
"Udah mulai gelap nih, aku pulang aja deh, dan gambar iniiiii," Ujar Aqila bingung.
batin Aqila.
Akhirnya Aqila pun memutuskan untuk pulang, karena hari sudah mulai gelap.
[Sesampainya di rumah Aqila]
"Assalamualaikum!," Salam Aqila sembari mengetuk pintu.
/Tok..tok..tok/ Mengetuk pintu.
/Membukakan/
"Waalaikumsalam," Jawab nenek Aqila sembari membukakan.
"Udah pulang, loh kenapa wajahnya kusut gitu?," Tanya nenek Aqila.
"A....aqila gak papa kok nek,"
"Yaudah, yuk makan!, kamu belum makan kan daritadi?,"
"Iyah nek," Jawab Aqila dengan anggukan.
[Di meja makan]
"Niiihhhh nenek masakin makanan kesukaan kamu," Ujar nenek Aqila menghampiri meja sembari membawa banyak makanan.
/Menaruh/
Nenek Aqila (duduk)
"Ayo dimakan, nenek ambilin yah!!!,"
"I...iyah nek," Jawab Aqila.
Lamun Aqila.
"Nihhh udah nenek ambilin nasi ama lauknya, masih kurang enggak???," Tanya nenek Aqila.
"Aqila!!!," Memanggil.
"I...iyah nek," Balas Aqila tersentak dari lamunan.
__ADS_1
"Kok ngelamun mulu sih, itu makan!!!,"
"I...iyah nek, maaf," Jawab Aqila merasa tak enak.
Aqila memakan makanan tersebut dengan membayangkan kejadian di tepi danau tadi sambil senyum-senyum.
batin nenek Aqila sambil heran melihat kelakuan cucunya.
"Kan udah dibilang jangan maen ke tepi danau, kata orang disitu banyak penunggunya, jangan-jangan kecantol satu lagi," Gumam nenek Aqila curiga.
batin Aqila yang asik dengan lamunannya.
Sedangkan di sisi lain, si nenek Aqila yang sudah geram melihat kelakuan cucunya yang sedari tadi senyum-senyum sendiri kayak orang kesambet.
"AQILAAAA!!!!," Bentak nenek Aqila.
"IYAH KAK ANDHIKA???," Balas Aqila tersentak.
Krik...krik...krik
"Puft," Ujar nenek Aqila menahan tawa, mendengar cucunya salah mengatakan nama.
batin Aqila ketakutan.
"Puft, owh jadi daritadi senyum-senyum sendiri itu karna ngelamunin cowo nih," Goda nenek Aqila.
"Iyakah, terus tadi itu manggil siapa, kak...kak Andhika," Goda nenek Aqila lagi.
"Iihhh enggak nek,"
"Hmmm, udah terciduk masik ngelak lagi, oh yah, gimana sih cowonya???, nenek jadi penasaran nih,"
"Au ah nek, Aqila udah kenyang," Balas Aqila yang langsung buru-buru kembali ke kamarnya.
batin nenek Aqila yang merasa puas.
"Haaahh (menghela) Sarah, akhirnya anakmu mendapatkan teman-teman yang baik, dan mungkin sebentar lagi juga akan mendapatkan pujaan hati, dia semakin dewasa sarah" Ujar nenek Aqila sambil menatap sendu ke arah bingkai foto yang tertempel di dinding.
Catatan: Sarah adalah ibunya Aqila yang sudah meninggal dunia.
batin nenek Aqila sambil tersenyum rapuh.
[Sedangkan di kamar Aqila]
"Astagaaa, Aqilaaaa, tadi kok bisa sih, itu nenek Aqilaaaa, nenek, bukan kak Andhika," Ujar Aqila malu, menutupi wajahnya dengan bantal.
__ADS_1
Drrtt....ddrtt....ddrrt....(Getar ponsel Aqila)
/Mengambil/
Tuk (membuka ponsel)
~Panggilan telepon masuk~
•Nomor tidak dikenal•
"I....ini nomernya siapa?,"
batin Aqila ragu.
"Hmmmmm," berpikir
Akhirnya Aqila memutuskan untuk mengangkat panggilan tersebut dengan rasa ragu dan penuh tanda tanya.
📞 (Aqila): Ha...halo!
📞 (Nomor tidak dikenal): yah (dingin), ini nomernya Aqila bukan?
📞 (Aqila): I...iyah benar, i...ini siapa yah?
📞 (Nomor tidak dikenal): Lo gak perlu tahu siapa gua, yang penting gue cuman mau ngomong, lo jauhin Andhika!!!
/Tut..tut..tut/ langsung menutup.
batin Aqila.
"Apa ini cewe yang waktu itu di festival pasar malem?, kak Andhika, sebenarnya kakak sudah punya pacar apa belum sih?," Gumam Aqila sedih.
"Kalau memang sudah, kenapa kakak bersikap kayak gini ke Aqila?," Sambung Aqila melihat ke arah gambarannya tadi yang terletak di atas meja belajarnya.
[Sedangkan di kamar Kiyara]
"Aqila, lihat aja, ini masih langkah awal, kalau lo masih aja ngeyel, gue gak bakalan berhenti buat neror lo," Ujar Kiyara.
batin Kiyara dengan senyum jahat.
//////////////
Assalamualaikum,
Hallo semua, makasih udah mau mampir yah, jangan lupa like, coment, dan votenya yah, karna akan sangat membantu untuk eps selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih (◍•ᴗ•◍)❤