
"Dengar dulu." Sang ayah meminta. "Perspektif seorang wanita itu berbeda dengan pria. Ibu kalian tidak salah jika berpikir demikian. Karena yang dia lihat, dia rasakan memang seperti itu. Tapi ada baiknya kalian tidak melawan. Karena bagaimanapun ibu lah yang melahirkan kalian. Dia merenggang nyawa untuk melihat kalian hidup di dunia. Jadi jangan sampai melupakan jasanya hanya karena seorang wanita. Itu tidak baik untuk masa depan kalian." Raja tampak bijak menanggapi sudut pandang istrinya.
"Lalu apa yang harus kami lakukan, Yah?" Rain segera bertanya.
Sang ayah menghela napasnya. Ia kemudian meneguk tehnya sebelum bicara. Sedang Cloud tampak menunggu keputusan ayahnya.
"Ayah rasa ... kita harus meminta bantuan dari negeri lain untuk mencari di mana keberadaan Ara. Karena hanya itu satu-satunya cara agar bisa menemukannya. Mungkin kita bisa meminta bantuan Asia atau Negeri Bunga. Kita bekerja sama dengan mereka." Raja menuturkan.
"Bagaimana kalau ternyata Asia lah yang menculik Ara?" Cloud bertanya segera.
__ADS_1
"Kita tidak bisa langsung menuduh seseorang tanpa bukti. Itu melanggar kode etik kerajaan. Saran ayah, bicarakan baik-baik kepada penguasa negeri itu. Kita adakan hubungan mutualisme dalam mencari Ara." Ayahnya menuturkan.
Cloud mengangguk. "Aku setuju, Yah. Apakah kali ini aku boleh ke sana?" Cloud ingin ke Asia.
Raja menggelengkan kepalanya. "Seorang raja tidak boleh meninggalkan istana bagaimanapun keadaannya. Seorang raja juga tidak boleh meninggalkan negerinya kecuali hal yang mendesak saja. Tetaplah berada di Angkasa dan urus negeri ini di istana. Biarkan Rain atau tuan Shane yang pergi ke sana. Ayah rasa tuan Shane lebih mengerti bagaimana tata cara membuka pembicaraan yang baik." Sang ayah mengungkapkan pemikirannya.
"Aku saja. Aku yang pergi ke Asia." Rain mengambil keputusan.
"Tak apa, Kak. Demi Ara, apapun akan kulakukan. Kau tetaplah di sini. Biar aku saja yang ke sana." Rain memutuskan.
__ADS_1
Cloud pun seperti tidak bisa menolak keinginan adiknya.
"Baiklah. Kau akan pergi bersama tuan Shane ke sana. Tapi ingat! Jaga emosimu saat bertemu dengan putra mahkota Asia. Jangan sampai hubungan mutualisme itu tidak terjalin malah permusuhan yang dikobarkan. Ayah tidak ingin Angkasa memercik peperangan. Ayah mengandalkanmu, Rain." Raja Sky memberi kepercayaan kepada putra bungsunya.
Rain mengangguk. Pada akhirnya ia pun menuruti semua perintah ayahnya. Ia kemudian segera bersiap-siap ke Asia untuk membicarakan Ara. Rain berharap Ara juga ada di sana. Sehingga ia bisa membawa Ara serta. Tapi apakah hubungan mutualisme itu bisa terjalin di antara mereka? Sedang Rain tahu jika Zu juga menyukai Ara?
Malam harinya...
Pukul sembilan malam Rain berserta rombongan akhirnya tiba di istana Asia. Perjalanan jauh ia tempuh demi membicarakan Ara. Dan kini Rain dipersilakan untuk beristirahat di kamar yang telah disediakan. Jam kerja istana besok pagi baru dimulai. Sehingga Rain tidak bisa bertemu dengan pangeran ataupun raja sekarang.
__ADS_1
Shane, Menteri Luar Negeri Angkasa tampak menemani Rain sampai masuk ke dalam kamar. Barulah setelah itu ia menuju kamarnya sendiri. Shane membiarkan putra mahkota Angkasa beristirahat segera. Begitu juga dengan dirinya yang tampak pegal-pegal setelah melakukan perjalanan. Malam ini rombongan Angkasa segera beristirahat di tempat yang telah disediakan. Mereka menunggu esok hari untuk memulai pembicaraan.