
Keesokan harinya, aku menerima kabar bahwa Aqila tak masuk sekolah hari ini, sepertinya dia demam selepas kejadian kemarin.
/DI kantin/
"Andhika, dedek lu lagi sakit tuh, gak mau jenguk?" Goda Zen.
"Rencana!" Jawabku sambil sibuk memakan bakso.
"Ciiieee!!!" Sahut Ardy.
"ANDHIKA UDAH MOVE-ON!!!" Teriak Ardy.
"ANDHIKA UDAH LUPA MANTAN!!!" Teriak Zen.
Seluruh anak yang berada di kantin saat itu sibuk memperhatikan sikap mereka berdua yang suaranya nyaring ngalah-ngalahi toa nya masjid.
"Huhuhu akhirnya yah Ar, Andhika kita sudah keluar dari ke jonesannya!" Ucap Zen sok dramatis.
"Iyh pes, huhuhu akhirnya kutub Utara udah mencair!"
Batinku.
"Kalau mau drama sono di pentas, ngapa disini, gak malu lu berdua!" Sindirku.
"Ngapa harus malu, kan emang bener!" Jawab Zen.
"Emmmm malu itu bukannya makanan roti yang enak warnanya coklat itu kan!" Lagak Ardy pura-pura tidak mengerti.
"ITU BOLUUUU!!!!" Sahutku dan Zen bersamaan.
"Owh bolu, tapi bolu itu yang kayak gimana, gue pengen tahu, beliin dong!"
"Bilang aja kalau pengen di traktir!" Ledek Zen.
"Hehehehe!" Tawa Ardy sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.
Batinku memegang kening.
////////////////
Waktu terus berlalu, hingga tibalah saatnya pulang sekolah...
Sepulang sekolah, aku tak langsung pulang kerumah karna diriku sudah berencana untuk menjenguk Aqila.
__ADS_1
Tapi sebelum itu aku memutuskan pergi ke minimarket terlebih dahulu untuk membeli beberapa makanan.
/Minimarket/
"Eh kalo orang sakit kasih makan apa!" Tanya Zen bingung.
"Kasih Baygon, sakit hilang nyawa melayang!" Jawab Ardy ngawur.
"Lu kalau kasih solusi yang bener dikit kek!" Kesal Emil.
"Iyah nih!, oh yah biasanya kalau jenguk orang sakit itu selalu di beliin buah!" Sahut teman sekelas Aqila yang bernama Rani itu.
"Nahhh bener tuh, gak kayak Lo, otak taruh dengkul!" Ledek Emil.
"Kalian bisa tenang gak, ini di minimarket!" Sahutku.
"I...Iyah!" Jawab mereka bersamaan.
Batin ku.
"Yaudah sekarang kita mencar aja, beli sesuai kebutuhan, inget ini buat orang sakit bukan yang macem-macem!" Suruhku.
"Oke!" Jawab mereka.
/Area snack makanan/
"Yah nih kayaknya enak, di icip boleh kan!" Sahut Zen.
"Kalau mau icip berarti beli!" Ujar ku yang berada di belakang mereka.
"Yah gak papa kali Dhik, kita kan cuma mau icip bukan beli, kalau udah tahu rasanya entar dibalikin lagi!" Balas Ardy.
"Yaudah icip aja, kalau gak di gebukin se minimarket lu berdua, lu kira ini minimarket Mak lu!" Kesalku.
"Dah lah, yuk cari makanan lain!" Ajakku.
"Okeh, yuk Ar!" Ajak Zen.
"Tapi gua mau icip ini!" Rengek Ardy.
"Ar!" Panggil Zen.
"Hmmmmm, bye bye makanan enak, Ardy janji entar Ardy bakalan balik kesini lagi buat beli kamu, tunggu Ardy yah!" Sedih Ardy.
/Plak/ Zen memukul keras punggung Ardy.
__ADS_1
"Lu sakit, makanan di tangisin!" Kesal Zen.
"Dah ayok!!!" Suruh Zen sambil menarik paksa lengan Ardy.
"Bye bye jajan!"
~Selang beberapa lama....
Akhirnya kita telah selesai membeli beberapa makanan dan buah.
Sebagian untuk Aqila dan camilan untuk kita semua.
/Tempat kasir/
"Kakak Ardy kenapa sedih?" Tanya Rina teman sekelas Aqila.
"Kalau kamu ngomong i love you, aku janji gak bakal sedih lagi!" Balas Ardy mencari kesempatan.
"Kalau Rani ngomong i hate you bukan i love you gimana?" Jawab Rani.
"Puft"
"Hmp"
Kami semua menahan tawa mendengar jawaban yang terlontar dari bibir Rani tadi, begitupun juga dengan mbak kasir yang melayani kami.
"Daripada mbak kasir ketawa, mending jadi pacar Babang Ardy aja!" Lontar Ardy tak tahu malu.
"Maaf kak, saya udah punya pacar!" Jawab mbak kasir merasa tak enak.
"Wkwkwkkw, kasihan gua lihat lu Ar!" Ledek Zen.
"Emil!" Panggil Ardy.
"Iyah?"
"Kamu udah..."
"Udah mbak berapa harganya, biar cepet pulang, kasihan gua ngelihat Ardy kesiksa di sini!" Potong Zen.
"Eh Iyah!" Jawab mbak kasir.
//////////////////
Assalamualaikum,
__ADS_1
Hallo semua, makasih udah mau mampir, jangan lupa like koment dan votenya yah, agar memberi semangat saya dalam membuat eps selanjutnya.
Terimakasih 🥳🥰😉.