
////////////
Hari Minggu.
"Tatak Andhikaaaa, tatak Andhikaaaa!!!," Terdengar suara anak kecil memanggil.
Catatan: •Tatak artinya kakak.
•Atu artinya aku.
batinku setengah sadar.
"TATAK ANDHIKAAAA!!!," Memanggil lebih keras.
Andhika (Terpaksa membuka mata walau terasa berat).
"Tatak Andhika, bangun udah pagi!!!,"
"Mochi kok ada disini?," Tanyaku.
"Hihihihi, faza disuruh sama mama maen sama tatak Andhika,"
"Ooohhh,"
//////////////
Dia Faza, anak dari tanteku, masih kecil umur empat tahun. Kupanggil dia mochi karena pipinya yang ulululu gemesin, tapi walau kecil gini omongannya tuh ngalah-ngalahin emak-emak arisan_-
///////////
Ku angkat Mochi dan menaruhnya di atas kasur.
"Tatak Andhika walau baru bangun tidur tapi tetep ganteng yah," Ujar Faza sambil meremas pipiku dengan tangan mungil nya.
"Mochi walau masih kecil tapi udah pinter ngegombal yah," balasku sambil mencubit gemas pipinya.
"Hihihihi,"
"Maen keluar yuk tatak, atu bosen nih mana di kamar tatak Andhika gak ada mainan,"
"Emang kalau keluar mochi mau kemana?,"
"Beli es krim yuk,"
"Beli es krim, katanya kemarin giginya sakit?,"
"Endak kok, gigi Faza udah sembuh nih hiiiii (menunjukkan giginya yang berbaris putih),"
"Yaudah, kakak Andhika mandi dulu yah,"
"He'em," jawab Faza dengan anggukan.
/////////////
Kami berdua pun pergi keluar untuk mencari es krim, dalam perjalanan aku terus menggendong Mochi (Faza), karna kalau nggak, bisa-bisa keluyuran kemana-mana nih anak_-
"Halo Andhika," Sapa Emil.
"Iihhh anak siapa ini, emez banget," Sahut teman Emil.
"Ih jangan pegang-pegang pipiku atu," decak Faza.
__ADS_1
"Andhika......kita jalan berdua yuk," Ajak Emil setengah malu.
"NDAK BOLEH," Bentak Faza.
"Ini tatak atu, gak boleh, gak boleh jalan sama tatak jelek," sambung Faza sambil memeluk erat diriku.
batin Emil kesal.
"Tatak Andhika temenin Faza kan?,"
"Iyah mochi (mengelus kepala), kita beli es krim yuk," balasku yang lalu pergi meninggalkan mereka.
"Aaahhhh mereka manis banget sih, kayak ayah sama anak, gue juga mau dong jadi ibunya,"
"LO MAU REBUT ANDHIKA JUGA???," Marah Emil.
"Eh enggak, gu..gue kan cuma bercanda,"
"Huh, Andhikaaaaa kapan sih lo bisa peka," rengek Emil.
///////////////
"Tatak Andhika, itu tadi siapa?," Tanya Faza.
"Kakak gak kenal,"
"Owh, kirain tatak kenal,"
"Eh tatak, lihat itu (menunjuk), itu park love kan, maen kesana yuk," Ajak Faza.
"Enggak ah,"
"Lah emang kenapa?,"
"Itu kan tempatnya orang pacaran, emang mochi udah punya pacar?,"
"Punya, yang bener, emang siapa?,"
"Tatak Andhika,"
"Emang kakak Andhika mau jadi pacarnya mochi?," Tanyaku.
"Harus mau!!!,"
"Iyah deh, kakak Andhika pacarnya mochi,"
"Hihihihihi," tawa Faza.
"Yaudah ayo kesana!!!," Ajak Faza lagi.
"Kalau kesana, es krimnya gimana,"
"Oh iyah, beli es krim aja deh,"
batinku.
//////////////
Setelah beli es krim......
"Kakak Andhikaaaa,"
"Ya ampun, gantengnya,"
"Kak Andhika, sini yuk ngobrol sama kita,"
batinku kesal.
__ADS_1
"Tatak Andhika terkenal banget yah di kalangan tatak cewek, kayak artis aja," Ujar Faza sambil lahap memakan es krimnya.
"Kalo Faza udah gede juga pengen terkenal dikalangan cowok ah," Sambung Faza.
"Kenapa?," Tanyaku.
"Hehehe gak papa, oh yah tak mana tatak cantik Kiyara, tumben gak main kerumah tatak,"
Seketika diriku berhenti setelah mendengar nama itu.
batinku.
"Tak Andhika, tatak kenapa?,"
"Tak Andhika,"
Cup~ Faza mengecup pipi Andhika.
"Eh Mochi," ucapku kaget tersadar dari lamunan.
"Tatak kenapa ngelamun, ayo pulang,"
"I...iyah,"
////////////////
Dalam perjalanan pulang mochi (Faza) sudah tidur lelap dalam gendonganku.
[Kamar Andhika]
"Hah, capek juga," Ucapku kelelahan.
Tak lama kemudian, bunda dan tante sudah kembali ke rumah.
//////////////
"Makasih yah Andhika, udah mau jagain Faza, kalau gitu kita pulang dulu yah, Assalamualaikum," Ucap Tante yang lalu pergi.
"Waalaikumsalam,"
"Gimana rasanya jagain Faza, emez banget kan," Tanya Bunda.
"Iyah," Jawabku tersenyum.
"Tapi masih emesan anak bunda," Sahut Bunda sambil mencubit gemas pipiku.
"Buunnnn,"
"Hehehe, yaudah bunda ke dapur dulu yah, mau masak,"
"Iyah bun,"
[Dalam kamar Andhika]
Braakkkk (kupukul keras pintu kamar)
"Kenapa....kenapa saat gue mencoba buat berusaha ngelupain nama itu, tapi masih ada aja orang yang ngebuat gue inget sama dia lagi," Ucapku kesal setengah sedih, meringkuk di depan pintu kamar.
//////////////////
Assalamualaikum,
Hallo semua, makasih yah udah mau mampir, jangan lupa like, vote, dan komentnya agar memberi semangat saya dalam membuat eps selanjutnya.
Terima kasih♥(✿ฺ´∀`✿ฺ)ノ.
__ADS_1