
Dar⚡, suara petir bergemuruh semakin keras, begitupun dengan hujan seperti di tumpahkan begitu saja.
Tapi itu semua tak ku hiraukan, aku terus mengejar Aqila, menjelaskan semua ke salah pahaman ini.
"AQILAAAAAA!!!!!" Teriak ku sekerasnya, meminta Aqila memberhentikan larinya, aku tahu dia pasti sangat kecewa, tapi mau bagaimana lagi, kita berdua adalah korban atas kelicikan Kiyara. "Dasar cewek sialan!" Umpatku dalam hati.
Lari Aqila semakin pelan, sepertinya kakinya lelah.
"Sial, kaki Aqila lemas!" Decak Aqila yang merasakan sakit di sekujur kakinya.
Aku langsung mempercepat lariku, tak membuang-buang kesempatan.
"Aqila!" Ku langsung meraih tangan Aqila, agar ia memberhentikan larinya.
"Apasih kak!" Kesal Aqila, sambil melepas paksa genggaman ku.
"Gue bisa jelasin ini semua!"
"Jelasin apa lagi kak, hiks, itu semua udah jelas!"
Akhirnya kejadian ini pun terulang kembali, waktu itu, ditengah derasnya hujan seperti ini aku kehilangan seseorang yang benar-benar kucintai, dan sekarang bisakah aku mengungkapkan rasa cintaku kepada orang yang berbeda dan memulai kisah baru.....
"Lo belum tahu semuanya Aqila, Kiyara.....Kiyara dia itu cuma mantan gua, sekarang udah gak ada hubungan apa-apa!" Jelasku.
"Mantan!, iyakah?" Gumam Aqila tertunduk, meremas-remas jari-jemarinya yang kedinginan itu.
"Kalau kakak emang mantannya kak Kiyara, terus kenapa tadi kak Andhika bilang, kalau kakak itu pacarnya kak Kiyara?!" Bantah Aqila dengan nada yang tinggi.
"Kakak itu udah jadi miliknya kak Kiyara, ngapain kakak kejar-kejar Aqila!"
"Karna gua udah suka sama seseorang!" Lirihku pelan, tapi masih sempat terdengar oleh Aqila.
"Suka.....suka sama seseorang?, haha, hiks, hiks, lebih baik kakak susul kak Kiyara, dia pasti kedinginan, kasihan!" Suruh Aqila.
"Buat apa gue harus perhatian sama seseorang yang gak gua suka, orang yang gua suka ada disini, jadi ngapain gua harus kesana!" Bantahku.
Batin Aqila tertegun.
"Dan cewe itu adalah......" Bibirku perlahan terbuka untuk mengeluarkan kata Aqila, tapi!
/Bruukkk/
__ADS_1
"AQILAAA, AQILA BANGUN!!!!" Dia pingsan sebelum aku mengungkapkan semuanya, padahal kurang sedikit, sedikit lagi, maka rasa ini akan tersampaikan!
Ku putuskan untuk memasukkan Aqila kedalam mobil, sebelum berangkat tadi aku sudah memutuskan untuk membawa mobil karna melihat langit yang sudah mendung itu.
Kududukkan dia di kursi depan, disampingku, kuselimuti dia dengan jaket yang kutinggalkan di mobil.
Brrmm...brrmmm /menyalakan/
Diriku mengemudi dengan rasa khawatir, sesekali ku turunkan satu tanganku untuk memegang tangan Aqila, agar ia merasa lebih hangat, "Sumpah, tangannya sedingin balok es!" Khawatirku.
/Sesampainya di rumah Aqila/
Aku langsung buru-buru keluar, menggendong Aqila menuju pintu rumahnya.
/Tok...tok...tok/
"Iyah siapa?" Nenek Aqila membuka pintu, sambil memakai jaketnya itu.
"Astaga, Aqila!!!!" Kaget nenek Aqila, yang langsung mempersilahkan ku untuk masuk.
Beberapa menit kemudian....
/Di ruang tamu/
"Iyah nek sama-sama," Jawabku sopan.
"Oh yah, kamu bisa nemuin Aqila keadaannya udah kayak gitu dimana?" Tanya nenek Aqila.
"Saya menemukan Aqila di jalan nek, dia sudah pingsan disana, sepertinya karna hujannya terlalu lebat jadi!" Balasku mencoba mencari alasan.
"Iyah juga sih, hujannya emang lebat banget, cuaca sekarang lagi buruk nak, kamu juga harus jaga kesehatan yah!"
"Iyah nek,"
"Emmmm kalau begitu, saya permisi dulu yah nek!" Pamitku.
"Lah kok udah mau pamit aja, diluar masih hujan loh!"
"Gak papa kok nek, lagian juga udah mau gelap, Andhika permisi yah nek!" Pamitku sambil menyalami tangan nenek.
"Yaudah, hati-hati yah!"
"Iyah nek, assalamualaikum!"
__ADS_1
"Waalaikumussalam!"
Akhirnya dirikupun pergi dari sana.....
/////////////////
~Kamar Andhika...
Setelah membersihkan diri, aku langsung menidurkan diriku di kasur, diriku masih terbayang akan peristiwa tadi.
"Aqila, apa kode yang gua berikan masih kurang?" Gumamku menatap langit-langit atap.
~Kamar Aqila...
"Eehhh cucu nenek udah bangun!"
"A...Aqila kok bisa dikamar nek?" Tanya Aqila linglung.
"Kamu ini amnesia atau gimana sih, yah kamu bisa sampai disini karna di anterin pangeran berkuda putih kamu!" Goda nenek Aqila.
"Pa...pangeran berkuda putih?" Tanya Aqila yang masih tak paham.
"Iyah, siapa lagi kalau bukan nak Andhika, ciieee, kamu ada hubungan apa hayo sama nak Andhika!" Goda nenek Aqila yang semakin menjadi.
"Apasih nek!" Kesal Aqila.
"Iyah Iyah, yaudah kamu istirahat dulu sana, nenek mau masak!" Ujar nenek Aqila yang lalu menutup pintu kamar.
"Kak Andhika!" Tiba-tiba nama itu memenuhi kepala Aqila.
*Karna gua udah suka sama seseorang!
*Buat apa gue harus perhatian sama seseorang yang gak gua suka, orang yang gua suka ada disini, jadi ngapain gua harus kesana!
Semua kalimat yang tadi dilontarkan oleh Andhika, terputar kembali di pikiran Aqila.
"Seseorang....seseorang itu maksutnya, aku kah?" Gumam Aqila bertanya-tanya.
/////////////
Assalamualaikum,
Hallo semua, makasih udah mau mampir, jangan lupa like koment dan votenya yah, karna akan sangat membantu untuk eps selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih 😉🥰🥳