
/Sepulang sekolah/
~Kamar Aqila.
Aqila meringkuk di atas kasur, ingin sekali ia berteriak dan mengeluarkan semua tangisnya.
Siapa yang tahu, bahwa orang yang pertama menawarkan pertemanan kepadanya, orang yang pertama memberinya status sebagai adek, kini sirna begitu saja.
"Kakak" kini Aqila tak menganggap Andhika sebagai "kakak", melainkan hanya "orang asing".
Bukan tentang hubungan kakak dan adik yang Aqila sesali, melainkan kata "kakak dan adik" itu, berubah menjadi rasa cinta.
batin Aqila menjerit.
"Hiks...hiks...hiks, Aqila kamu bodoh, bodoh, bisa-bisanya kamu suka sama kak Andhika, ingeeeetttt Aqila, dia itu cuma milik kak Kiyara!"
Ingin sekali Aqila mengulang semuanya dari awal, berharap bisa merubah semua peristiwa-peristiwa hari itu.
"Andai hari itu aku gak pernah ketemu sama kak Andhika, pasti ini semua gak bakal terjadi!, hiks,"
~Gua gak ada hubungan apa-apa sama dia!
Tiba-tiba, terlintas kata-kata Andhika di pikiran Aqila.
"Gak-ada-hubungan-apa-apa?, haha, iyakah?"
"Iyakah?, hiks"
/Drrrtt..drrrtt/ getar ponsel.
~Panggilan telepon...
β’Kak Kiyaraβ’
/Tuk/ mengangkat...
π Kiyara: Hallo dedek Aqila, gimana?, udah kapok buat deketin Andhika?, atau masih kurang terorannya buat Lo!
π Aqila: kak Kiyara ada perlu apa nelpon Aqila? (dingin).
π Kiyara: Heh, lu songong banget sih jadi orang!
π Aqila: Udah puas kak ceramahnya, Aqila udah gak ganggu kak Andhika lagi, jadi Aqila mohon, kak Kiyara gak usah telpon atau neror Aqila lagi!
Batin Kiyara kesal.
π Aqila: Oh yah kak, Aqila mau tanya, apa bener, kak Kiyara sama kak Andhika itu pacaran?
π Kiyara: Yah bener lah, lu masih gak percaya juga!
π Aqila: Iyakah?, lalu kenapa kak Andhika ngomong ke Aqila kalau kak Andhika dan kakak itu gak ada hubungan apa-apa!
Batin Kiyara terbungkam.
π Aqila: Apaaaa, kakak dan kak Andhika itu cuma mantan, atau bisa juga, kak Kiyara yang ngaku-ngaku pacarnya kak Andhika!
π Kiyara: CUKUP!!!!!
π Kiyara: Lo mau bukti, Lo mau bukti hah, oke gua bakal kasih bukti ke Lo, biar Lo tahu dimana batasan Lo, nanti sore jam empat Lo dateng ke belakang sekolah SMA Pandawa, biar Lo tahu semua!
π Aqila: Oke, Aqila bakalan kesana!
π Kiyara: Bagus!
__ADS_1
/Tut/ menutup telepon...
"Kak Andhika, Aqila masih percaya sama kakak, semoga aja tadi yang diomongin kakak itu benar, dan hati Aqila bisa lega!"
////////////
~Kamar Kiyara.
"Makin songong nih anak, tapi tunggu aja, gua udah siapin kejutan yang menarik buat dia," Ujar Kiyara tersenyum licik.
///////////////////
~Pukul empat sore...
Aqila beralasan kepada neneknya bahwa dia izin keluar untuk membeli cat air dan kuas, ia tak ingin memberitahu kepada neneknya yang sebenarnya.
~Sesampainya di SMA Pandawa...
Gluduk...gluduk /Suara gemuruh petir/
"Sepertinya mau hujan, Aqila gak bawa payung lagi!" Gumam Aqila sambil menatap langit yang mendung itu.
