vote nya yah, untuk menambah semangat saya dalam membuat eps selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih (◍•ᴗ•◍)❤


__ADS_2