Diary Love Andhika

Diary Love Andhika
Diary 32: Keseruan di bus.


__ADS_3


Hari-hari terus berlalu, hingga tibalah saatnya hari yang dinanti-nantikan itu.


[Di SMA Garuda Sakti]


Pagi hari, pukul enam pagi...


[Depan gerbang sekolah]


Kami semua sudah berkumpul sejak pagi, menunggu bus yang akan kami tumpangi nanti menuju tempat perkemahan.


"Aqilaaa, ingat!, nanti harus jaga diri baik-baik loh yah, kalau ada apa-apa hubungi nenek yah!,"


"Iyah nek," Jawab Aqila dengan senyum manisnya.


Pagi ini semangat Aqila tak sama dengan anak-anak lainnya.


Karna tadi malam, lagi-lagi ia mendapat kecaman itu.


~Tadi malam~


📞 (Aqila): Ha...halo kak!


📞 (Nomor tak dikenal): Ingat, jangan macam-macam, dan jangan caperan jadi cewek, awas aja kalau sampe gue tahu kalau lo ambil-ambil kesempatan buat deketin Andhika!!!!


📞 (Aqila): I...iyah kak.


📞 (Nomor tidak dikenal): Oke, gue harap lo anak yang penurut, inget, lo ngapain aja disana, gue tahu semuanya, jadi jangan coba-coba lo buat ngelawan!!!


📞 (Aqila): I...iyah kak.


//////////////


batin Aqila sambil menatapku dari kejauhan.


"Eh Ar, lo banyak bener bawa'annya, kita ini mau kemah, bukan pindahan rumah!," Ujarku heran melihat Ardy.


"Yah gak papa kali, sebenarnya sih gue tadi malem itu bingung mau bawa yang mana, jadi ketimbang gak kelar-kelar, yah gue bawa aja semuanya hehehe," Jawab Ardy.


"Hadehhh, eh pes, tumben lo bawa headphone," Ucapku.


"Ish ya iyalah, lu gak tahu yah, gue kan duduk sama si Ardy, kalau ngorok tuh ngalah-ngalahin toanya masjid," Bisik Zen.


"Hmmm," dehamku.


"Eh apa lu bisik-bisik," risih Ardy.


"Siapa yang bisik-bisik?," Sahut Zen.


"Lah itu tadi?,"


"Udahlah bro (merangkul pundak kedua temannya), kita nih mau kemah, jadi jangan bertengkar kali, entar gak seru disononya!," Sahutku menengahi.


"Oke-oke, karna Andhikaku ngomong gitu jadi gue nurut," Balas Zen.

__ADS_1


"Iyah gue juga," Sahut Ardy.


"Naahhh gitu dong," Ujarku.


Tak lama kemudian bus pun datang, bu guru menyuruh kita untuk segera berbaris, serta berdoa bersama agar semuanya diberi kelancaran.


Setelah selesai, kami pun disuruh masuk ke bus kami masing-masing.


•Di bus 5•


"Kita duduk disini Ar!," Ujar Zen.


Zen menoleh ke arah Ardy, melihat wajah temannya yang sudah pucat dan lemas itu.


"Eh Ar lu napa?," Tanya Zen.


"Pe...perut gue muneg nih (menutupi mulutnya)," Jawab Ardy.


"Ah elah, belom juga berangkat udah lemes begini, cemen lu," Sahut Zen.


"Apa lo bilang???, temen lagi gak enak badan malah diledek," Ujar Ardy kesal.


"Haahh (menghela), yadeh, gue duduk di sebelah jendela oke!," Sahut Zen.


"Enggak, enak aja, gue yang duduk dideket jendela, lu mah disini!," Balas Ardy tak terima.


"Siapa bilang, pokoknya gue yang duduk dideket jendela," ngotot Zen.


"Gue!!!,"


"Gue!!!,"


"Kalian berdua duduk di atapnya bus, mau?!," Ujar bu guru yang sudah panas mendengar percekcokan mereka.


"Engg..enggak mau bu," Jawab mereka berdua yang seketika ciut.


"YAUDAH DUDUK!!!," Bentak bu guru.


/Dep/ langsung duduk.


batin Ardy.


batin Zen.


Sedangkan di bus 3.


"Napa sih duduknya jauhan?," Tanyaku heran melihat kelakuan Aqila yang duduknya mepet dipojok jendela.


"Gak...gak papa kak," Jawab Aqila gugup.


batinku.


batin Aqila.


Brrrmmmm.....(Si sopir bus tak memberi aba-aba dan langsung menjalankan busnya)

__ADS_1


Hingga......


Duakkk (Kepala Aqila langsung terbentur jendela bus dengan keras).


"Auuuu," Decak Aqila kesakitan.


"Tuhkan apa gue bilang, sakit gak?," Tanyaku sambil sibuk mengelus dahi Aqila.


"Hmmm," Deham Aqila dengan detakan yang tak beraturan.


"Eng....enggak kok kak," Jawab Aqila.


Andhika /menurunkan tangan/


"Lagian kenapa sih duduknya pake jauhan, emangnya gue virus yah?," Tanyaku sedikit kesal.


"Bu...bukan gitu kak," Jawab Aqila terbata.


batin Aqila.


Sedangkan di bus 7.


"Iihhhhh lu jauh-jauh sana!!!," Risih Emil dengan cowo mata empat yang duduk bersamanya.


"Emang kenapa sih, Emil cantik-cantik kok galak, hatiku sakit loh," Jawab cowo tersebut.


"Diem lo!!!, denger yah, cuma Andhika yang boleh deket-deket sama gue, lainnya itu iihhhh," Decak Emil.


"Andhika?, hmp gue juga gak kalah ganteng kok dari Andhika,"


"PD amat lu, lo sama Andhika itu jauh banget tahu enggak," Sahut Emil yang semakin kesal.


"Yah emang jauh dong sayang, kita kan di bus 7 dia di bus 3," Balas cowo tersebut.


"Apa, sayang?," Tanya Emil kesal.


"Iyah sayang, aaahhh aku di panggil sayang sama Emil," Girang cowo tersebut.


"Oke, karna Emil udah manggil aku sayang, berarti kita udah resmi pacaran," Sambung cowo tersebut.


"Cieeeeee," Sorak satu bus.


"Ogah, siapa juga yang mau pacaran sama lo, Andhikaaaa lu duduk disini aja kek," rengek Emil.


"Sayangku ini punya telinga apa enggak sih, Andhika itu jauh di bus 3 kita di bus 7," Sahut cowo tersebut.


"Bodo!!!," Sahut Emil kesal.


/////////////////


Assalamualaikum,


Hallo kak, makasih udah mampir, jangan lupa like, coment dan votenya yah, agar menambah semangat saya dalam membuat eps selanjutnya.


Terimakasih (◍•ᴗ•◍)❤

__ADS_1


__ADS_2