Aqila langsung berlari menuju belakang sekolah SMA Pandawa seperti yang dikatakan oleh Kiyara.
"Disini kan, ah!" Langkah Aqila langsung terhenti dan memilih bersembunyi di balik tembok, karna mendengar dua orang lawan jenis sedang berbicara.
/Mengintip/
"Hah!, kak....kak Andhika kenapa ada disini juga?" Gumam Aqila.
************
"Lu mau apa ngajak gua ketempat kayak gini?" Tanyaku tajam, sambil memasukkan kedua tanganku kedalam saku celana.
"Gua mau ngomong sesuatu!" Jawab Kiyara.
**************
"Kak Andhika kok bisa disini juga, tapi gak papalah, biar semuanya jelas sekarang!"
Batin Aqila.
**********
"Andhika, kita pacaran kan?" Tanya Kiyara dengan senyum manisnya.
********
Batin Aqila sambil serius mengintip dan menguping pembicaraan mereka.
*******
"Iyah," Jawab ku.
*******
Darβ‘, Jawaban Andhika bagaikan petir yang menyambar hati Aqila, dan menghancurkan semua kepercayaannya.
/Tes...tes...tes/ air mata tak bisa terbendung lagi, semua keluar begitu saja.
"Jadi....jadi emang bener!" Gumam Aqila sambil meremas erat roknya itu.
**********
"Tapi itu dulu!" Sambungku dingin.
__ADS_1
"Sekarang, itu semua udah basi!"
"Tapi Andhika!"
Darβ‘ Kiyara belum sempat menyelesaikan kalimatnya, petir menyambar begitu keras, sehingga membuat dua wanita itu meringkuk ketakutan.
"Aahhhhhh!!!" Jerit Kiyara ketakutan.
**********
"Nenek...nenek, Aqila takut, hiks!" Takut Aqila.
********
"Kiyara Lo gak papakan?" Tanyaku kaget.
"Andhika, lu tahukan kalau gue takut banget sama petir!"
"Iyah-iyah, gua inget kok!" Balasku.
Kiyara tak menyia-nyiakan kesempatan emas itu, dan langsung memeluk diriku.
"Eh Kiyara, lu ngapain hah!" Kaget ku.
"Andhika gua takut!"
"Iya, tapi kan!"
Batin Kiyara tersenyum licik.
Aqila mengintip dan sekali lagi, melihat pemandangan yang tak ingin ia lihat.
"APA!" Gumam Aqila kaget.
Aqila memalingkan kepalanya pelan, lalu menyandarkan kepalanya ke dinding.
"Haha, haha, hiks, hiks, oke kak, Aqila kalah, kalah, hiks, hiks"
"Sekarang Aqila janji gak bakalan deketin kak Andhika lagi, karna Aqila udah tahu dimana batasan Aqila hiks, hiks!" Gumam Aqila kecewa.
Batin Aqila, yang hendak pergi tapi tak sengaja menginjak sebuah ranting.
/Kletak/
"Siapa disana!!!" Diriku langsung kaget setelah mendengar suara itu.
Aqila langsung memutuskan untuk lari dari sana.
Aku yang curiga akan suara tersebut, langsung menghampiri ke arah sumber suara.
Kudapati seorang gadis yang sudah berlari jauh, tapi pikiranku langsung tersadar bahwa dia adalah Aqila.
"Jadi ini rencana Lo hah?" Tanya ku dengan kekesalan yang sudah memuncak.
"Iyah, emang kenapa?" Jawab Kiyara remeh.
"Cih, dasar cewek sialan!" Decakku dan tak pikir panjang langsung berlari menyusul Aqila.
Batin Kiyara.
////////////////
Assalamualaikum,
Hallo semua, makasih udah mau mampir ke yah, jangan lupa untuk like koment dan votenya, untuk memberi semangat saya, dalam membuat eps selanjutnya...
__ADS_1
Terimakasih(ββ’α΄β’β)β€.